Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Moral dan Etika Etnis Dawan Timor

Penulis: Frederikus Suni 

Generasi penerus bangsa, khususnya etnis Dawan Timor Indonesia dari SDK Haumeni. Sumber gambar: Filus Mano (Tafenpah.com) 

Tafenpah.com - Pendidikan moral dan etika dari etnis Dawan (Atoin Meto) atau kelompok yang mendiami wilayah Timor Indonesia, mulai dari daratan kota Kupang (Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT) hingga sebagian warga Timor Leste, menjadi role model atau panutan dalam dunia pendidikan dewasa ini.

Salah satu ajaran moral dari etnis Dawan Timor kepada generasi mudanya adalah berani mengatakan kebenaran, meskipun fakta atau kebenaran itu selalu menghadirkan resiko dan tanggung jawab yang besar di pundak. 

Akan tetapi, kebenaran adalah hal mutlak dan harus diperjuangkan, sebagaimana perjuangan dari filsuf Sokrates di hadapan penguasa Yunani, meski filsuf ini rela meminum racun, demi membuktikan kebenaran di hadapan publik.

Sementara, Etika yang diajarkan oleh setiap orang tua etnis Dawan Timor kepada anak-anaknya adalah melaksanakan atau melakukan segala pekerjaan dengan benar dan jujur.

Terlepas dari fakta atau kenyataan generasi Dawan Timor di dunia kerja, entah mereka sudah menjalankan moral dan etika, sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua dan leluhurnya, penulis tidak dapat menyajikan fakta maupun angkanya.

Penilaian publik, dapat disesuaikan dalam membangun relasi persahabatan maupun relasi antar karyawan maupun antar bos dan karyawan yang berasal dari etnis Dawan Timor NTT.

Intinya, orang tua dan para leluhur etnis Dawan Timor Indonesia, sudah meletakkan fondasi moral dan etika kepada generasi mudanya.


Studi Kasus Terkait Pertanggungjawaban Moral dan Etika dari Generasi Muda Timor Indonesia


Pagi itu, tepatnya sehabis hujan, Jak dan Jeny sedang terlibat perdebatan yang sengit untuk membuktikan kebenaran, terkait hancurnya sebuah Televisi yang baru saja dibeli oleh orangtua mereka.

Perdebatan itu pun mengundang perhatian dan rasa kepoisme dari kedua orang tua Jak dan Jeny.

"Hentikan! Teriak sang ayah."

Sementara, wajah Jak dan Jeny yang semula bak Spiderman dan Wonder Woman, perlahan terlihat ketakutan dengan sang ayah yang menghampiri mereka.

"Apa yang kalian ributkan? Tanya sang ayah."

"Tuh, televisinya rusak, jawab Jeny"

"Siapa yang merusaknya? Tanya sanga ayah."

"Jakarta yang jatuhin televisinya, pak, balas Jeny."

"Jak, sini kau," pinta sang ayah."

"Ehmmmm, pak sebenarnya saya tidak sengaja menjatuhkan televisi, ketika saya berusaha untuk mengambil buku diary saya yang waktu itu saya letakkan di atas lemari tv. Tapi, tanpa sadar, buku diary jatuh dan diikutin beberapa buku, akhirnya tv-nya jatuh, terang Jakarta."


Sang ayah lama terdiam dan perlahan mengangkat kelapa, sembari menurunkan nada bicaranya, lalu mengatakan, saya bangga dengan kejujuran kalian.

Kalian telah mengatakan kebenaran, terutama kamu Jeny. Dan saya juga bangga dengan kamu Jak, karena kamu telah berani mengatakan kebenaran, meskipun resikonya mungkin saja saya marah dan tidak menutup kemungkinan menampar kamu.

Akhirnya, pembaca mendapatkan insight atau pemahaman baru, terutama ajaran moral dan etika dari etnis Dawan Timor Indonesia, bahwasannya dalam moral, kita diajarkan tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup.

Sedangkan, etika mengajarkan berbuat atau bertindak sesuai dengan apa yang diajarkan dalam moral, sebagaimana yang dilakukan oleh Jak dan Jeny.






Frederikus Suni Admin Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group Frederikus Suni (Fredy Suni) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia (Asia Cyber University) | Frederikus Suni pernah DO dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta || Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @suni_fredy || @tafenpahcom || @pahtimorcom || Youtube: @Tafenpah Group

Posting Komentar untuk "Pendidikan Moral dan Etika Etnis Dawan Timor "