Manipulasi Data Kemiskinan NTT, Gubernur Melki Peringati Bawahannya, Stop dan Jangan Main-Main
[ Penulis : Frederikus Suni ]
![]() |
| Gubernur NTT peringatin pemdes, camat, bupati, wali kota hingga stafnya di pemprov untuk tidak memanipulasi data kemiskinan. Gambar; Ist |
TAFENPAH.COM - Potretan kemiskinan selalu menjadi topik pembicaraan masyarakat di berbagai sudut desa hingga kota metropolitan Indonesia.
Berkaitan dengan kemiskinan, gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dengan tegas mengecam oknum atau pelaku manipulasi angka kemiskinan di wilayah pimpinannya.
"Stop manipulasi data kemiskinan di NTT," tegas Melki melalui video reels instagram pribadi @melkilakalena.official pada Sabtu, (7/2/2026).
Gubernur Melki juga memberikan peringatan keras kepada Kepala Desa, Bupati, Wali Kota hingga stafnya di pemerintah provinsi untuk tidak main - main dengan data kemiskinan.
"Jangan hanya karena kita pegang kuasa, orang miskin yang kita tahu tidak dukung kita di politik, kita tidak kasih bantuan. Ya, korbannya seperti anak SD di Ngada," lanjutnya.
Gubernur Melki Perigati Kepala Desa hingga Pejabat Pemprov
Sadar atau pun tidak, politik balas budi itu ada dalam setiap pemilihan kepala desa, caleg, bupati, wali kota hingga gubernur.
Sejenak kita melihat ke pusat, khususnya dengan kehadiran banyak kementerian. Apakah dengan banyak kementerian itu nantinya bisa mengurangi angka kemiskinan, selain memberikan kesejahteraan kepada rakyat?
Tentunya tidak! Karena yang menikmati rempah-rempah sumber daya alam negeri ini, hanyalah segelintir orang.
Dari pusat, kita melihat dramatisasi yang terjadi di tingkat desa di NTT.
Di mana, adanya kecenderungan kepala desa terpilih untuk tidak memberikan bantuan apa pun kepada lawan politik, termasuk para pendukungnya.
Bayangkan, di tingkat desa saja sudah terjadi praktik demikian, bagaimana dengan drama politik di tingkat kabupaten, kota hingga pemprov?
Ngeri! Jika filsuf Albert Camus masih hidup, dia akan menertawan kebodohan kita dalam menyaksikan intrik, dramatisasi tebar senyum antar pejabat di layar televisi.
Pada akhirnya, kita akan bunuh diri secara massal.
Analisis
Berdasarkan analisis saya, pejabat mana pun tidak akan jujur dengan rakyatnya.
Fakta di lapangan, ketika musim kampanye, banyak calon pemimpin dari lembaga mana pun menjual janji manis.
Akan tetapi, ketika mereka mencapai tujuan, mereka pun akan mengelabui masyarakat.
Di balik empuknya kursi kepemimpinan, mereka terlena dengan kenyamanan.
Sadisnya, mereka yang bekerja dan berafiliasi dengan partai politik harus tunduk pada mekanisme parpol.
Akibatnya, janji manis mereka tidak terealisasi. Mereka diam, duduk, bekerja, mencari proyek dengan senyum kebahagiaan.
Sementara, rakyatnya menderita. Salah satunya adalah meninggalnya anak SD di Ngada, hanya karena persoalan untuk membeli perlengkapan sekolahnya.
Menanggapi persoalan demikian, alam seolah perlahan tapi pasti membuka aib para pemimpin ke hadapan publik secara terang benderang.
Faktanya, gubernur Melki sekaligus politikus dan mantan Anggota DPR RI tersebut, meminta rekan-rekannya di Senayan dan kementerian lainnya untuk menghentikan kebohongan data kemiskinan di provinsi NTT.
"Sudahlah kita akhiri pura-pura kemiskinan di republik ini, khususnya di NTT," tegas gubernur Melki dengan nada emosional.
Apakah Angka Kemiskinan di Republik Indonesia, Khususnya pemprov NTT hanyalah kepura-puraan?
Mungkin saja ia dan tidak. Akan tetapi, berdasarakan penyampaian dari gubernur Melki, tampaknya ada konspirasi pejabat publik hingga partai politik dalam memanipulasi data kemiskinan di republik ini.
Entah alasannya seperti apa, masyarakat tidak tahu. Karena itulah agenda tersembunyi dari konspirasi global.
Namun, ada satu ungkapan dari gubernur Melki yang sangat menggelitik nurani saya, terutama di menit 1.01 yang berbunyi " saya sudah minta teman-teman di Jakarta, Undang - Undang ini harus kita rubah."
Apakah Undang-Undang itu?
Tidak lain karena manipulasi data kemiskinan hingga politik balas budi, sentimen lawan hingga pendukungnya saat pemilihan berlangsung.
Di samping itu, gubernur Melki juga mengatakan jangan cuman hanya bencana saja, pelaku kejahatan dituntut hingga mati.
"Dalam urusan kemanusiaan, seperti di Ngada, kalaupun memang itu salah gubernur, saya pun siap dituntut mati."
Republik Menghukum NTT sebagai Daerah Miskin, Tapi Masyarakat NTT Jangan Miskin Kepedulian
Dalam tangisan, gubernur Melki menyampaikan kalimat yang membakar emosi masyarakat NTT.
Di mana, republik ini boleh menghukum NTT sebagai daerah miskin. Tapi sebagai masyarakat NTT, kita tidak boleh miskin kepedulian, karakter, gotong royong, musyawarah, kebersamaan dan persatuan.
Karena nilai-nilai itulah yang selama ini menjadi warisan budaya kita dalam menghadapi setiap persoalan.
Untuk itu, mulai sekarang kita harus saling menjaga diri sendiri, tetangga, sahabat, dan siapa pun yang ada di sekeliling kita.
Disclaimer : Gubernur Melki Laka Lena juga mengakui kesalahannya, terutama kasus kematian anak SD di Ngada karena persoalan perlengkapan sekolahnya. Sebagai Gubernur, Melki siap disalahkan dan dirinya juga meminta maaf atas ketidakbecusan pemda Ngada dalam menangani kasus tersebut.

Posting Komentar untuk "Manipulasi Data Kemiskinan NTT, Gubernur Melki Peringati Bawahannya, Stop dan Jangan Main-Main"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih