Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik
Penulis : Frederikus Suni
![]() |
| Muhammad Tito Karnavia, Menteri Dalam Negeri Indonesia, apresiasi warisan budaya di Desa Adat Matabesi, kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Tafenpah.com |
TAFENPAH.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dibuat takjub saat mengunjungi Desa Adat Matabesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kawasan yang berada di perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Kekaguman Tito bukan tanpa alasan. Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan modern, masyarakat adat di Timor Barat tetap teguh menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Menurut Tito Karnavian, Desa Adat Matabesi menghadirkan nuansa yang mengingatkannya pada Desa Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Namun, di balik kemiripan tersebut, Matabesi memiliki karakter, sejarah, dan identitas budaya yang khas.
Salah satu hal yang paling memikat perhatian Mendagri adalah arsitektur rumah adat Matabesi yang tetap berdiri kokoh hingga hari ini.
"Rumah adat ini telah bertahan ratusan bahkan mungkin ribuan tahun. Pepohonan tua juga tetap terjaga, serta nilai budaya yang masih hidup dan berdampak terhadap seluruh aktivitas harian masyarakat adat Matabesi, khususnya di zaman modern," ujar Tito Karnavian.
Kesan Humanis Mendagri dan Gubernur NTT terhadap Kehidupan Masyarakat Adat Matabesi
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
Kehadiran Mendagri Tito Karnavian di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste bukan sekadar agenda seremonial ataupun kepentingan politik.
Lebih dari itu, kunjungan tersebut mencerminkan ketertarikan pemerintah pusat terhadap kekayaan budaya yang masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat di Timor Barat.
Rasa kagum Tito mulai tumbuh saat menyaksikan kemegahan Festival Fulan Fehan yang digelar pada Sabtu, 27 Juni 2026. Festival budaya itu melibatkan hampir 4.000 penari adat Belu dan Dawan yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat perbatasan.
Festival Fulan Fehan 2026 juga mendapat apresiasi dari wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia, Timor Leste, serta sejumlah negara lain yang turut menyaksikan pesta budaya di kawasan perbatasan tersebut.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan Mendagri bersama rombongan bukan hanya melihat rumah adat ataupun menikmati panorama alam Matabesi.
"Tetapi menyaksikan bagaimana sebuah warisan leluhur tetap berdiri, dijaga oleh para tetua adat dan masyarakat Matabesi dari generasi ke generasi," jelas Gubernur Melki Laka Lena.
Mendagri Serius Benahi Perkembangan Museum Fohorai
![]() |
| Masyarakat Desa Adat Matabesi Belu. Tafenpah.com |
Kunjungan Mendagri bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Belu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan Museum Fohorai yang berada di Desa Adat Matabesi.
Ke depan, museum tersebut diharapkan menjadi ruang penyimpanan sekaligus pusat dokumentasi sejarah dan kehidupan masyarakat adat Belu.
Berbagai warisan budaya akan dihimpun di dalamnya, mulai dari tenun tradisional, adat istiadat, sistem pertanian dan peternakan, hingga berbagai bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemprov NTT Dorong Penguatan Desa Adat Matabesi dan Museum Fohorai
![]() |
| Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dorong penguatan Museum Fohorai Matabesi. Tafenpah.com |
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu akan terus memperkuat pengembangan kawasan Desa Adat Matabesi dan Museum Fohorai sebagai pusat pelestarian budaya.
"Ke depan Kampung Matabesi akan diarahkan menjadi salah satu Kampung Budaya Provinsi NTT di Kabupaten Belu, sebagai ruang pelestarian budaya, pengembangan nilai adat, sekaligus menjadi bagian dari potensi wisata budaya NTT," terang Melki Laka Lena.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, para tetua adat, dan masyarakat menjadi kunci agar warisan leluhur tersebut tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional.
Desa Adat Matabesi diharapkan menjadi wajah baru pelestarian budaya di wilayah perbatasan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap tradisi dan identitas leluhur.
Dokumentasi Foto Mendagri Tito Karnavian di Desa Adat Matabesi, Kabupaten Belu, NTT;
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik. Tafenpah.com |












Posting Komentar untuk "Mendagri Tito Karnavian: Desa Adat Matabesi Belu Miliki Kekayaan Budaya dan Sejarah yang Unik"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih