Investasi Bukan Berarti Eksploitasi: Visi Ekologis Sherly Tjoanda untuk Masa Depan Maluku Utara

[ Redaksi TAFENPAH ]

Sherly Tjoanda, Maluku Utara tidak tolak investasi, tapi investor wajib menjaga ekologis. TAFENPAH.COM


TAFENPAH.COM - Maluku Utara kini tengah menjadi sorotan nasional sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, mencapai angka fantastis 34%. Namun, di balik angka pertumbuhan yang memukau tersebut, muncul sebuah pertanyaan besar: Apakah kemajuan ekonomi ini selaras dengan kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam?

Dalam sebuah pernyataan tegas yang terekam dalam unggahan terbaru kanal YouTube Perspektif Tafenpah, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan posisi pemerintah daerah terhadap arus investasi yang masuk, khususnya di sektor hilirisasi tambang.




Pertumbuhan yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Angka

Gubernur Sherly dengan jelas menyatakan bahwa Maluku Utara sama sekali tidak menolak investasi. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa pertumbuhan hari ini tidak boleh mengorbankan masa depan ekologis daerah.

"Kami hanya memastikan bahwa pertumbuhan hari ini tidak mengorbankan masa depan ekologis kita," tegasnya dalam video tersebut. Hal ini menjadi peringatan bagi para investor agar tidak hanya mengeruk kekayaan alam tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Kesenjangan Antara Pertumbuhan dan Realitas Lapangan

Meskipun mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia, Sherly jujur mengakui bahwa angka 34% tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam pemerataan ekonomi masyarakat.

Fasilitas dasar seperti jalan, jembatan, dan konektivitas antarwilayah di Maluku Utara masih memerlukan perhatian serius.

Bagi pemerintah daerah, investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi pemilik tanah itu sendiri (masyarakat Maluku Utara).

Menyiapkan Masa Depan Pasca-Tambang

Salah satu poin paling visioner dalam pernyataan tersebut adalah kesadaran bahwa sumber daya tambang bersifat terbatas dan akan habis dalam kurun waktu sekitar 20 tahun. 

Sherly mendorong agar hasil dari sektor tambang saat ini segera dialokasikan untuk membangun pondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, seperti:

Infrastruktur Dasar: Jalan dan jembatan yang kuat.

Layanan Esensial: Pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Sektor Pengganti: Memperkuat sektor perikanan, pariwisata, dan pertanian sebagai motor baru PDRB saat tambang sudah tidak lagi beroperasi.


Visi Sherly Tjoanda adalah sebuah ajakan untuk berpikir jauh ke depan

Investasi harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan, bukan lubang kehancuran ekologis. Bagi Maluku Utara, menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian alam adalah harga mati demi generasi yang akan datang.

Tonton video selengkapnya di sini: Gubernur Sherly Tjoanda : Maluku Utara Sonde Tolak Investasi, tapi Investor Wajib Jaga Ekologis





TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Investasi Bukan Berarti Eksploitasi: Visi Ekologis Sherly Tjoanda untuk Masa Depan Maluku Utara"