Kasih Yang Utama dan Makna Di Balik Kunjungan Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You ke Amore Prime School
Ronny Manas | TAFENPAH
![]() |
| Kunjungan Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You Ke Amore Prime School. Tafenpah.com |
TAFENPAH.COM - Kunjungan Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, Uskup Keuskupan Jayapura ke Amore Prime School merupakan sebuah peristiwa yang melampaui makna seremonial.
Di balik jabat tangan, diskusi ringan hingga dialog serius bersama pimpinan Yayasan Syuradikara Prima tersimpan sebuah gagasan besar tentang masa depan pendidikan di Tanah Papua.
Kunjungan ini menjadi ruang perjumpaan antara visi pastoral Gereja dan pengalaman nyata sebuah sekolah yang mengembangkan pendidikan karakter dan penguasaan bahasa Inggris serta penghormatan terhadap keberagaman sebagai pilar utama pembelajaran.
Mgr.Yanuarius dikenal sebagai Uskup pertama orang asli Papua yang memimpin Keuskupan Jayapura dan secara konsisten memprioritaskan perhatiannya pada pengembangan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.
Oleh karena itu, kunjungan tersebut pun menjadi momentum penuh makna dan diharapkan semakin memperkuat komitmen setiap insan pendidik terutama warga pendidik sekolah Amore Prime School untuk senantiasa menghadirkan pendidikan yang berlandaskan kasih sebagai yang utama (Amore Prime) sebagai bentuk konkrit dari pendidikan humanistik.
Dalam sambutannya di hadapan ketua Yayasan Syuradikara Prima dan jajarannya bersama seluruh kepala sekolah, guru dan siswa Amore Prime School Uskup Jayapura begitu mengamini apa yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers juga Arthur Combs yakni pendidikan humanistik.
![]() |
| Kunjungan Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You Ke Amore Prime School. Tafenpah.com |
Ketiga tokoh di atas (ahli psikologi dan filsuf pendidikan) begitu yakin memposisikan siswa sebagai subjek utama dalam aktus mendidik.
Sebagai ringkasan, Rogers menekankan pentingnya pembelajaran personal yang mensyaratkan guru untuk hadir sebagai fasilitator yang harus menciptakan lingkungan belajar suportif sehingga siswa dapat berkembang secara mandiri.
Sementara itu, Maslow yang terkenal dengan teori Hierarki Kebutuhan. Ia menekankan bagaimana pentingnya mengenal diri sendiri dan mencapai potensi penuh (aktualisasi diri) melalui pengalaman siswa.
Di sini, guru masih mendapatkan misi yang sama yakni hadir sebagai pencipta lingkungan terutama ruang belajar yang memungkinkan seorang siswa menemukan potensi terbaik dirinya.
Sedangkan Arthur yang terkenal dengan pendidikan pembebasan justru melengkapi dua tokoh di atas dalam konsep pendidikan yakni memanusiakan manusia.
Melanjutkan misi pendidikan humanistik yang demikian, masih dibutuhkan hal pelengkap lain yang darinya mendorong langkah generasi muda ke persaingan manca negara.
Berpijak pada harapan ini, keputusan Mgr, Yanuarius mengunjungi Amore Prime School menjadi pilihan yang tepat.
Betapa tidak? Amore Prime School dikenal sebagai sekolah nasional plus yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran.
Namun lebih jauh dan substansial, kekuatan sekolah ini tidak hanya terbatas pada aspek akademik atau kemampuan berbahasa.
Leih dari itu, dilengkapi dengan komitmen membangun karakter peserta didik seperti nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kasih, toleransi dan penghormatan dan penenrimaan terhadap kebhinekaan menjadi budaya yang dihidupi setiap hari.
Karenanya, keberadaan dan kehadiran siswa dari perbedaan latar belakang budaya dan terutama keyakinan lantas dirangkul dalam kegiatan “belajara bersama” menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang memperkaya proses pendidikan.
Nah, dalam konteks inilah, kunjungan Uskup menghadirkan kemungkinan baru. Bukan tidak mungkin, pengalaman pendidikan yang telah dibangun oleh dan di Amore Prime School dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya model pendidikan baru di Tanah Papua.
Gagasan mulia ini, tentu bukan sekedar memindahkan sebuah institusi pendidikan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan mengadaptasikan nilai - nilai terbaiknya sesuai dengan karakter sosial, budaya dan kearifan lokal masyaarakat Papua (Jayapura).
Tanah Papua memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.
Setiap suku menyimpan nilai persaudaraan, gotong royong, penghormatan kepada alam, dan solidaritas yang sangat kuat. Model pendidikan yang dikembangkan di Papua tidak boleh mengabaikan identitas tersebut.
Sebaliknya, pendidikan modern perlu berdialog dengan budaya lokal sehingga melahirkan peserta didik yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar budayanya.
Dalam konteks sebagai seorang gembala, Mgr.Yanuarius Theofilus Matopai You mengamini bahwa Gereja sesungguhnya dipanggil untuk terlibat dalam misi pembangunan manusia melalui pendidikan, pemberdayaan masyarkat dan penguatan kehidupan bersama.
Sehingga jika model pendidikan Amore Prime School hadir di Jayapura maka yang dibangun sejatinya bukan gedung yang megah, namun merupakan sebuah ekosistem pembelajaran yang merupakan ruang perjumpaan lintas agama, lintas budaya dan lintas suku.
Karena itu, kunjungan Uskup Jayapura ke Amore Prime School dapat dibaca sebagai sebuah benih harapan.
Harapan bahwa kolaborasi antara Gereja, lembaga pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berpihak pada masa depan generasi Papua.
Pendidikan yang unggul tidak lahir hanya dari kurikulum yang baik, tetapi dari keberanian menghadirkan visi yang jauh ke depan dan kemauan dan kerelaan hati untuk meleburkan kepentingan ego dalam semangat Kerjasama untuk mewujudkannya.
Pada akhirnya, apabila gagasan membangun model pendidikan Amore Prime School di Jayapura benar-benar diwujudkan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Papua, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan nasional.
Sebab, ketika setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dalam lingkungan yang membentuk kecerdasan, karakter, iman, dan penghormatan terhadap sesama, saat itulah pendidikan menjalankan hakikatnya yang paling mulia.
Memanusiakan manusia dan menyiapkan generasi yang tidak saja mampu membangun Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara namun sanggup bersaing secara global.


Posting Komentar untuk "Kasih Yang Utama dan Makna Di Balik Kunjungan Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You ke Amore Prime School"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih