Pulang ke Akar: Kepedulian Diaspora NTT dan Gerakan Kolektif Menyelamatkan Masa Depan Generasi

 Redaksi TAFENPAH | Dukung Penulis dengan Secangkir Kopi

Membangun manusia NTT membutuhkan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, masyarakat adat, akademisi, hingga anak-anak rantau yang telah sukses di luar daerah.

Diaspora NTT Jakarta galang dana untuk atasi stunting. Foto: instagram @official_nasdem


JAKARTA, TAFENPAH.com - Peduli kampung halaman adalah tentang tidak melupakan dari mana kita berasal. Kalimat ini bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan sebuah petunjuk/jalan/panduan/arahan, kompas hidup (way of life) yang memanggil setiap anak Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor) di mana pun mereka berpijak.

Sebuah pepatah lokal sering kali mengingatkan kita bahwa sejauh mana pun burung terbang, ia akan selalu merindukan dahan tempatnya pertama kali belajar mengepakkan sayap. Dalam konteks kemanusiaan dan kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT), ingatan akan tanah kelahiran tidak pernah benar-benar luntur oleh hiruk-pikuk kota metropolitan.

Hal tersebut terbukti dalam aksi solidariats diaspora NTT di Jakarta yang baru-baru ini berhasil menggalang dana sebesar Rp1 miliar. Gerakan ini lahir dari satu kesadaran kolektif: mendukung percepatan penanganan stunting di tanah kelahiran.

Diaspora NTT Jakarta galang dana untuk atasi stunting. Foto: instagram @official_nasdem


Stunting: Lebih dari Sekadar Angka dan Statistik


Diaspora NTT Jakarta galang dana untuk atasi stunting. Foto: instagram @official_nasdem


Di tengah gerakan gotong royong ini, hadir pulak sosok putra daerah NTT sekaligus kader Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat. Ia secara konsisten menunjukkan komitmen dan kepedulian mendalam terhadap dinamika sosial di tanah kelahirannya.

Bagi Viktor Bungtilu Laiskodat, persoalan stunting di NTT bukanlah sekadar deretan angka statistik atau kertas kerja birokrasi. Di balik angka-angka tersebut, ada nasib, harapan, dan masa depan anak-anak NTT yang harus diselamatkan.

Mengatasi stunting tidak bisa hanya dipandang sebagai tugas medis belaka, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan kepedulian sosial yang menyeluruh. Pemenuhan gizi yang optimal sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimulai dari masa kehamilan ibu harus berjalan selaras dengan perbaikan kondisi sosio-ekonomi keluarga di pelosok-pelosok desa.

Diaspora NTT Jakarta galang dana untuk atasi stunting. Foto: instagram @official_nasdem


Dari Kepedulian Menjadi Gerakan Nyata

Masyarakat NTT memiliki tradisi gotong royong dan persaudaraan yang mengakar kuat. Ketika persoalan gizi dan kesehatan mengancam generasi penerus, respon terbaik yang dihadirkan adalah tindakan nyata, sebuah pemanggilan atas rasa kemanusiaan (humanity).

Penggalangan dana oleh para diaspora serta keterlibatan aktif tokoh-tokoh daerah menegaskan bahwa pembangunan NTT tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. 


Membangun manusia NTT membutuhkan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, masyarakat adat, akademisi, hingga anak-anak rantau yang telah sukses di luar daerah.

Dari NTT, untuk NTT. Langkah-langkah kecil yang berawal dari empati dan rasa cinta pada tanah kelahiran kini bertransformasi menjadi sebuah gerakan nyata. Sebab, menjaga kesehatan anak-anak hari ini adalah cara terbaik kita merawat peradaban NTT di masa depan.

TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Pulang ke Akar: Kepedulian Diaspora NTT dan Gerakan Kolektif Menyelamatkan Masa Depan Generasi"