Ancam Ruang Hidup dan Lahan Pertanian, Mahasiswa Nagekeo Se-Jabodetabek Suarakan Penolakan Geotermal di Flores
Oleh : Himapen Jabodetabek | TAFENPAH
![]() |
| Ando Pea,Wakil HIMAPEN Suarakan Penolakan Geotermal di Flores. TAFENPAH.com |
NAGEKEO, FLORES, NTT, TAFENPAH.com - Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan proyek geotermal (panas bumi) di wilayah Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil HIMAPEN, Ando Pea. Ia menegaskan bahwa setiap rencana pembangunan di Nagekeo wajib memperhitungkan keselamatan lingkungan, keberlanjutan hidup warga, serta perlindungan terhadap tanah dan ruang hidup masyarakat adat setempat.
“Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada investasi dan kepentingan energi. Suara masyarakat, kelestarian lingkungan, serta masa depan generasi mendatang harus menjadi prioritas utama. Kami menolak jika proyek geotermal ini berpotensi mengancam ruang hidup dan kesejahteraan warga Nagekeo,” ujar Ando Pea.
Ia menilai, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan dan jujur mengenai potensi dampak lingkungan, risiko terhadap ketersediaan sumber air bersih, lahan pertanian, hingga ranah kehidupan sosial budaya sebelum ada keputusan akhir dari pemerintah.
Sebab, aspirasi rakyat kecil harus didengar secara terbuka dan bermakna (meaningful participation).
Oleh karena itu, HIMAPEN mendesak pemerintah beserta pihak terkait untuk:
- Melakukan kajian lingkungan secara komprehensif dan independen.
- Membuka seluruh data dan informasi terkait rencana proyek kepada publik.
- Menjamin adanya proses konsultasi yang jujur dan adil bersama warga terdampak.
Bagi Ando Pea, masa depan Nagekeo tidak dapat dipisahkan dari hak dasar warga dalam menjaga tanah, alam, budaya, dan sumber penghidupan mereka.
“Kami merindukan pembangunan yang menghormati harkat dan martabat masyarakat, bukan pembangunan yang justru mengorbankan ruang hidup rakyat. Tanah Nagekeo adalah sumber kehidupan yang wajib kita jaga bersama,” tambahnya.
Atas dasar itu, HIMAPEN mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, tokoh adat, serta pemerhati lingkungan untuk terus mengawal isu ini secara kritis, damai, dan bertanggung jawab.
HIMAPEN: Suara Pemuda, Suara Masyarakat: Jaga Nagekeo dan Flores!
Catatan Konteks Tambahan: 3 Titik Wilayah Prospek Geotermal di Nagekeo
Sebagai informasi, Kabupaten Nagekeo memiliki 3 lokasi survei potensi panas bumi yang kini menjadi sorotan warga dan mahasiswa:
Rendu Teno (Kecamatan Aesesa Selatan): Memiliki potensi manifestasi mata air panas. Wilayah ini masuk dalam survei geotermal dan mendapatkan penolakan dari sebagian warga setempat.
Pajoreja (Kecamatan Mauponggo): Wilayah dengan titik amat survei panas bumi yang juga menuai penolakan dari pemerintah desa dan masyarakat lokal.
Marapokot (Kecamatan Aesesa): Meliputi area Aeramo, Nangadhero, dan Tonggurambang, yang memiliki keterkaitan dengan sistem sirkulasi dalam (deep circulation) air meteorik di sepanjang zona sesar/rekahan.

Posting Komentar untuk "Ancam Ruang Hidup dan Lahan Pertanian, Mahasiswa Nagekeo Se-Jabodetabek Suarakan Penolakan Geotermal di Flores"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih