Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis Misterius di Atas Bukit Cinta

Gadis misterius di bukit cinta


Di atas bukit cinta ini 

Kupandangi rawa menghijau 

Penuh dedaunan enceng gondok 

Kutumpahkan kejenuhan semalam  


Sejauh mata memandang 

Ada sesuatu bergerak di kejauhan 

Kupicingkan pandanganku 

Perahu kecil mengarungi sepinya alam  


Sesosok mahluk berambut panjang

Menurunkan kakinya yang jenjang 

Kenapa gadis manis ini sendiri di sini 

Hanya bertemankan kicauan burung di dahan  


Mataku tak jua mampu kupalingkan 

Demi menikmati indahnya mahluk tak bernama 

Diapun melangkah dalam keheningan 

Kusapu wajahnya satu persatu  


Kesedihan terpancar di sorot matanya 

Ingin kudekati dan kupeluk 

Kusediakan bahuku 'ntuk tempatnya bersandar 

Namun hatiku tak sanggup melangkah   


Kupejamkan mata beralaskan rumput 

Sejenak naluri berteriak dalam diam 

Segera keberanianpun tercurah 

Mata lalang memutari alam  


Namun tak kulihat lagi keindahanmu 

Penyesalan tak berujung 

Dengan langkah gontai kutinggalkan rawa 

Berharap si gadis misterius hadir dalam mimpiku         


Maria Agnes Indah Puspitowaty
Kompasianer
Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Gadis Misterius di Atas Bukit Cinta"