Pendidikan di Perbatasan: Menjaga Semangat di Tengah Keterbatasan



Frederikus Suni, Obrolan Akamsi "Pendidikan di Perbatasan. Semangat di Tengah Keterbatasan." Foto: RRIPRO4KUPANG


KUPANG, TAFENPAH.COM  – Tantangan pendidikan di wilayah beranda terdepan Indonesia masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian dan dedikasi tinggi. 


Menanggapi hal tersebut, RRI PRO 4 Kupang melalui program unggulannya, "Obrolan Akamsi", akan mengangkat topik inspiratif mengenai perjuangan literasi dan edukasi di wilayah tapal batas.

Diskusi kali ini mengusung tema "Pendidikan di Perbatasan, Semangat di Tengah Keterbatasan". Melalui tema ini, diharapkan audiens dapat memahami realitas lapangan serta dedikasi para penggerak pendidikan yang terus berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa meski dihadapkan pada minimnya fasilitas dan akses.






Sosok di Balik Layar: Frederikus Suni

Obrolan Akamsi RRI PRO 4 KUPANG dan TAFENPAH. Foto: RRIKUPANG/TAFENPAH


Narasumber utama dalam dialog ini adalah Frederikus Suni, seorang pemuda yang aktif di dunia literasi dan pendidikan. Frederikus dikenal melalui perannya sebagai:

Pendiri TAFENPAH: Sebuah wadah yang berfokus pada pengembangan komunitas dan literasi.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi: Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Siber Asia (Asia Cyber University), membuktikan bahwa jarak bukan lagi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi di era digital.

Detail Acara

Dipandu oleh presenter Jane Angriani, obrolan ini mengupas tuntas bagaimana strategi bertahan dan berkembang bagi pelajar maupun penggerak pendidikan di wilayah pelosok.


Diskusi ini disiarkan secara langsung pada:

Waktu: 09.00 WITA

Frekuensi: FM 104.3 MHz (Pro 4 RRI Kupang)

Melalui kisah Frederikus, audiens diajak untuk memahami bahwa keterbatasan sarana bukanlah alasan untuk berhenti belajar. 

Sinergi antara pemanfaatan teknologi komunikasi dan kecintaan terhadap budaya lokal menjadi kunci utama dalam memajukan pendidikan di beranda depan NKRI.


TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Pendidikan di Perbatasan: Menjaga Semangat di Tengah Keterbatasan"