Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gubernur VBL: Sumber Daya Manusia NTT tidak Bodoh! Tapi, Budaya Literasi Masih Minim

Pater Fritz Meko,SVD, Gubernur NTT Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, MSI, Pdt. Dr. Nelman Wenny, MTh, dan Drs. Yohanes Sehandi, MSi. Foto oleh: Fredy Suni
Penulis: Fredy Suni

KUPANG, Tafenpah.com - Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur itu tidak bodoh! Namun, masalah utama yang terjadi dalam kehidupan nyata adalah tingkat kesadaran masyarakat untuk membaca, menulis, berefleksi, dan rasa ingin tahu masih sangat kurang.


Demikian yang dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam acara Beda Buku & Launching antologi puisi religi Sang Mesias karya Pater Fritz Meko,SVD yang berlangsung di aula Hotel Cahaya Bapa, Jl. Herewila no.34, Naikoten II, Kupang, beberapa hari yang lalu.


Baca Juga: Viktor Bungtilu Laiskodat Apresiasi Karya Pater Fritz Meko sebagai Sastrawan Visioner Nusa Tenggara Timur


VBL juga mengatakan kebangkitan sumber daya manusia NTT merupakan tanggung jawab bersama masyarakat.


Ia juga meminta Rohaniwan Katolik Pater Fritz Meko,SVD untuk terus memberikan pemikiran-pemikirannya yang visioner dan berwawasan iman Katolik kepada masyarakat NTT.


"Saya sangat mengapresiasi karya Pater Fritz Meko yang bernuansa religi" ujarnya.


Sementara kritikus sastra asal Manggarai  Yohanes Sehandi mengatakan selama ini Pemprov tidak memperhatikan perkembangan sastra NTT.


"Gubernur memberi sambutan tapi tidak ada tanggapan. Tapi sastra NTT jalan terus. Karena pendidikan sastra itu unik" timpalnya.


Dosen Universitas Flores ini juga mengatakan karya sastra itu mencuci otak masyarakat dari dalam bukan dari luar.


Baca Juga: Melalui Buku Sang Mesias, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Menyebut Pater Frietz Meko sebagai Manusia Konseptual


Yohanes dengan tegas meminta gubernur VBL untuk menaruh perhatian lebih terhadap perkembangan sastra NTT dengan menjalankan 3 hal berikut; Pemprov sebagai fasilitator menyediakan anggaran untuk membelanjakan buku-buku karya Sastrawan NTT, Pemprov sering mengadakan pameran sastra, dan mengubah karya sastra NTT ke layar lebar sebagaimana yang dilakukan oleh Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang mengangkat kisah "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata.


"Novel Laskar Pelangi yang diadopsi oleh Pemprov Kepulauan Bangka Belitung ke layar lebar meraup kesuksesan yang luar biasa di bidang pariwisata" tuturnya.


Marsel Robot dengan gaya satirisnya mengatakan biarkanlah Sastrawan tersiksa dan menikmati karyanya sendiri.


Apresiasi buku Sang Mesias pun datang dari Pendeta Nelman Wenny yang mengatakan hal senada, yakni Pater Fritz Meko (FM) telah mewariskan pemikiran konstruktif atau pandangan yang membangun kesadaran yang bersifat membina, membangun dan memperbaiki, sehingga kita tidak tenggelam dalam situasi pesimis dan ketakutan yang beralasan.


"FM memberikan paradigma baru dalam dunia pewartaan" ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengatakan cara pewartaan Imam/Pastor dan Pendeta selama ini hanya difokuskan pada pertobatan, pengampunan, dan kasih ketimbang nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri yang merupakan aktor nyata dalam keseharian manusia.


VBL pun menutup acara tersebut dengan statment "pembangunan sumber daya manusia di NTT itu sangat kompleks. Untuk itu, NTT butuh sinergitas dan kolaborasi lintas masyarakat untuk terus menyuarakan budaya literasi iman, literasi membaca, menulis, literasi keuangan, dan pengembangan diri secara berkesinambungan demi perkembangan SDM NTT ke arah yang lebih baik"



Frederikus Suni
Frederikus Suni Hello pembaca Tafenpah...! Salam kenal dari saya Fredy Suni ya |Instagram: @Fredy_Suni18 | TikTok: @TafenpahNew | SnackVideo: @TafenpahNews | Facebook: @Tafenpah Selamat membaca!! Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @Fredy_Suni18

3 komentar untuk "Gubernur VBL: Sumber Daya Manusia NTT tidak Bodoh! Tapi, Budaya Literasi Masih Minim"

Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya! | Terima kasih


Diperbolehkan mengutip tulisan dari blog Tafenpah tidak lebih dari 30%, dengan syarat menyertakan sumber | Mari, kita belajar untuk menghargai karya orang lain | Salam hangat