Siaran Pers: Yusuf Yudo Still Photographer Film bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia
Siaran Pers
Dear rekan media
Semoga selalu dalam keadaan sehat.
Still photographer merupakan profesi yang bertugas menghasilkan foto-foto diam selama proses produksi film, mulai dari tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi.
Berbeda dengan Director of Photography (DOP) yang membangun alur cerita melalui gambar bergerak, seorang still photographer harus mampu merangkum keseluruhan emosi sebuah adegan ke dalam satu bingkai foto.
Pemahaman tersebut menjadi fokus dalam Progressive Show Volume 3, sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Siber Asia (UNSIA) dengan mengangkat tema "Menjadi Saksi Senyap: Seni Komunikasi Emosi pada Film."
Untuk informasi lebih lengkap, berikut kami lampirkan Siaran Persnya. “Yusuf Yudo: Still Photographer Menjadi Penjaga Emosi dan Identitas Visual Sebuah Film.”
Siaran Pers Cyber Rethoric
Yusuf Yudo: Still Photographer Menjadi Penjaga Emosi dan Identitas Visual Sebuah Film
Cyberrhetoric.unsia - Ketika menonton sebuah film di Bioskop, Youtube, dan beragam media sosial lainnya, penonton biasanya hanya melihat seorang aktor dan sutradara.
Padahal, di balik layar terdapat beragam profesi kreatif yang memiliki peran penting dalam membangun identitas visual. Salah satunya adalah Still Photographer.
Tugas utama dari Still Photographer adalah mengabadikan setiap momen penting di lokasi syuting untuk kebutuhan promosi, publikasi media, dokumentasi produksi, materi pemasaran, sampai pada arsip perjalanan sebuah film.
Meski demikian, profesi Still Photographer hingga kini masih tergolong asing di kalangan masyarakat. Padahal, profesi ini memiliki peranan besar dalam industri film.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ragam profesi dalam industri kreatif, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Siber Asia (UNSIA) menggelar webinar edukatif bersama praktisi industri film Yusuf Yudo, seorang Still Photographer, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Webinar tersebut mengangkat tema "Menjadi Saksi Senyap: Seni Komunikasi Emosi pada Film.
Dalam sesi Progressive Show Vol.3, Yusuf Yudo menjelaskan bahwa still photographer merupakan profesi yang bertugas menghasilkan foto-foto diam selama proses produksi film, mulai dari tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi.
Berbeda dengan Director of Photography (DOP) yang membangun alur cerita melalui gambar bergerak, seorang still photographer harus mampu merangkum keseluruhan emosi sebuah adegan ke dalam satu bingkai foto.
"Saat memotret di lokasi syuting, yang kami pikirkan bukan hanya apakah adegannya menarik, tetapi apakah satu foto itu mampu merepresentasikan keseluruhan cerita film," ujar Yusuf.
Menurutnya, hasil karya seorang still photographer memiliki peran strategis dalam membangun identitas visual sebuah film. Foto-foto tersebut digunakan sebagai materi promosi, mulai dari first look, poster resmi, publikasi media, thumbnail platform streaming, hingga konten media sosial.
Yusuf menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis foto yang menjadi tanggung jawab seorang still photographer, di antaranya production stills atau foto adegan, foto karakter, key art, serta behind the scene (BTS). Masing-masing memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama bertujuan memperkuat komunikasi visual film kepada publik.
Ia juga membagikan tantangan profesi ini yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Pada era kamera DSLR, suara rana kamera sering mengganggu proses syuting sehingga fotografer harus mencari momen saat latihan atau meminta izin melakukan reka adegan setelah proses pengambilan gambar selesai.
Kini, teknologi kamera mirrorless dengan fitur silent shutter memungkinkan fotografer bekerja lebih leluasa tanpa mengganggu jalannya produksi.
Selain menguasai teknik fotografi, Yusuf menekankan pentingnya memahami keseluruhan proses produksi film. Seorang still photographer idealnya membaca skenario sebelum syuting, memahami karakter dan konflik cerita, mempelajari shot list, mengikuti blocking para aktor, serta mengetahui pergerakan kamera utama agar dapat mengambil posisi yang tepat tanpa menghambat proses produksi.
Menurutnya, kemampuan membaca situasi dan menangkap momen spontan menjadi nilai tambah yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.
"Kadang momen terbaik justru muncul di luar adegan utama. Karena itu, seorang still photographer harus selalu siap menangkap ekspresi, interaksi, maupun detail visual yang mampu memperkuat cerita film," jelasnya.
Yusuf menegaskan bahwa meskipun bukan bagian utama dalam proses produksi, keberadaan still photographer memiliki kontribusi besar dalam membangun citra dan strategi promosi sebuah film. Foto yang dihasilkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan menjadi media komunikasi yang menghubungkan karya film dengan calon penontonnya.
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa Universitas Siber Asia diajak memahami bahwa komunikasi visual tidak hanya bergantung pada gambar bergerak, tetapi juga pada satu foto yang mampu menyampaikan cerita, emosi, dan identitas sebuah film kepada publik.
Tentang HIMAKOM Universitas Siber Asia
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Siber Asia merupakan organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik, kepemimpinan, kreativitas, serta jejaring profesional mahasiswa Ilmu Komunikasi melalui berbagai program edukatif, diskusi, webinar, dan kolaborasi bersama praktisi industri.
Informasi Media
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Siber Asia
Email: fredysuni94@gmail.com
Narahubung: Frederikus Suni (082140319973)
Instagram: @suni_fredy
Situs Web Resmi: cyberrhetoric.unsia.ac.id
Akun Instagram : @brosis_komunikasi
Catatan : Mohon cantumkan keterangan foto: cyberrhetoric.unsia.ac.id




Posting Komentar untuk "Siaran Pers: Yusuf Yudo Still Photographer Film bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia "
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih