Keduanya Kudus

Penulis : Ronny Manas

Keduanya Kudus. Ilustrasi gambar Shutterstock


Cinta dan panggilan
datang tanpa suara,
namun getarnya menetap
di ruang terdalam jiwa.

KEDUANYA KUDUS!
Cinta mengikat dua hati,
Sedangkan "sunyi" mengikat diri
pada janji yang lebih tinggi.

Yang satu menuntut kesetiaan pada wajah,
Pada tangan yang digenggam setiap pagi,
Pada luka yang disembuhkan bersama,
hingga usia belajar berserah pada ujung usia

Yang lain menuntut kesetiaan pada Yang Tak TerpancaIndrawi,
Pada doa yang tak selalu dimengerti,
Pada sepi yang dipeluk dengan iman,
hingga ego pun belajar mati

Bukan tentang mana yang lebih suci,
melainkan tentang kejujuran memilih,
sebab kesucian lahir dari keteguhan,
bukan dari keraguan yang dipelihara.


Maka bila kau memilih cinta,
setialah sepenuh jiwa.
Bila kau memilih sunyi yang dipanggil Tuhan,
jangan menoleh ke belakang sambil melirik jalan lain

KEDUANYA KUDUS!
Namun hatimu tak dicipta untuk terbelah.
Setialah pada salah satunya,
Niscaya hidupmu utuh,
Jua cintamu sungguh menjadi doa.
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Keduanya Kudus"