Eksklusif TAFENPAH dan Apriani Dangga: Putri Duta Bahasa NTT 2026 yang Ingin Membawa Bahasa Daerah ke Kemasan UMKM dan Layar Lebar
[Frederikus Suni ]
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
KUPANG, TAFENPAH.COM - NTT tidak hanya kaya akan destinasi wisata, tetapi juga menyimpan harta karun linguistik yang luar biasa.
Di tengah tantangan modernitas, muncul sosok muda yang siap pasang badan untuk menjaga identitas itu.
Ia adalah Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026.
Dalam bincang-bincang eksklusif bersama Tafenpah, Apriani membagikan visinya tentang literasi, kenangan masa kecil di Ruteng, hingga ambisinya membawa bahasa daerah masuk ke ranah digital dan industri kreatif, khususnya Film Layar Lebar.
Berikut adalah obrolan eksklusif TAFENPAH bersama Apriania Dangga, kurang lebih di bawah ini!
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
1. Kaka Apri, banyak yang sonde tau tugas Putri Duta Bahasa itu apa. Bisa jelasin pake bahasa paling sederhana? Katong ini duta buat siapa?
"Halo, Kak! Menjawab pertanyaan ini, pertama-tama saya jelaskan dulu ya apa sebenarnya Duta Bahasa itu.
Jadi, Duta Bahasa adalah representasi anak muda yang menjadi mitra kerja Balai Bahasa. Kami sudah ada sejak tahun 2006 di 38 provinsi di Indonesia.
Nah, di NTT sendiri, kami adalah mitra kerja Balai Bahasa Provinsi NTT, khususnya dalam mengemban amanah Trigatra Bangun Bahasa, yaitu: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.
Kalau ditanya kami ini duta buat siapa, ya kami adalah duta untuk seluruh lapisan masyarakat NTT dalam kerja-kerja kebahasaan, pembangunan literasi, dan program strategis Balai Bahasa lainnya."
2. Waktu dengar nama Kaka disebut sebagai pemenang, hal pertama yang Kaka pikir apa? Untuk diri sendiri, atau untuk kampung?
"Karena menjadi Duta Bahasa ini sudah jadi mimpi saya sejak lama, hal pertama yang saya rasakan adalah syukur yang luar biasa karena akhirnya bisa mencapai titik tertinggi dan mewujudkan mimpi masa kecil saya.
Tentunya, rasa syukur ini juga untuk keluarga, teman, dan sahabat yang mendukung penuh setiap proses seleksi.
Tapi lebih dari itu, saya langsung merasa bersemangat untuk merealisasikan krida (program kerja) kebahasaan.
Bukan hanya untuk NTT, tapi juga sebagai persiapan matang untuk mewakili provinsi kita di ajang Duta Bahasa tingkat nasional nantinya."
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
3. Dari semua bahasa daerah di NTT, bahasa mana yang paling dekat di Kaka pung hati dan kenapa? Cerita sedikit.
"Karena saya lahir di Ruteng, Manggarai, maka jawabannya tentu bahasa Manggarai.
Masa kecil saya sangat dekat dengan bahasa ini. Dulu saya dikenal sebagai anak yang manja dan sedikit keras kepala, hehehe.
Ada satu cerita yang sampai sekarang masih sering diceritakan kembali oleh keluarga; dulu saya susah sekali makan.
Karena keterbatasan kemampuan bicara di usia itu, setiap kali ingin menolak sesuatu, saya pasti merengek "Ogok", yang artinya "tidak" dalam bahasa Manggarai.
Sampai usia saya sekarang, kata itu masih sering jadi bahan candaan di rumah."
4. Target pribadi Kaka selama setahun menjabat apa? Kalau akhir 2026, Kaka mau dikenang sebagai Duta Bahasa yg berhasil bikin apa?
"Tentu selama setahun ini saya tidak akan bekerja sendiri. Ada rekan saya Kak Yosua (Pemenang I Putra) dan keluarga besar Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) NTT yang akan berkolaborasi.
