Lestarikan Budaya Lewat Literasi: 26 SD di TTU Unjuk Gigi dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat

 Frederikus Suni | Redaksi TAFENPAH.com


 26 SD di TTU Unjuk Gigi dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat. Foto: Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara/Tafenpah.com

Timor Barat, TAFENPAH.com - Suasana di Bumi Biinmaffo hari ini tampak berbeda dan penuh warna. Sebanyak 26 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berkumpul untuk unjuk kebolehan dalam Lomba Bertutur. 

Menariknya, para peserta tampil memukau dengan mengenakan busana adat khas dari daerah asal sekolah masing-masing, menciptakan perpaduan indah antara literasi dan kelestarian budaya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU ini digelar pada Kamis (18/6) di Kefamenanu. 

Momentum berharga ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten TTU, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu.

Sejumlah sekolah yang ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini di antaranya adalah SD Negeri Nunpo, SD Katolik Tuamau, SD Koko, SD Negeri Gua Aplasi, SD Negeri Banoko, SD Negeri Mena, SD Negeri Oeftoh, SDK Kiupasan, SD Negeri Bakan, SDK Maubesi I, SDK Rita Kasia, SD Katolik Tualeu, SD Negeri Letenaek, SD Katolik Oenopu, SDK In’Ane, SD Negeri Kaesneon, SDK Kuatnana, SD Negeri Manufonu, SDK Lurasik, SDK Ponu, SD Negeri Kiupunu, SD Negeri Lemon, SD Negeri Ponu 2, FATKE, hingga SDK Napa. 

Tingginya antusiasme terlihat dari beberapa sekolah yang bahkan mengutus lebih dari satu peserta terbaik mereka.



Menghidupkan Kembali Kisah "Neon Bali"

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU, Robertus Nahas, S.Sos., menjelaskan bahwa lomba bertutur ini bukan sekadar ajang kompetisi. 

Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan melatih anak-anak agar gemar membaca, memahami isi bacaan, serta mampu menyampaikannya kembali dengan penuh percaya diri.

“Materi yang dibawakan peserta mengangkat cerita rakyat dan kekayaan budaya Kabupaten TTU, salah satunya kisah legendaris Neon Bali. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mendongkrak kemampuan literasi, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan leluhur daerah kita,” ujar Robertus hangat.

Robertus menambahkan, penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri profesional. Lomba ini sendiri merupakan agenda tahunan yang nantinya akan berlanjut ke program pemilihan duta baca serta lomba resensi buku.

Melalui panggung ini, para pelajar diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan minat baca, mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta berani berekspresi secara kreatif. 

Robertus juga mengajak anak-anak di TTU untuk segera membuat kartu anggota perpustakaan daerah demi memanfaatkan fasilitas buku gratis sebagai jendela dunia.


Total Hadiah Jutaan Rupiah

Untuk mengapresiasi kerja keras dan bakat luar biasa para peserta, panitia telah menyiapkan piala serta uang pembinaan dengan total jutaan rupiah. Berikut rincian hadiah yang diperebutkan:


Juara I: Rp5.000.000

Juara II: Rp4.000.000

Juara III: Rp3.000.000

Juara IV: Rp2.000.000

Juara V: Rp1.500.000

Juara VI: Rp1.000.000

Melihat semangat anak-anak mengenakan tais (kain tenun) sambil mengisahkan cerita rakyat dengan lantang, masa depan literasi dan budaya di Kabupaten TTU tentu terasa semakin cerah. Maju terus literasi anak-anak Biinmaffo!

Sumber: Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara/ Mitra Publikasi TAFENPAH.com

TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Lestarikan Budaya Lewat Literasi: 26 SD di TTU Unjuk Gigi dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat"