Karier Jalan Terus, Gelar Doktor Jalan Kompak: Menjawab Tantangan Era Perubahan Lewat USC Rossier

Noviana B. Rasyid | Media Relations Manager

USC Rossier Graduation. Foto: Public Relations/PR Novia B. Rasyid/Tafenpah.com


Jakarta, TAFENPAH.com - Lanskap kepemimpinan di Indonesia dan kawasan Asia saat ini sedang bergerak ke arah yang semakin menantang. 

Di tengah gempuran transformasi digital, dinamika pola kerja baru, dan target organisasi yang kian tinggi, peran seorang pemimpin tidak lagi sesederhana mengambil keputusan strategis di balik meja. 

Hari ini, pemimpin dituntut menjadi arsitek ketahanan organisasi yang mampu menjaga relevansi, memicu adaptasi, dan gesit menavigasi ketidakpastian.

Namun, mari kita berefleksi sejenak: sejauh mana kapasitas kepemimpinan kita benar-benar berkembang seiring kompleksitas yang dihadapi?




Bagi para profesional senior, pengalaman bertahun-tahun di lapangan tentu menjadi modal berharga. 

Namun, tantangan baru yang bersifat multidimensional dan berbasis data sering kali membutuhkan formula baru. 

Kesenjangan inilah yang memicu tingginya kebutuhan akan pengembangan diri yang lebih terstruktur, reflektif, dan berbasis pengetahuan.

Di sinilah pendidikan lanjutan menemukan urgensinya. Program doktoral profesional kini bukan lagi sekadar gelar di atas kertas, melainkan jembatan emas yang menghubungkan praktik lapangan dengan riset terapan. 

Pendekatan ini membantu para pemimpin untuk menguji asumsi, memahami pola, dan mengeksekusi transformasi dengan landasan bukti (evidence-based) yang kokoh.

Menjawab kebutuhan tersebut, USC Rossier School of Education hadir menawarkan solusi global bagi para profesional di Asia melalui dua program unggulannya: Doctor of Education in Organisational Change and Leadership (OCL) dan Doctor of Education in Educational Leadership (EDL).

OCL & EDL: Menempa Pemimpin Visioner Lewat Cohort-Based Learning

Kedua program International Cohort ini dirancang khusus dengan fleksibilitas tinggi tanpa mengorbankan kualitas akademik. Dilaksanakan sepenuhnya secara daring, program ini mengadopsi sistem cohort-based learning yang sangat adaptif dengan jadwal sibuk para eksekutif.

- Program OCL (Organisational Change and Leadership): Dirancang untuk profesional senior di sektor bisnis, pemerintahan, organisasi nirlaba, hingga sektor pendidikan yang sedang memimpin atau mempersiapkan transformasi organisasi skala besar.

- Program EDL (Educational Leadership): Ditujukan khusus bagi para pemimpin sekolah aktif—seperti kepala sekolah, pimpinan institusi, dan direktur kurikulum—yang ingin memperluas dampak kepemimpinannya pada level tata kelola institusi global.

"USC merupakan salah satu institusi terkemuka dalam pendidikan doktoral profesional. Program Doctor of Education kami menghadirkan pengalaman belajar serta jaringan profesional bertaraf global," ujar Mark Robison, Vice Dean, USC Rossier School of Education.

"Program OCL mempersiapkan pemimpin mendorong transformasi di berbagai sektor seperti bisnis, hukum, hingga militer. Sementara itu, cohort baru dalam program EDL berfokus pada tata kelola, pendanaan, dan kepemimpinan sekolah internasional untuk mendukung komunitas sekolah internasional global yang terus berkembang."

Belajar dari Perspektif Lintas Industri

Salah satu daya tarik utama dari program OCL International Cohort adalah format belajarnya yang "ramah profesional". Kuliah tatap muka daring diadakan setiap Sabtu pagi waktu Singapura (07.30–12.00 SGT).

Hebatnya lagi, program ini melengkapi pembelajaran jarak jauh dengan dua sesi immersive weekend tatap muka langsung di Singapura pada Term 1 dan Term 5. 

Sesi ini menjadi ruang intim bagi para peserta untuk berinteraksi langsung, bertukar perspektif, dan membangun koneksi yang kuat dengan sesama profesional lintas industri dari seluruh penjuru Asia.

Memimpin Sekolah di Tengah Tuntutan yang Dinamis

Bagi Anda yang bergerak di sektor pendidikan, tantangan mengelola institusi saat ini jauh lebih kompleks dari sekadar memastikan KBM berjalan lancar. Pemimpin sekolah harus melek tata kelola, manajemen sumber daya, hingga adaptasi kurikulum yang dinamis.

Melalui program EDL International Cohort (yang juga diadakan setiap Sabtu pagi), kurikulum disusun dengan berlandaskan prinsip equity dan social justice. Fokusnya sangat tajam pada tata kelola, pendanaan, dan kepemimpinan sekolah internasional. Menariknya, materi yang diajarkan bersifat praktis sehingga bisa langsung diimplementasikan di institusi masing-masing.

Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh Etta Wong, seorang mahasiswa OCL aktif saat ini. Menurutnya, program ini sukses mengawinkan standar akademik global dengan relevansi dunia kerja.

"Bergabung dengan komunitas USC Rossier memberikan kesempatan mempelajari berbagai pendekatan baru dalam memimpin program pendidikan global di universitas kelas dunia. Format onlinenya membuat saya bisa menjalani proses akademik secara fleksibel tanpa harus mengorbankan karier. Saya juga sangat antusias bisa bertukar perspektif dengan profesional dari berbagai industri untuk menciptakan dampak yang lebih luas," ungkap Etta.

Ambil Langkah Kepemimpinan Anda Berikutnya!

Siap mengakselerasi karier dan memperluas dampak kepemimpinan Anda tanpa harus meninggalkan posisi Anda saat ini? Pendaftaran untuk OCL dan EDL International Cohort kini telah resmi dibuka.

Batas Akhir Pendaftaran: 10 Juli 2026
Mulai Perkuliahan: 24 Agustus 2026
Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari jaringan global ini. Informasi lebih lengkap mengenai kurikulum dan proses pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi berikut:

EdD in Organizational Change and Leadership International Cohort
EdD in Educational Leadership International Schools Cohort
Karier melesat, akademik kompak berjalan. Saatnya bertransformasi bersama USC Rossier!
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Karier Jalan Terus, Gelar Doktor Jalan Kompak: Menjawab Tantangan Era Perubahan Lewat USC Rossier"