Dari Kupang ke Desa-Desa Timor: 251 Mahasiswa Unwira Membawa Harapan dan Ilmu untuk TTU
Frederikus Suni | TAFENPAH
251 mahasiswa FEB Unwira Kupang resmi diterima Bupati TTU untuk melaksanakan KKN di 17 desa. Kisah pengabdian, harapan warga, dan semangat belajar bersama masyarakat Timor Tengah Utara
![]() |
| Unwira Kupang/Tafenpah |
TAFENPAH.COM, Kefamenanu - Pagi itu, langit Kefamenanu tampak cerah. Di Alun-alun Kantor Bupati Timor Tengah Utara, ratusan mahasiswa berdiri rapi mengenakan almamater kebanggaan mereka. Di wajah-wajah muda itu tersimpan antusiasme, rasa penasaran, dan semangat untuk memulai perjalanan yang mungkin akan menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup mereka.
Sebanyak 251 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang resmi diterima oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Jumat (17/7/2026).
Namun, bagi masyarakat desa, kedatangan para mahasiswa ini bukan sekadar program akademik tahunan. Mereka datang membawa cerita, energi baru, dan harapan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Menjadi Bagian dari Kehidupan Desa
![]() |
| Dari Kupang ke Desa-Desa Timor: 251 Mahasiswa Unwira Membawa Harapan dan Ilmu untuk TTU. Foto: LintasBiinmaffo/Tafenpah.com |
Selama beberapa minggu ke depan, para mahasiswa akan tinggal dan mengabdi di 17 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Mereka akan bangun pagi bersama warga, ikut melihat aktivitas di kebun, mendengar cerita para petani, membantu administrasi desa, hingga berdiskusi tentang cara memperkuat ekonomi keluarga.
Bagi sebagian mahasiswa, ini adalah pertama kalinya mereka tinggal jauh dari kota dan merasakan langsung dinamika kehidupan desa di Timor.
“Ada rasa gugup, tetapi juga senang karena kami bisa belajar langsung dari masyarakat,” ungkap salah satu mahasiswa peserta KKN. “Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar dan bekerja bersama.”
Kalimat itu terasa sederhana, tetapi mencerminkan semangat utama KKN: pengabdian yang lahir dari kerendahan hati.
Bupati TTU: Belajar dari Masyarakat
![]() |
| Bupati Timor Tengah Utara saat memberikan arahan kepada 251 mahasiswa dari Unwira Kupang. Foto: LintasBiinmaffo/Tafenpah.com |
Dalam sambutannya, Bupati TTU mengingatkan bahwa KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja atau memenuhi kewajiban kampus. Lebih dari itu, KKN adalah kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat secara nyata.
“Jadikan KKN sebagai momentum untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,” pesan Bupati.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, menghormati nilai-nilai budaya serta adat istiadat setempat, dan menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat serta berkelanjutan.
Pesan tersebut terasa sangat relevan bagi Timor Tengah Utara, daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal. Di sini, hubungan antara pendatang dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui program, tetapi juga melalui sikap saling menghormati dan keterbukaan.
Harapan dari Rumah-Rumah Desa
Di banyak desa, warga sering menyambut mahasiswa KKN seperti keluarga sendiri. Mereka menyediakan tempat tinggal, berbagi makanan, dan membuka ruang bagi para mahasiswa untuk mengenal kehidupan mereka lebih dekat.
Bagi para orang tua di desa, kehadiran mahasiswa sering kali menjadi inspirasi bagi anak-anak mereka. Melihat kakak-kakak mahasiswa datang dari Kupang dengan semangat belajar dan mengabdi dapat menumbuhkan mimpi baru: bahwa pendidikan tinggi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
Seorang warga yang hadir saat prosesi penerimaan mengatakan, “Kami senang kalau ada mahasiswa datang. Anak-anak di desa jadi termotivasi untuk sekolah lebih tinggi.”
Ucapan itu mungkin terdengar singkat, tetapi di baliknya tersimpan harapan besar tentang masa depan generasi muda TTU.
Pengabdian yang Meninggalkan Jejak
KKN akan berakhir beberapa minggu lagi, dan para mahasiswa akan kembali ke kampus.
Namun, pengalaman tinggal di desa, mendengar cerita warga, dan bekerja bersama masyarakat kemungkinan akan tetap tinggal dalam ingatan mereka jauh lebih lama.
Begitu pula bagi masyarakat desa, yang mungkin akan mengingat mahasiswa-mahasiswa muda yang pernah datang membawa ide, membantu menyusun administrasi, mengajar anak-anak, atau sekadar duduk bersama di teras rumah sambil mendengarkan kisah kehidupan di Timor.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pertemuan antara dunia kampus dan masyarakat desa seperti ini menjadi pengingat bahwa perubahan sering kali dimulai dari hal-hal sederhana: kehadiran, kepedulian, dan kemauan untuk belajar satu sama lain.
Selamat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata kepada seluruh mahasiswa FEB Unwira. Semoga langkah-langkah kecil yang dimulai dari desa-desa Timor hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun masyarakat yang lebih berdaya, sejahtera, dan penuh harapan.
![]() |
| Dari Kupang ke Desa-Desa Timor: 251 Mahasiswa Unwira Membawa Harapan dan Ilmu untuk TTU. Foto: LintasBiinmaffo/Tafenpah.com |
Sumber: Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara/LintasBiinmaffo





Posting Komentar untuk "Dari Kupang ke Desa-Desa Timor: 251 Mahasiswa Unwira Membawa Harapan dan Ilmu untuk TTU"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih