Lagu Batak Paling Sedih, Maralus Do Tangianghi, Karya Jes Pasaribu

[ Penulis : Frederikus Suni ]



TAFENPAH.COM - 

Lagu Maralus Do Tangianghi karya Jes Pasaribu. Digital Imaging ; Frederikus Suni/Tafenpah.com


TAFENPAH.COM - Melalui musik, manusia mendapatkan tempat untuk bercerita, berkeluh kesah, berbagi beban, menginspirasi serta mereview atau melihat kembali siklus perjalanan hidupnya.

Perjalanan hidup manusia selalu berhubungan dengan peristiwa baik dan buruk. Dalam keadaan tidak baik-baik saja, kecenderung terbesar manusia adalah menghindari rasa sakit. 

Sementara ketika manusia berada atau sedang mengalami peristiwa bahagia, dirinya akan tertawa dan mensyukuri setiap proses yang ia lalui.

Semakna dengan ajaran dari filsuf Friedrich Nietzsche, bahwasannya kecenderungan terbesar manusia selama perjalanan hidupnya adalah menghindari rasa sakit, dan manusia lebih memilih hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan.

Kesenangan yang diidamkan oleh manusia itu seperti apa? Untuk menjawab pertanyaan dasar tersebut, mungkin kita perlu mengambil waktu untuk bertanya pada diri kita sendiri. Karena jawaban dari kesenangan hidup setiap orang itu berbeda dan relatif.

Jauh dari problematik atau persoalan besar di atas, admin TAFENPAH pada kesempatan ini akan mengulik salah satu lagu daerah dari tanah Batak, Sumatra Utara yang sangat menyayat hati, menyentuh, sedih, dan mungkin itulah realita yang dialami oleh sang penyanyi.




Studi Kasus, Musik Lokal Menembus Selera wilayah dan Generasi

Pertama-tama, karya musik yang selalu berangkat dari kearifan lokal, belakangan ini sedang mengalami era keemasannya.

Salah satu contoh nyatanya adalah karya atau lagu-lagu berbahasa daerah dari seniman Indonesia Timur, seperti; Tabola Bale (Silet Open Up), Pica Pica (Juan Reza), Orang Baru Lebe Gacor (Ecko Show), Ngapain Repot (Toton Caribo) serta karya fenomenal yang viral dari kawasan Timur.

Fakta di atas telah membuktikan bahwasannya, karya lokal dapat menembus selera wilayah dan generasi.

Dari kawasan Timur, admin TAFENPAH akan membawa pembaca menuju wilayah Barat Indonesia, khususnya seniman lokal dari tanah Batak, Sumatra Utara.

Sejak zaman dahulu, kita sudah sangat familiar atau kenal dengan lagu-lagu Batak, seperti: Anak Meda, Kacang Koro, Mbiring Manggis, Mardua Holong, dan masih banyak lagi lagu Batak yang tren dan diterima baik oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Deretan karya lokal atau daerah Batak di atas juga ikut memberikan kontribusi terhadap kemajuan industri musik nasional, selain musik lokal Batak juga ikut menumbuhkan ekonomi kreatif Indonesia.

Terlepas dari fakta di atas, di awal tahun 2026 ini, ada satu lagu dari tanah Batak, Sumatra Utara yang menurut pengamatan serta analisis TAFENPAH bakal viral di berbagai platform digital, khususnya aplikasi musik, seperti; youtube, Spotify, Apple Music, dll.

Kira-kira, apa sih judul lagu Batak tersebut? Kok, kedengarannya seperti rahasia besar untuk penikmat musik tanah air dan mancanegara?

Tanpa menunggu, inilah judul lagu Batak terbaru dan paling sedih di tahun 2026 :

MARALUS DO TANGIANGHI 

Lagu Maralus Do Tangianghi karya Jes Pasaribu. Digital Imaging ; Frederikus Suni/Tafenpah.com


Lagu Batak yang berjudul ‘MARALUS DO TANGIANGHI’’ merupakan karya dari penyanyi Jes Pasaribu.

Lagu MARALUS DO TANGIANGHI secara garis besar mengisahkan perjalanan rumah tangga dari sepasang suami-istri yang pada akhirnya, mereka tidak mempertahankan bahtera rumah tangga mereka.

Karena salah satunya memilih untuk menikah lagi. Walaupun, mereka mungkin sudah menikah secara negara dan  Gereja, tetapi di hadapan adat, mereka belum diakui.

Akibat dari ego kedua pasangan tersebut adalah anak mereka dtelantarkan!

Untuk mengupkapkan perasaan sakit hati, rasa rindu, dan perasaan lainnya, Jes Pasaribu mampu menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan penuh emosi.

Emosi yang terpancar dari setiap lirik, itulah yang mampu memberikan warna tersendiri dalam lagu MARALUS DO TANGIANGHI.

Dampak Positif dari Lagu MARALUS DO TANGIANGHI

Lagu Maralus Do Tangianghi karya Jes Pasaribu. Digital Imaging ; Frederikus Suni/Tafenpah.com


Sadar atau pun tidak, ketika pertama kali kita mendengar lirik lagu MARALUS DO TANGIANGHI, hati, pikiran, dan emosi kita serasa tercabik-cabik.

Karena Jes Pasaribu dengan suara khas, adem, indah, merdu, dan sangat berkarakter mampu mengkoyak pendengarnya.

Inilah kekuatan dari penyanyi yang bernyayi atau menyampikan isi hatinya melalui lirik lagu dari hati. Menyanyi dengan hati adalah kekuatan utama dari Jes Pasaribu. 

Dampak positif Jes Pasaribu menyanyi dengan hati adalah penikmatnya yang berasal dari luar tanah Batak juga terhanyut dengan setiap melodi, kata demi kata hingga akhir lagu.

Jujur, meskipun admin TAFENPAH dan juga penikmat lainnya tidak bisa berbahasa Batak, tetapi melalui seni musik, terlebih lagu MARALUS DO TANGIANGHI, kami semua merasakan jeritan hati dari kehidupan pasangan di atas.

Suara merdu dibarengi dengan musik selow, perlaha tapi pasti membuat siapa pun jatuh cinta dengan seketika terhadap lagu MARALUS DO TANGIANGHI ciptaan Jes Pasaribu.

Prediksi TAFENPAH: Lagu MARALUS DO TANGIANGHI Bakal Viral 

Lagu Maralus Do Tangianghi karya Jes Pasaribu. Digital Imaging ; Frederikus Suni/Tafenpah.com


Satu keyakinan admin TAFENPAH adalah lagu MARALUS DO TANGIANGHI akan menemukan takdir atau rezekinya.

Perihal kapan dan dalam kondisi seperti apa, lagu Maralus Do Tangianghi viral, Jes Pasaribu tinggal menunggu momennya saja.

Alasan TAFENPAH sangat yakit akan viralnya lagu MARALUS DO TANGIANGHI adalah dalam relatif singkat, khususnya lagu ini baru dirilis pada tanggal 26 Januari 2026 di channel Youtube Jes Pasaribu.

Bayangkan dalam waktu yang singkat tersebut, lagu Maralus Do Tangianghi sudah mendapatkan perhatian dari netizen di platform Instagram, Tiktok, Facebook, Youtube, dll.

Alasan lain dari keyakinan TAFENPAH akan viralnya lagu Maralus Do Tangianghi karena Jes Pasaribu memiliki kualitas dan suara indah, berkarakter, serta ia mampu menyampaikan setiap lirik lagu, seolah ia sedang bercerita dengan pendengarnya.

Kita harus akui, bahwasannya tipikal penyanyi seperti Jes Pasaribu di balantika musik nasional dari zaman dahulu hingga saat ini tidaklah banyak.

Jes Pasaribu merupakan penyanyi yang masuk dalam klasifikasi, kelompok penyanyi idaman industri musik nasional hingga mancanegara.

Karena setiap lirik yang ia sampaikan dapat sampai ke hati penikmatnya.

Inilah kekuatan dari penyanyi yang sangat menjiwai karyanya. Terima kasih Jes Pasaribu karena melalui karyamu, khususnya lagu MARALUS DO TANGIANGI, para pendengarmu mendapatkan inspirasi, semangat hidup, bersyuklur dan menghargai kehidupan rumah tangganya sebelum terlambat.

Sumber: Analisis TAFENPAH.COM

Instagram @tafenpahtimor
Tiktok ; @tafenpah.com
Youtube : PERSPEKTIF TAFENPAH
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Lagu Batak Paling Sedih, Maralus Do Tangianghi, Karya Jes Pasaribu"