Seni Musik NTT : Terjemahan, Lirik, Makna Lagu Kol Aen Ana Karya Frans Siki, Penyanyi Ino Siki dan Ephy Funan

[ Penulis : Frederikus Suni ]

Penyanyi berbakat Dawan Timor NTT, Ino Siki dan Ephy Funan saat membawakan lagu Kol Aen Ana dengan aransemen lebih modern. Gambar Youtube : Patarata Style/Tafenpah.com


TAFENPAH.COM - Salah satu lagu pop Timor Dawan yang sarat makna filosofis adalah KOL AEN ANA karya Frans Siki.

Lagu Kol Aen Ana dalam aransemen musisi/penyanyi lokal Ino Siki asal Napan, kecamatan Bikomi Utara, kabupaten Timor Tengah Utara, provinsi Nusa Tenggara Timur lebih modern dan sangat menggugah hati para pendengarnya.

Salah satu penikmat lagu Kol Aen Ana adalah penulis sendiri. Di mana, dalam setiap situasi apa pun di tanah rantau, penulis selalu menyetel atau memutar lagu tersebut.




Menurut hemat penulis, lagu Kol Aen Ana sangat relevan dengan kehidupan masyarakat ATOIN METO (suku Dawan Timor) di mana pun.

Karena lagu Kol Aen Ana sarat akan makna filosofis kehidupan harian masyarakat Dawan Timor.

Lalu, Apa saja makna Filosofis di balik Lagu Kol Aen Ana?

Ino Siki penyanyi lagu Kol Aen Ana asal Napan, Bikomi Utara, Timor Tengah Utara, NTT. Tafenpah.com

Mari, kita membedah/membahas secara bersama-sama ya sobat.

Pertama: Lagu Kol Aen Ana ini secara simbolik berisikan pesan kepada seluruh masyarakat Atoin Meto untuk bekerja dengan sepenuh hati.

Selaras dengan mata pencarian utama masyarakat Dawan Timor adalah bertani/berladang.

Aktivitas atau kegiatan bertani dari Atoin Meto pada umumnya menganut sistem berpindah lahan setiap tahun.

Tentunya, dalam aktivitas/kegiatan bertani, masyarakat Atoin Meto menaruh seluruh harapannya kepada semesta.

Artinya; masyarakat Atoin Meto menyakini bahwasannya usaha mereka juga tergantung pada relasi/hubungan baik dengan alam.

Makanya, sebelum membuka lahan, lalu proses menanam sampai pada proses panen, Atoin Meto biasanya melakukan ritual atau upacara adat yang disebut; FUATON atau LOLTON.

Makna filosofis FUATON adalah suku Dawan Timor meminta restu kepada semesta (selaku) penguasa sekaligus penjaga bumi, agar semesta membuka jalan keberuntungan, menjaga mereka dari bencana apa pun, agar hasil panenan melimpah dalam mendukung kelangsungan hidup masyarakat Dawan selama setahun.

Kedua: Lagu Kol Aen Ana Berisikan Pesan Persaudaraan

Lagu Kol Aen Ana ciptaan Frans Siki yang diarasemen oleh Ino Siki menyiratkan atau menyimbolkan kekuatan persaudaraan Atoin Meto dalam melakukan sesuatu.

Rasa persaudaraan antar suku Dawan Timor Barat bukan sebatas slogan, apalagi wacana yang biasanya kita dengar, baca, tonton di setiap kontestasi politik.

Melainkan fondasi persaudaraan sesama Atoin Meto sudah dibangun sejak zaman leluhur dan itupun dihidupi oleh setiap generasi.

Melalui persaudaraan, Atoin Meto pun tidak hanya hidup rukun dan damai di kalangannya sendiri, tetapi mereka juga mempraktikkannya dalam kehidupan sosial.

Sebagai makhluk sosial, Atoi Meto sadar akan posisi atau keberadaannya. Untuk itu, dalam setiap situasi, Atoin Meto selalu berusaha untuk terlibat aktif dengan lingkungan sekitarnya.

Keterlibatan aktif Atoin Meto dalam menjaga tali persaudaraan menjadi inspirasi tersendiri bagi pendatang yang memilih tinggal, bekerja, dan menetap di daratan Timor Barat, Nusa Tenggara Timur.

Relevansi dari Makna Persaudaraan Atoin Meto di Perantauan

Atoin Meto (Suku Dawan Timor) saat ini tersebar atau tinggal dan bekerja hampir di setiap kabupaten, kota, dan provinsi Indonesia hingga mancanegara.

Kehadiran Atoin Meto di tanah rantau tidak hanya untuk mencari rezeki semata. Karena selama mereka di tanah asing, mereka pun berusaha untuk terlibat aktif dalam menjaga tali persaudaraan yang termanivestasi dalam ragam perkumpulan.

Di setiap perkumpulan, baik dalam skala komunitas kecil dan besar, Atoin Meto selalu memegang prinsip 'Moen Tok Hit Aok Biakin.'

Apa itu Moen Tok Aok Biakin?

Sederhananya, terminologi atau istilah dari frasa 'Moen Tok Aok Biakin,' adalah 'Hidup Bersama.'