Target saya pribadi, saya ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mewakili NTT ke tingkat nasional dan mencatat sejarah baru di sana.
Saya ingin di akhir 2026 nanti, saya dikenang sebagai Duta Bahasa yang berhasil membawa program nyata yang bermanfaat bagi literasi masyarakat NTT. Mohon doanya ya!"
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
5. Program unggulan Kaka selama jadi Putri Duta Bahasa NTT 2026 apa? Sebut 1 saja yang paling Kaka mau mati-matian perjuangkan.
"Program atau krida yang saat ini saya tawarkan bersama KEMAS AKSARA, yaitu akronim dari Kemasan Edukasi Bahasa dan Sastra pada Produk UMKM NTT.
Singkatnya, krida ini fokus pada bagaimana kita mentransformasi kemasan produk UMKM yang awalnya hanya berisi informasi teknis menjadi semacam "perpustakaan digital".
Di situ ada informasi edukatif dalam tiga bahasa: Indonesia, glosarium bahasa daerah, dan bahasa Inggris yang bisa diakses lewat kode QR.
Namun, saya perlu sampaikan juga kalau saat ini saya dan rekan saya, Yosua, sedang dalam tahap riset dan perumusan kembali.
Kami sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk mengembangkan atau menyempurnakan krida ini, bahkan merumuskan krida baru yang lebih kuat dan berdampak untuk kami bawa ke seleksi nasional nanti.
Karena bagi kami, yang terpenting adalah krida tersebut benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat NTT dan siap bersaing di level nasional. Jadi, tunggu saja kejutan dari kami ya!"
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
6. Anak muda sekarang lebih bangga pake bahasa Inggris dan bahasa gaul Jakarta. Program Kaka buat bikin bahasa daerah itu 'keren' lagi gimana caranya?
"Selain lewat pendekatan UMKM tadi, kami juga sedang merumuskan program yang sangat dekat dengan dunia anak muda, yaitu film.
Saya belum bisa bocorkan detailnya di sini, karena masih dalam tahap perumusan.
Tapi pastinya kami akan mengupayakan banyak hal, khususnya dalam revitalisasi bahasa daerah agar terlihat modern dan tetap relevan.
Makanya, pantau terus Instagram @dutabahasantt dan @balaibahasaprovinsintt untuk informasi selengkapnya ya!"
7. Tantangan bahasa di NTT itu beda-beda. Di kota orang malu pake bahasa ibu. Di kampung orang takut sonde bisa bahasa Indonesia. Kaka pung program nyasar ke dua segmen ini pake cara apa?
"Trigatra Bangun Bahasa adalah solusinya. Kita harus bicara sesuai konteks; tahu kapan harus mengutamakan bahasa Indonesia dan kapan harus melestarikan bahasa daerah.
Selain program pribadi, kami sebagai mitra juga siap menyukseskan berbagai program Balai Bahasa Provinsi NTT yang sudah dirancang untuk menjawab tantangan ini, seperti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), penulisan buku cerita anak dwibahasa, dan kegiatan literasi lainnya."
8. Selain sosialisasi ke sekolah, kegiatan konkrit Tafenpah bisa kolaborasi sama Kaka apa? Misal: bikin konten, liput festival bahasa, atau kampanye baren.
"Tafenpah bisa jadi mitra publikasi kami untuk menyebarluaskan informasi Trigatra Bangun Bahasa dan kerja-kerja nyata teman-teman Duta Bahasa NTT tahun 2026.
Kita bisa kolaborasi bikin konten kreatif, liputan festival, atau kampanye literasi digital agar pesannya sampai ke seluruh anak muda di NTT."
9. Ukur keberhasilan program Duta Bahasa itu gimana? Apa dari jumlah follower, jumlah event, atau ada indikator lain yang lebih 'kampung'?
"Kalau menurut saya, keberhasilan itu bukan cuma soal angka di media sosial.
Indikator yang lebih nyata atau "kampung" adalah ketika bahasa daerah kembali terdengar di ruang-ruang keluarga dan anak muda tidak lagi malu menggunakannya.
