Perjalanan Mario G. Klau: Dari Nasi Goreng Kunyit hingga Menjadi Raja Lagu Galau Indonesia
[ Penulis: Frederikus Suni ]
![]() |
| Perjalanan Mario G. Klau: Dari Nasi Goreng Kunyit hingga Menjadi Raja Lagu Galau Indonesia. Foto: INews/Tafenpah.com |
TAFENPAH.COM - Hello sobat Tafenpah, mengulas sosok inspiratif merupakan satu momen hal yang sangat menguras sisi emosional. Bagaimana tidak, di balik kesuksesan para musisi (penyanyi) papan atas Indonesia, kita pun mendapatkan insight (pemahaman baru) tentang arti dari sebuah proses.
Proses menuju kesuksesan, memang tidaklah mudah! Karena kita harus berhadapan dengan banyak rintangan.
Rintangan atau tantangan demi tantangan, pada akhirnya akan mendewasakan kita dalam melihat dunia dengan perspektif (sudut pandang) yang tidak biasa-biasa saja.
Perihal perspektif hidup yang di dalamnya memuat kisah kesuksesan para artis papan atas tanah air, pada edisi ini, TAFENPAH.COM hadir dengan kisah emosional dari Mario G Klau.
Saat ini, siapa sih yang tidak kenal dengan sosok Mario G Klau?
Mario G Klau merupakan juara The Voice Indonesia 2016.
Angka 16 tentunya identik dengan usia Mario G Klau yang saat itu masih berusia 16 tahun. Di usia tersebut, musisi asal Atambua, kabupaten Belu, Timor Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut telah membuktikan, bahwasannya usaha dan doa tidak akan menghianati hasil.
Dalam episode terbaru podcast FS ENT yang dipandu oleh Fani Rahmansyah, Rifqi FTR, Jey, dan Rey, publik diajak mengintip sisi lain dari seorang Mario G. Klau.
Di balik kesuksesannya menciptakan deretan lagu chart-topping, ternyata ada perjuangan keras yang penuh air mata dan tawa.
5 Poin Penting dari Perjalanan Karir Mario G Klau
Berdasarkan analisis TAFENPAH dari youtube FS ENT, berikut adalah 5 hal inspiratif, di balik kesuksesan karir Mario G Klau sebagai berikut:
1. Awal Perjuangan: Tidur di Masjid dan Pos Satpam
Mario menceritakan keberaniannya merantau dari Kupang ke Jakarta pada tahun 2015 di usia 16 tahun demi mengikuti ajang The Voice Indonesia.
Perjalanan Mario G Klau dari Kupang ke Jakarta sangat inspiratif. Karena selama Mario di Jakarta, ia tidak memiliki sanak saudara yang dekat.
Mario sempat merasakan tidur di masjid dan pos satpam di kawasan Kemayoran saat sedang mengantre audisi.
Meski sempat "kalah" di babak Battle, ia diselamatkan melalui steal oleh Coach Kaka Slank dan akhirnya keluar sebagai juara pertama.
2. Terjebak Star Syndrome dan Masa Sulit di Bandung
Kesuksesan instan sebagai juara ternyata sempat membuatnya terlena.
Mario mengaku mengalami star syndrome yang membuatnya tidak fokus berkarier hingga kontrak labelnya berakhir tanpa ada lagu yang benar-benar meledak.
Titik baliknya terjadi saat ia pindah ke Bandung.
Di sana, ia memulai semuanya dari nol bersama tim kecilnya. Mario menceritakan momen ikonik saat mereka hanya memiliki uang Rp15.000 dan harus memilih antara membeli makanan atau rokok.
"Akhirnya, mereka makan bersama dengan menu "Nasi Goreng Kunyit" (nasi digoreng hanya dengan kunyit dan garam) di studio, karena tidak punya uang untuk membeli bumbu dapur," kenang Mario.
3. Kebangkitan Lewat YouTube dan "Pesan Terakhir"
Mario mulai membangun kanal YouTube-nya sendiri dengan konten cover lagu.
Kegigihannya membuahkan hasil hingga mencapai jutaan subscribers. Keberuntungan kembali datang saat lagu lama buatannya yang berjudul "Permintaan Terakhir" dilirik oleh Lyodra, diganti judulnya menjadi "Pesan Terakhir", dan meledak secara organik.
Sejak saat itu, Mario menjadi langganan pencipta lagu untuk penyanyi-penyanyi jebolan Idol seperti Keisya Levronka ("Tak Ingin Usai"), Anggi Marito ("Tak Segampang Itu"), hingga Ziva Magnolya dan Roni Parulian.
4. Fakta Unik: Lagu "Semata Karenamu" yang "Cacat" Produksi
Salah satu lagu solonya yang paling hits, "Semata Karenamu", ternyata memiliki fakta unik.
Mario mengungkapkan bahwa versi di Spotify memiliki vokal yang sedikit bergeser (tidak sinkron) dari ketukan musiknya.
Hal ini terjadi karena ia kelelahan saat proses mixing sendiri dan tidak sengaja menggeser track vokal.
Namun, karena sudah terlanjur rilis dan disukai banyak orang, ia membiarkannya sebagai bagian dari sejarah lagu tersebut.
5. Cita-cita yang Terpendam: Menjadi Pembalap
Meski kini dikenal sebagai musisi hebat, Mario mengungkapkan bahwa jika ia tidak menjadi penyanyi, ia ingin menjadi pembalap motor atau bekerja di bengkel otomotif.
Hobinya memacu adrenalin di lintasan balap sudah ada sejak ia masih di Kupang.
Pelajaran Apa yang Kita Dapatkan dari Kisah Mario G Klau?
Pertama : Merantau adalah jalan terbaik untuk mengubah takdir hidup
Kedua : Meskipun selama di tanah rantau, kerap kali keadaan tidak berpihak pada kita, optimisme dan keyakinan pada diri sendiri, pada akhirnya akan membuka jalan kesuksesan.
Ketiga : Ketika kita sudah mendapatkan berkat melimpah dari Tuhan, kita pun tidak boleh melupakan Iman Kepercayaan kita.
Keempat: Kesuksesan itu bukan jalan instan. Melainkan sukses itu butuh usah, perjuangan, dan kita pun berani merelakan kesenangan sesaat.
Kelima : Saat kita sudah di puncak karir, kita pun terus belajar
Keenam : Kita tidak boleh berpuas diri dalam sesaat.
Ketujuh : Relasi adalah pembawa keberuntungan
Kedelapan : Rekan kerja kita adalah aset jangka panjang.
Kesembilan : Kemampuan membaca situasi
Kesepuluh : Keyakinan pada diri sendiri.
Demikian ulasan dari admin TAFENPAH.COM pada kesempatan ini.
Sumber : Youtube : FS ENT
Instagram Penulis : @suni_fredy
Instagram Tafenpah : @tafenpah.com
Youtube : Perspektif Tafenpah
Tiktok : @tafenpah.com

Posting Komentar untuk "Perjalanan Mario G. Klau: Dari Nasi Goreng Kunyit hingga Menjadi Raja Lagu Galau Indonesia"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih