Klaudius Boik: IMAPEN Baru Tak Boleh jadi Simbol, Harus Hadirkan Aksi Nyata untuk Naibenu Timor Barat
Kontributor : Denisius Oki
![]() |
| Pelantikan kepengurusan baru Ikatan Mahasiswa Pelajar Naibenu/Imapen. Foto: Tafenpah.com |
Kefamenanu, TAFENPAH.COM – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pelajar Naibenu (IMAPEN) Kefamenanu periode 2026–2027, Klaudius Yofandi Boik, menegaskan bahwa kepengurusan baru IMAPEN tidak boleh hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata melalui kerja kolektif, penguatan solidaritas, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Klaudius dalam pidato perdananya usai resmi dilantik bersama Badan Pengurus Harian (BPH) IMAPEN Kefamenanu periode 2026–2027, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, tema pelantikan "Meneguhkan Amanah, Menguatkan Solidaritas serta Mewujudkan Aksi Nyata Menuju IMAPEN yang Berdampak" bukan sekadar slogan seremonial, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan selama satu periode kepengurusan.
"Saya berdiri di sini bukan sekadar sebagai simbol pergantian kepemimpinan. Ini adalah kompas yang akan menuntun arah langkah kita selama satu periode ke depan. Tema pelantikan hari ini bukan hanya kata-kata indah, tetapi sebuah sumpah, janji, dan visi besar yang harus kita wujudkan bersama," ujar Klaudius.
Ia mengatakan amanah kepemimpinan merupakan bentuk kepercayaan besar dari seluruh anggota IMAPEN yang harus dijawab dengan tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.
Menurutnya, menjadi pengurus organisasi bukanlah ajang mencari popularitas, melainkan ruang untuk melayani, mengabdi, dan bertumbuh bersama.
"Ketika kita mengucapkan sumpah jabatan, saat itu pula kita meninggalkan kepentingan pribadi. Kita sepakat menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan individu maupun kelompok. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi," tegasnya.
Klaudius mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk selalu mengingat tujuan awal bergabung dalam IMAPEN, yakni menjadi representasi mahasiswa dan pelajar asal Naibenu yang mampu membawa manfaat bagi daerah asal.
"Di pundak kita tertanam harapan orang tua di kampung dan masyarakat Naibenu yang menginginkan lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, peduli, dan siap berkontribusi bagi tanah kelahiran," katanya.
Selain meneguhkan amanah, Klaudius menilai solidaritas merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa IMAPEN tidak boleh hanya memiliki solidaritas yang muncul saat pelaksanaan kegiatan atau program kerja semata, melainkan harus membangun persaudaraan yang tumbuh dalam kehidupan organisasi sehari-hari.
"Solidaritas yang kita bangun bukan solidaritas semu. Kita membutuhkan solidaritas yang membuat kita saling merangkul ketika ada anggota yang mengalami kesulitan, saling mengingatkan ketika ada yang mulai melenceng, dan saling melengkapi satu sama lain. Di dalam IMAPEN kita adalah satu keluarga besar," ujarnya.
Menurut Klaudius, tantangan yang dihadapi mahasiswa dan pelajar saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan akademik, degradasi moral, hingga persaingan di era global yang menuntut kompetensi tinggi.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota menjaga persatuan sebagaimana filosofi sapu lidi yang hanya akan menjadi kuat apabila disatukan.
"Satu lidi mudah dipatahkan, tetapi ketika diikat menjadi satu akan menjadi kuat. Jadikan solidaritas sebagai kekuatan yang tidak mudah dipatahkan oleh tantangan apa pun," katanya.
Lebih lanjut, Klaudius menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, IMAPEN tidak boleh menjadi organisasi yang hanya aktif berdiskusi tanpa menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
"Organisasi yang hebat bukan hanya pandai merangkai kata-kata dalam ruang diskusi, tetapi mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Ia berharap IMAPEN mampu menjadi motor penggerak perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat Naibenu.
Pengembangan kapasitas anggota, menurutnya, juga harus menjadi prioritas agar lahir kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan jiwa kepemimpinan.
Selain itu, IMAPEN diharapkan menjadi ruang diskusi yang kritis, konstruktif, dan solutif dalam mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Mengutip tokoh dunia Nelson Mandela, Klaudius mengingatkan bahwa pemuda hari ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
"The youth of today are the leaders of tomorrow. Di era digital seperti sekarang, kita dituntut adaptif, kreatif, dan inovatif. Jangan biarkan teknologi mengendalikan kita, tetapi kitalah yang harus memanfaatkannya untuk kemajuan organisasi," ujarnya.
Di akhir pidatonya, Klaudius menegaskan bahwa keberhasilan IMAPEN tidak mungkin dicapai tanpa dukungan seluruh anggota, para senior, alumni, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya.
Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk bersama-sama membangun IMAPEN menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, serta pembangunan Kecamatan Naibenu.
"Mari kita jadikan IMAPEN sebagai rumah bersama untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Dengan amanah yang kita pegang, solidaritas yang kita bangun, serta aksi nyata yang kita lakukan, saya yakin IMAPEN akan menjadi organisasi yang benar-benar berdampak bagi Naibenu dan masyarakat," pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Klaudius Boik: IMAPEN Baru Tak Boleh jadi Simbol, Harus Hadirkan Aksi Nyata untuk Naibenu Timor Barat "
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih