HUT Kefamenanu ke-104 Tahun, Pemda TTU Aktifkan Kembali Bandara Udara Sasi Kefamenanu, Setelah 56 Tahun tidak Beroperasi

[Penulis : Frederikus Suni]

Bandara Udara Sasi Kefamenanu, Timor Tengah Utara. Ilustrasi gambar; AI/Tafenpah.com


TAFENPAH.COM - Bandara Udara Sasi Kefamenanu terakhir kali beroperasi pada tahun 1970-an. 

Selama 55 tahun, masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ketika melakukan perjalanan ke luar daerah dengan menggunakan moda transportasi udara, mereka harus menempuh jalan darat dengan menggunakan mobil rental, bis, pick up, dan motor menuju bandara Udara El Tari Kupang dengan jarak tempuh 4-5 jam.

Perjalanan yang menghabiskan durasi 4 - 5 jam, tentunya kurang efektif. Kendati pun demikian, itulah satu-satunya opsi atau pilihan, jika masyarakat menggunakan jasa transportasi udara.

Kesulitan dan kerinduan masyarakat kabupaten Timor Tengah Utara untuk memiliki bandara sendiri, akhirnya terjawab dengan kepemimpinan Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA dan Wakil Bupati Kamillus Elu, SH.




Sejak bupati dan wakil bupati  TTU tersebut, dilantik presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, keduanya telah mengubah wajah kota Kefamenanu menjadi lebih hidup, beradat, transparan, dan berdaya saing.

Semangat melayani masyarakat TTU dengan berbasiskan pada kearifan lokal dan etos kerja tinggi, membawa berbagai perubahan di bumi Biinmaffo.

Pengalaman Kepemimpinan Profesional Bupati dan Wakil Bupati TTU di Ibukota Negara sebagai Model Perubahan

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Tafenpah.com


Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo sebelumnya menjabat sebagai Perwira BAIS TNI (Badan Inteligen Strategis Tentara Nasional Indonesia).

Sementara, Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu pernah memegang berbagai posisi penting di Ibukota Negara.

Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu. Tafenpah.com


Pengalaman profesional dari Bupati dan Wakil Bupati TTU menjadi model baru kepemimpinan di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste secara bersih dan objektif.

Artinya; kedua pemimpin tersebut secara politik tidak terlibat aktif atau berhubungan dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Keuntungan tersebutlah yang menjadi pionir perubahan kabupaten Timor Tengah Utara saat ini.

Dampak Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati TTU

Kedua putra daerah Atoin Meto (Suku Dawan Timor) yang sejak lama berkarir di luar daerah, khususnya di Jakarta juga menghadirkan berbagai terobosan.

Salah satu terobosan yang makin kelihatan adalah keduanya terus berupaya, bekerja sama, dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat untuk kembali mengaktifkan bandara udara Sasi Kefamenanu.

Proses pengaktifan bandara udara Sasi Kefamenanu membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat di perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Bagaimana tidak, sejak tahun 1970-an, masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara perekonomiannya lumpuh, karena lambannya arus perpindahan logistik dari pusat dan provinsi menuju kota Kefamenanu.

Selain itu, industri pariwisata di kabupaten Timor Tengah Utara juga tidak berkembang. Karena wisatawan mengalami kendali untuk mengakses ragam destinasi budaya, kuliner, dan alam eksotik Kefamenanu.

Selain kedua bidang di atas, tentunya masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara juga tertinggal di berbagai bidang kehidupan lainnya.

Bahkan masyarakat di Lembah Biinmaffo kalah saing dengan kabupaten Belu yang memiliki bandara udara.