Kehidupan bersama di sini tidak bersifat inklusif atau tertutup, melainkan eksklusif. 

Artinya, Atoin Meto akan baik dengan semua orang tanpa memandang kasta sosial, agama, suku, ras, dll sejauh keberadaan orang lain tidak mengusik mereka.

Sebagai contoh; beberapa kejadian besar di Jakarta dan kota lainnya yang melibatkan adanya kontak fisik antara kelompok atau komunitas orang Timur dan kelompok lainnya, biasanya bermula dari ketidaksepahaman pendapat.

Dari persoalan tersebut, muncullah ancam mengancam dan berakhir pada problem besar.

Jika kita cermat dalam menanggapi kasus demikian, sejatinya banyak kepentingan yang bermain di belakangnya.

Terlepas dari kepentingan politik dan sebagainya, apabila antara kelompok Timur dan lain menahan diri, dalam hal tidak menampilkan kejantanan (keberaniannya), maka konflik-konflik besar tidak akan terjadi.

Namun, perlu saya garisbawahi, ciri khas orang Timur itu sejatinya baik, sabar, dan menghargai keberadaan orang lain, namun jika orang lain tidak menghargai mereka, maka mereka pun akan lebih brutal dalam sikap dan tindakan.

Karena emosi orang Timur setipis kertas tisu. Demikian pula, persoalan emosi dari kebudayaan lain pun sama halnya dengan orang Timur.

Untuk itu, perselisihan orang Timur dan suku bangsa lain tidak akan terjadi, jika tidak dibumbui dengan kepentingan lainnya, terlebih segelintir oknum yang memanfaatkan kondisi tertentu untuk mencapai tujuannya.

Dalam konteks ini, kita kembali pada makna lagu Kol Aen Ana yang menyiratkan pesan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana pesan kebangsaan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Ketiga, Lagu Kol Aena Ana Berisikan Pesan Kepada Generasi Muda Timor untuk Mempersiapkan Masa Depannya dengan Sebaik-baiknya

Sebagai generasi muda Timor, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, pedagang, pegawai, petani dan apapun profesinya, mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan adalah investasi jangka panjang.

Mengapa persiapan diri yang baik itu sangat penting bagi generasi muda Timor?

Karena belajar dari sejarah, ketidakmampuan kita dalam menjaga identitas, kekayaan alam dan budaya memudahkan bangsa-bangsa lain datang dan menjajah kita.

Akibatnya, tanah Timor dibagi menjadi dua negara yakni, negara Indonesia dan Timor Leste.

Padahal, kita berasal dari satu leluhur. Di mana, kita memiliki kesamaan budaya, bahasa, dan aspek sosial lainnya.

Kontekstualnya, di daratan Timor Barat Indonesia yang mencakup, kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka hingga kawasan Timor Timur (Timor Leste) saat ini, kita berbahasa satu yakni, bahasa Dawan (Uab Meto) dan bahasa Tetun, selain kesamaan adat istiadat.

Persamaan ini mencerminkan semangat persatuan antara masyarakat Timor Barat Indonesia dan Timor Leste tidak akan dipisahkan oleh apa pun.

Meskipun dalam realitas, kini, kita berbeda atau dipisahkan oleh wilayah administrasi dengan penanda utamanya Bendera kebangsaan dan pagar atau batas negara, namun secara emosional, bahasa, dan adat istiada kita satu sampai selamanya.

Belajar dari sejarah tersebut, sebagai generasi muda Timor Barat Indonesia dan Timor Leste, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk menghadapi segala ketidakmungkin politik, ekonomi, sosial serta aspek penting lainnya.

Karena persiapan diri yang baik akan membawa kita pada kesuksesan di masa depan.

Lirik Lagu Kol Aen Ana

Auooooooo, muneop Lek - leok, hom monim bin neon amunit.......... hao bae.....

Hute kolo......

Musik pengantar ..........


Kol Aen Ana naplelen nao
Namim nahat bin nas'se ninen
Mait ho benas, mait ho pali
Het naot meop teo hit lele
Het sena ane pena, loli laku
He hit teto, ma hit po'af, kaisa luman
Ai kol binekos kaisam tokot muneok nekam
Munaneok nekam, sapum sa'nat, samba sona oo....

Intro............

Kol to hael naplele tunan nae
Lof hen tok'kon bin aijao toefa
Kalu meop fe nekam ma ansaom
He namunit na moen alekot
Lele na'mak, a tua'e he na'oe
Toet nik'ko lo namau
Bae se'mo, oela meto 
Bin susal manukat, manua a malelan
Mam nau fetof naof, nekaf mese, ansaof mese o


Au oo........ hute kolo...........

Musik..........

Kol Aen Ana naplelen nao
Namim nahat bin nas'se ninen
Mait ho benas, mait ho pali
Het naot meop teo hit lele
Het sena ane pena, loli laku
He hit teto, ma hit po'af, kaisa luman
Ai kol binekos kaisam tokot muneok nekam
Munaneok nekam, sapum sa'nat, samba sona oo....


