Dari Kupang untuk Indonesia: Kisah Atanasius dan Eighteen, Sang Pembawa Harapan di Paskibraka Nasional

Frederikus Suni | TAFENPAH

Paskibraka NTT


KUPANG, TAFENPAH.COM -  Ada pemandangan yang begitu menyejukkan sekaligus membanggakan di kantor Wakil Wali Kota Kupang hari ini. Dua remaja putra dan putri asal Kota Kasih tampak berdiri tegak, memancarkan aura disiplin dalam balutan seragam kebanggaan mereka. 

Mereka adalah putra-putri terbaik yang akan mengemban tugas mulia di tingkat nasional.

Melihat mereka berdiri tegap dengan pandangan penuh percaya diri, terselip rasa bangga yang mendalam bagi kita semua warga Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Mereka bukan sekadar remaja biasa. Mereka adalah bukti bahwa talenta-talenta dari ujung timur Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar di kancah nasional.

Profil Sang Pembawa Harapan
Paskibraka NTT

Dua sosok luar biasa yang berhasil lolos seleksi ketat sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun ini adalah Atanasius Meyllano Frans dan Eighteen Jeanette Hekboy.

Atanasius, siswa dari SMA Katolik Giovani Kupang, dan Eighteen, siswi dari SMAN 1 Kupang, telah melalui perjalanan panjang yang tidak mudah. 

Di balik seragam rapi dan senyum mereka, tersimpan kisah kerja keras, kedisiplinan tinggi, dan pengorbanan waktu serta tenaga. 

Mereka harus melewati serangkaian seleksi berjenjang, mengalahkan ratusan siswa hebat lainnya dari seluruh pelosok NTT, hingga akhirnya terpilih untuk membawa nama Flobamorata ke panggung nasional.

Suntikan Semangat dari Sang Senior

Serena Francis


Pertemuan kedua remaja ini dengan Serena Francis, Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Purna Paskibraka Nasional utusan NTT tahun 2015, menjadi momen yang penuh makna. 

Sebagai sosok yang pernah berdiri di posisi yang sama sebelas tahun silam, Serena memahami betul beratnya tanggung jawab yang akan dipikul oleh Atanasius dan Eighteen.

Dalam perjumpaan tersebut, Serena memberikan dukungan penuh sekaligus berbagi pengalaman berharga sebagai bekal bagi mereka. 

Pesan yang disampaikan pun begitu menyentuh, membakar semangat jiwa muda mereka: "Bawa nama baik Kota Kupang, NTT, dan Indonesia. Kami bangga pada kalian!"

Pesan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah amanah untuk tetap menjaga integritas dan performa terbaik saat bertugas di hadapan seluruh rakyat Indonesia nanti.

Doa Seluruh Masyarakat NTT
Paskibraka NTT


Kini, langkah Atanasius dan Eighteen menuju Istana Negara telah dimulai. Mereka tidak lagi membawa nama pribadi atau sekolah, melainkan membawa doa dan harapan dari seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Mari kita berikan dukungan penuh bagi putra-putri terbaik kita ini. Semoga semangat juang mereka tetap terjaga, kesehatan mereka senantiasa dilindungi, dan mereka mampu menjalankan tugas negara dengan sempurna. 

Mari kita doakan kelancaran tugas mereka, agar nama NTT terus harum dan bersinar di kancah nasional.

Selamat bertugas, Atanasius dan Eighteen! Kalian adalah kebanggaan kita semua.
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Dari Kupang untuk Indonesia: Kisah Atanasius dan Eighteen, Sang Pembawa Harapan di Paskibraka Nasional"