Bandara Udara Sasi Kefamenanu kini Bukan Sebatas Wacana Politik

HUT Kefamenanu ke-104 Tahun, Pemda TTU Aktifkan Kembali Bandara Udara Sasi Kefamenanu, Setelah 56 Tahun tidak Beroperasi. Gambar AI/Tafenpah.com


Mungkin saja, upaya bupati dan wakil bupati TTU untuk kembali menghidupkan atau mengaktifkan  bandara udara Sasi Kefamenanu yang vakum sejak tahun 1970-an bagi sebagian masyarakat, terlebih kelompok oposisi politik adalah sebatas wacana.

Namun, bagi pendukung kepemimpinan bupati Falent Kebo dan Kamillus Elu adalah aksi nyata dari kedua pemimpin sebagai bagian dari perubahan kabupaten Timor Tengah Utara di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi abad ke-21.

Agar tidak terkesan wacana, di awal bulan Maret 2026, wakil bupati TTU, Kamillus Elu menemui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia di Jakarta Pusat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten Timor Tengah Utara.

Misi tersebut juga sedang diupayakan oleh bupati TTU, Falent Kebo dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Progres Bandara Udara Sasi, Persiapan Hari Ulang Tahun/HUT Kefamenanu Ke-104 Tahun 2026

Dok; Tafenpah.com

Sejauh ini, pembangunan bandar udara di Kefamenanu, Kilometer 7 Sasi terus berkembang.

Dari rencana awal, bandara udara Sasi Kefamenanu ini akan mulai beroperasi pada bulan Maret ini.

Meskipun saat ini, pesawat perintis belum beroperasi, akan tetapi perlahan tapi pasti pembangunan sarana dan prasarana pendukung diperkirakan akan rampung di bulan - bulan yang akan datang.

Menariknya, pada tanggal 22 September mendatang, masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara akan merayakan HUT Kefamenanu ke-104 Tahun.

Kehadiran bandara udara Sasi Kefamenanu akan menjadi kado terindah masyarakat TTU di HUT Kefamenanu Ke-104 Tahun.

Dengan demikian, penantian masyarakat Timor Tengah Utara untuk memiliki bandara udara sendiri akan terbayar, setelah menunggu 56 tahun lamanya.

Manfaat Kehadiran Bandara Udara Sasi Kefamenanu

HUT Kefamenanu ke-104 Tahun, Pemda TTU Aktifkan Kembali Bandara Udara Sasi Kefamenanu, Setelah 56 Tahun tidak Beroperasi. Gambar AI/Tafenpah.com


Sebagaimana yang dialami oleh masyarakat di daerah lain, bahwasannya dengan dukungan bandara udara, geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat serta bidang pariwisata di TTU akan terus tumbuh.

Pertumbuhan bidang pariwisata akan membuka lowongan kerja dan tentunya ikut meningkatkan ekonomi lokal masyarakat TTU.

Selain itu, dengan tingginya volume perjalanan masyarakat TTU menuju kota metropolitan lainnya jauh lebih mudah dan efesien.

Jadi, masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara tidak perlu untuk melakukan perjalanan satu atau dua hari sebelumnya untuk mengejar pesawat di bandara El Tari Kupang.

Efesiensi dan kemudahan tersebut menjadi nilai tambah pemerintah kabupaten Timor Tengah Utara dalam melayani masyarakat.

Kehadiran bandara udara di sebuah wilayah juga mencerminkan kepemimpinan yang pro rakyat dan tentunya humanis.

Mari, kita sambut HUT Kefamenanu Ke-104 Tahun 2026 dengan semangat kerja sama, bersinergi, dan saling mendukung demi kemajuan kabupaten Timor Tengah Utara.

Demikian informasi dan analisis yang TAFENPAH.COM sampaikan pada edisi Senin, 22 Maret 2026.

Sumber gambar : Ilustrasi AI
Referensi : Lintas Biinmaffo

Instagram @tafenpah dan @suni_fredy
Tiktok : @tafenpah.com


TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "HUT Kefamenanu ke-104 Tahun, Pemda TTU Aktifkan Kembali Bandara Udara Sasi Kefamenanu, Setelah 56 Tahun tidak Beroperasi "