Intro..............


Kol to hael naplele tunan nae
Lof hen tok'kon bin aijao toefa
Kalu meop fe nekam ma ansaom
He namunit na moen alekot
Lele na'mak, a tua'e he na'oe
Toet nik'ko lo namau
Bae se'mo, oela meto 
Bin susal manukat, manua a malelan
Mam nau fetof naof, nekaf mese, ansaof mese o


Auoooo........ hute kolo........

Kol to hael naplele tunan nae
Lof hen tok'kon bin aijao toefa
Kalu meop fe nekam ma ansaom
He namunit na moen alekot
Lele na'mak, a tua'e he na'oe
Toet nik'ko lo namau
Bae se'mo, oela meto 
Bin susal manukat, manua a malelan
Mam nau fetof naof, nekaf mese, ansaof mese o


Demikian lirik lagu Kol Aen Ana

Ciptaan : Frans Siki
Arrasemen : Ino Siki
Vocal : Ino Siki dan Ephy Funan
Youtube : Patara Style
Tanggal Publikasi : 8 Februari 2024

Terjemahan Lagu Kol Aen Ana ke dalam Bahasa Indonesia

Pertama- tama di sini saya berusaha untuk menerjemahan lirik lagu Kol Aen Ana sesuai dengan bahasa Dawan Timor, khususnya dialek atau logat suku Dawan Timor masyarak di Bikomi Utara, kabupaten Timor Tengah Utara, provinsi Nusa Tenggara Timur.

Karena lagu ini penciptanya berasal dari desa Napan, sebuah wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Jadi, apabila terjemahan saya ini tidak sesuai dengan pemahaman suku Dawan Timor pada umumnya, mohon berikan masukan, agar saya bisa memperbaikinya.

Auooooooo, muneop Lek - leok, hom monim bin neon amunit.......... hao bae..... dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah : Ingatlah hidup kita di hari atau masa depan dengan sebaik-baiknya.

Auooooo ini penekanaan dan hao bae sebagai pelengkap.

Lirik Satu

Burung kecil terbang jauh
Mencari makan di hutan
Ambil dan persiapkan parang dan linggis
Untuk kita pergi bekerja di kebun
Menanam padi, jagung, umbi-umbian dan ubi kayu (singkong)
Agar tempat persediaan/penyimpanan makanan kita di rumah tidak kosong
Jangan mulamun ketika duduk sendirian
Dan ingatlah jika kebanyakan mulamun, pada akhirnya hanya menyisakan penyesalan

Intro ......

Burung Bangau terbang tinggi di angkasa
Singgah duduk di ranting pohon Cemara
Bekerjalah dengan sepenuh hati
Agar kita bisa hidup lebih baik di masa depan
Kebun yang kita garap pun memberikan hasil panenan melimpah
Untuk kemakmuran keluarga
Dengan demikian kita tidak mengalami kesulitan
Sekalipun tanah yang kita garap itu kering dan tandus, akan tetapi dalam semangat persaudaraan kakak - adik serta kekuatan satu hati, satu pikiran, kita pun melewati setiap tantangan hidup.

Musik ........

Bagian II

Burung kecil terbang jauh
Mencari makan di hutan
Ambil dan persiapkan parang dan linggis
Untuk kita pergi bekerja di kebun
Menanam padi, jagung, umbi-umbian dan ubi kayu (singkong)
Agar tempat persediaan/penyimpanan makanan kita di rumah tidak kosong
Jangan mulamun ketika duduk sendirian
Dan ingatlah jika kebanyakan mulamun, pada akhirnya hanya menyisakan penyesalan

Intro ,,,,,,,,,,,,,,

Burung Bangau terbang tinggi di angkasa
Singgah duduk di ranting pohon Cemara
Bekerjalah dengan sepenuh hati
Agar kita bisa hidup lebih baik di masa depan
Kebun yang kita garap pun memberikan hasil panenan melimpah
Untuk kemakmuran keluarga
Dengan demikian kita tidak mengalami kesulitan
Sekalipun tanah yang kita garap itu kering dan tandus, akan tetapi dalam semangat persaudaraan kakak - adik serta kekuatan satu hati, satu pikiran, kita pun melewati setiap tantangan hidup

Demikian terjemahan lagu Kol Aen Ana dari platform literasi WWW.TAFENPAH.COM yang sudah diakui dan diapresiasi oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah kepemimpinan Gubernur, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebagai penjaga nilai -nilai kearifan lokal budaya masyarakat Dawan selama 5 tahun ini.

Apabila ada kritik dan masukan yang membangun, guna melengkapi karya ini, silakan sampaikan melalui kolom komentar!

Pembaca juga bisa menghubungi admin TAFENPAH.COM melalui Media Sosial:

Instagram : @tafenpah @suni_fredy


Tiktok ; @tafenpah.com
Email : tafenpahtimor@gmail.com
Facebook : Fredy Suni II








TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Seni Musik NTT : Terjemahan, Lirik, Makna Lagu Kol Aen Ana Karya Frans Siki, Penyanyi Ino Siki dan Ephy Funan"