Sherly Tjoanda: Buruh Nadi Tersembunyi di Balik Roda Ekonomi



Sherly Tjoanda: Buruh Nadi Tersembunyi di Balik Roda Ekonomi. Ig @s_tjo/Tafenpah.com


TAFENPAH.COM - Tidak semua perjuangan itu riuh rendah dengan sorak-sorai di jalanan. 

Kesan itulah yang Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampaikan melalui reels instagram pribadinya @s_tjo, Jumat (1/5/2026).

Gubernur Sherly Tjoanda mengatakan, ada perjuangan yang memilih untuk hadir dalam diam, terpatri dalam setiap tetes keringat di balik tembok-tembok pabrik, di lahan-lahan pertanian yang terik, atau di balik layar teknologi yang terus bergerak tanpa henti. 

Di balik setiap roda ekonomi yang berputar cepat, ada tangan-tangan kokoh para pekerja yang memastikan kehidupan ini tetap berjalan pada relnya.

Hari Buruh sejatinya bukan sekadar peringatan tahunan atau seremonial belaka. Ia adalah pengingat yang mengetuk kesadaran kita akan satu hal yang sangat mendasar: bahwa kerja harus tetap memanusiakan manusia. 

Pekerjaan bukanlah perbudakan modern; ia adalah sarana bagi seseorang untuk mengekspresikan martabatnya.

"Memanusiakan manusia dalam dunia kerja berarti menghadirkan keadilan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. Ada rasa aman yang menyelimuti setiap langkah pekerja, ada ruang yang cukup luas bagi mereka untuk terus bertumbuh, dan yang tak kalah penting, ada kehidupan yang layak serta seimbang di luar jam-jam kerja mereka," ujar Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.


Untukmu, para pejuang ekonomi keluarga:

Terima kasih untuk setiap lelah yang sering kali luput dari pandangan mata.

Tetaplah bertumbuh, jangan pernah berhenti menjaga kualitas dan integritas, serta teruslah mengasah kapasitas diri.

Suarakan harapanmu dengan cara-cara yang santun namun tetap konstruktif, karena suaramu adalah bagian dari perubahan.

Bagi para pelaku industri, mari kita sadari bersama bahwa usaha yang paling tangguh bukanlah yang hanya mengejar angka, melainkan usaha yang mampu bertumbuh selaras dengan kesejahteraan manusianya. 

Setiap celah yang belum sempurna dalam hubungan industrial adalah peluang berharga bagi kita semua; pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk duduk bersama dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih adil dan bermartabat.

Karena pada akhirnya, kita tidak sedang berjalan sendiri-sendiri. 

"Kita sedang membangun sebuah peradaban bersama. Kita merindukan sebuah dunia di mana setiap orang yang bekerja dapat hidup dengan layak, adil, dan penuh kehormatan," tutup Sherly Tjoanda.

Selamat Hari Buruh.
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Sherly Tjoanda: Buruh Nadi Tersembunyi di Balik Roda Ekonomi"