Keberhasilan itu saat program seperti Kemas Aksara atau program yang akan kami finalisasikan nanti benar-benar dipakai oleh pelaku usaha dan masyarakat merasa terbantu dengan adanya edukasi bahasa tersebut."
10. Jujur Kaka, ancaman terbesar buat bahasa daerah di NTT sekarang apa? HP, migrasi, atau kita sendiri yang sonde mau ajar anak?
"Jujur Kak, ancaman terbesarnya adalah sikap bahasa kita sendiri. HP atau migrasi itu hanya sarana, tapi kalau kita sendiri sudah merasa malu atau menganggap bahasa daerah itu tidak penting untuk diajarkan ke generasi penerus, itulah awal kepunahannya.
Jadi, tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita menumbuhkan kembali rasa bangga itu salah satunya mulai dari dalam rumah."
![]() |
| Eksklusif TAFENPAH bersama Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga, Putri Duta Bahasa NTT 2026. Foto: Ig @aprianiadangga |
11. Banyak yang bilang 'bahasa daerah bikin kita sonde maju'. Kaka mau jawab apa buat orang yg pikiran begini?
"Saya akan jawab: justru bahasa daerah adalah identitas yang membuat kita unik di mata dunia.
Menguasai bahasa daerah tidak akan menghambat kita untuk belajar bahasa Indonesia atau bahasa asing.Justru dengan melestarikan akar budaya, kita punya fondasi karakter yang kuat untuk maju dan bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri."
12. Kalau Kaka bisa minta 1 hal ke Gubernur NTT atau Menteri Pendidikan buat selamatkan bahasa daerah, Kaka mau minta apa? Anggaran, kebijakan, atau apa?
"Saya akan minta kebijakan yang lebih kuat terkait integrasi pelestarian bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan dan ruang publik secara masif.
Anggaran memang penting, tapi tanpa kebijakan dan komitmen yang kuat dari pemerintah, upaya pelestarian ini akan sulit berjalan secara berkelanjutan."
13. Jadi Duta Bahasa itu kerja sunyi. Sering sonde diliput media besar. Gimana Kaka jaga semangat supaya sonde padam di tengah jalan?
"Semangat saya terjaga karena saya sadar bahwa ini adalah bentuk pengabdian. Melihat dampak kecil di masyarakat, seperti anak-anak yang mulai suka membaca buku bahasa daerah atau pelaku UMKM yang terbantu, itu sudah menjadi bahan bakar yang cukup bagi saya. Fokus saya adalah pada kebermanfaatan, bukan sekadar publikasi besar."
14. Setelah masa jabatan selesai 2026, warisan apa yang Kaka mau tinggalkan buat anak NTT 10 tahun ke depan?
"Saya ingin meninggalkan warisan berupa ekosistem literasi yang lebih baik.
Saya ingin program-program yang kami rintis sekarang, seperti Kemas Aksara atau upaya digitalisasi bahasa daerah, bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi 10 tahun ke depan untuk terus mencintai bahasa dan budayanya."
15. Tafenpah ini rumah digital anak NTT. Menurut Kaka, peran media akar rumput kayak kami buat bantu misi Duta Bahasa itu apa? Kami harus liput apanya? Terima kasih kak. Salam literasi
"Halo teman-teman Tafenpah! Peran kalian sangat krusial sebagai jembatan informasi.
Kalian bisa bantu meliput sisi lain dari perjuangan pelestarian bahasa, cerita-cerita inspiratif dari penutur bahasa daerah, hingga aksi nyata literasi di pelosok NTT.
Mari kita sama-sama buat literasi jadi hal yang keren! Terima kasih banyak, ya. Salam literasi!"






Posting Komentar untuk "Eksklusif TAFENPAH dan Apriani Dangga: Putri Duta Bahasa NTT 2026 yang Ingin Membawa Bahasa Daerah ke Kemasan UMKM dan Layar Lebar"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih