Zurich: Menjaga Asa dari Akar Ketika Kesehatan Mental Menjadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Kualitas Hidup
Frederikus Suni | TAFENPAH
Laporan “The Value of Mental Health” membentangkan kacamata baru: kesehatan mental bukan sekadar urusan privat, melainkan denyut utama produktivitas dan perlindungan manusia. Menyongsong usia ke-35 di bumi Indonesia, Zurich memperkuat resonansi kesadaran wellbeing lewat langkah nyata, salah satunya merangkul komunitas melalui ajang Fun Run 5K.
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
JAKARTA, TAFENPAH.com - Bicara soal pembangunan bangsa, pandangan kita kerap terarah pada deretan angka pertumbuhan ekonomi, infrastruktur yang menjulang, atau hiruk-pikuk diskursus politik. Namun, seringkali kita lupa pada ruang paling sunyi di dalam diri manusia: kesehatan mental.
Di Indonesia hari ini, tantangan tersebut kian nyata menyapa. Kementerian Kesehatan RI mencatat ada sekitar 28 juta penduduk negeri ini yang tengah bergulat dengan persoalan kesehatan mental. Di tengah arus zaman yang kian deras menuntut produktivitas tinggi, Zurich Insurance Group melalui laporan terbarunya, The Value of Mental Health (dirilis April 2026), mengingatkan kita bahwa kesehatan jiwa berpaut erat dengan kualitas hidup, denyut produktivitas, hingga ketahanan ekonomi secara makro.
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
Studi mendalam ini memotret persoalan dari tiga sudut pandang esensial yakni people (manusia), productivity (produktivitas), dan protection systems (sistem perlindungan sosial dan asuransi) di enam negara berbeda (Australia, Chile, Jerman, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Inggris). Pesannya jernih: merawat jiwa adalah kerja bersama yang menuntut uluran tangan sejak dini.
Merawat Manusia, Menjaga Produktivitas Bangsa
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
Dari dimensi people, proyeksi global menunjukkan angka prevalensi gangguan mental yang terdiagnosis berada di kisaran 12 hingga 27 persen pada 2030, dengan kecemasan (anxiety) sebagai gelombang yang paling dominan. Benang merah ini terbentang pula di tanah air, di mana prevalensi gangguan mental kian menanjak dari tahun ke tahun dari 6 persen (2013), merangkak ke 9,8 persen (2018), hingga diperkirakan menyentuh angka 20 persen dari total populasi.
Sementara itu, dari kacamata productivity, beban mental yang tak tertangani berpotensi menggerus produk domestik bruto (PDB) hingga 5 persen di negara-negara studi. Ironisnya, kerugian terbesar bukan lantaran cuti sakit, melainkan menyusutnya ruang partisipasi warga akibat terhambatnya kesehatan mental mereka. Secara personal, seseorang bisa kehilangan sekitar 60 hingga 67 hari hidup sehat setiap tahunnya. Akumulasi kerugian kualitas hidup (wellbeing loss) di enam negara tersebut bahkan ditaksir mencapai USD 1 triliun tiap tahunnya.
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
“Berbagai temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas daripada persoalan kesehatan semata, termasuk terhadap produktivitas, kualitas hidup, dan ketahanan ekonomi. Karena itu, upaya menjaga wellbeing perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh,” tutur Edhi Tjahja Negara, Country Manager dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.
Menghadirkan Perlindungan Sebelum Badai Datang
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
Laporan tersebut turut menggarisbawahi urgensi sistem perlindungan (protection systems) yang sigap menjemput bola membantu individu mengenali, merengkuh, dan mendapatkan akses dukungan jauh sebelum risiko berakar semakin dalam.
“Dari sisi perlindungan, kami melihat pentingnya bergerak lebih awal, bukan hanya ketika risiko sudah terjadi. Edukasi dan akses terhadap dukungan yang relevan dan tepat waktu menjadi bagian penting untuk membantu individu menjaga kualitas hidup dan tetap terhubung dengan pekerjaan, keluarga, maupun komunitas,” tambah Edhi.
Di Indonesia, komitmen merawat sesama ini diterjemahkan Zurich melalui ragam program wellbeing yang terintegrasi dalam perlindungan asuransi kesehatan. Berpijak pada empat pilar utama fisik, mental, sosial, dan finansial, Zurich menghadirkan ruang-ruang pencegahan yang dekat dengan keseharian, mulai dari edukasi literasi keuangan, pemeriksaan kesehatan, hingga wadah kegiatan sukarela (volunteering).
Melangkah Bersama Menyongsong 35 Tahun Zurich di Indonesia
![]() |
| Zurich Indonesia. Tafenpah.com |
Merawat raga dan jiwa adalah fondasi dasar dari manusia yang merdeka dan berdaya. Semangat inilah yang dibawa Zurich ke tengah ruang publik seraya merayakan 35 tahun perjalanan membersamai Indonesia.
Melalui ajang “Fun Run 5K” yang digelar pada Minggu (27/09), lebih dari 200 peserta dari insan internal Zurich hingga simpul-simpul komunitas, berlari bersama dalam suasana hangat. Tak sekadar berolahraga, para peserta dibekali perlindungan kecelakaan diri gratis, disertai fasilitas cek kesehatan serta edukasi gaya hidup sehat.
“Memasuki usia ke-35 di Indonesia, Zurich ingin terus berjalan bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Fun Run ini menjadi salah satu langkah kecil dari perjalanan tersebut. Karena kami percaya menjaga wellbeing secara menyeluruh tidak hanya membantu seseorang hidup lebih sehat, tetapi juga mendukung produktivitas, ketahanan finansial, serta kesiapan menghadapi berbagai risiko kehidupan,” tutup Edhi penuh optimisme.
Sumber: Audrey Manuputty | Account Coordinator Praxis
Donasi dan Membership
Tafenpah ditulis dari kampung perbatasan dengan biaya sendiri. Dukung kami agar tetap menulis budaya Timor:
Gopay: 082140319973
BCA : 5930751466
A. N : Frederikus Suni


.png)
.jpeg)
.jpeg)

Posting Komentar untuk "Zurich: Menjaga Asa dari Akar Ketika Kesehatan Mental Menjadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Kualitas Hidup"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih