Tren Kepindahan Bintang Sepakbola Top ke Asia dan Amerika menandakan New Renaisans dan berakhirnya Dominasi Liga Eropa


Fenomena kepindahan para pemain top dunia dari Liga Eropa ke Asia dan Amerika, menandakan new renainsans di industri sepakbola dunia | Foto instagram @cristiano

Tafenpah.com – Fenomena atau trend hijrahnya bintang Top Liga Eropa ke Asia dan Amerika Serikat, menandakan akhir dari kejayaan sepakbola di liga-liga terbaik Eropa.


Dominasi industri sepakbola dunia memang masih menjadi milik benua Eropa. Tapi, perlahan, masa kejayaan sepakbola terbaik Eropa itu akan berakhir.


Sama halnya dengan zaman kejayaan filsafat abad pertengahan di Eropa. 

Meskipun berbeda disiplin ilmu, tapi pergerakkannya menuju satu destinasi perubahaan, yakni pemerataan industri sepakbola dunia.


Setiap tahun atau musim, ratusan bahkan ribuan pemain profesional dari berbagai negara, berlomba-lomba untuk datang dan merumput di liga-liga Eropa.


Persaingan itulah yang mengakibatkan kesenjangan antara sepakbola Eropa dan benua lainnya.


Namun, sejak Carlos Teves (eks pemain Manchester City), Xavi Hernandes (eks pemain Barcelona) yang kini menjadi pelatih Barcelona hijrah ke industri sepakbola Asia, khususnya Uni Emirat Arab dan Tiongkok (China), mata dunia makin terbuka dengan berlian yang ada di benua terbesar dunia ini.


Puncaknya adalah mantan penyerang Manchester United, Juventus, dan Real Madrid yang terkenal dengan  ketampanannya,  Cristiano Ronaldo yang memilih untuk bergabung dengan Al-Nassr FC dengan bayaran fantastis di akhir Piala Dunia 2022.


Kepindahan Cristiano Ronaldo dari M.United ke klub yang bermarkas di Riyadh, Uni Emirat Arab, memunculkan beragam spekulasi akan berakhirnya masa kejayaan penyerang timnas Portugal ini di sepakbola dunia.


Tapi, fakta berkata lain, yakni justru Cristiano Ronaldo makin moncreng bersama dengan Al-Nassr FC.


Meskipun usianya sudah memasuki kepala 4, tapi produktivitas golnya mengalahkan pemain-pemain muda.


Kontribusi CR7 kepada timnas Portugal juga makin oke aja. 


Hipotesa sementara adalah bukan tentang liga terbaik atau tidaknya, tapi ini soal insting dan kecerdikan pemain dalam memanfaatkan setiap pertandingan dan mengonversinya menjadi gol untuk kemengan timnya.


Kisah kepindahan Lionel Messi ke Inter Miami di Major League Soccer juga menggemparkan industri sepakbola Eropa dan dunia.


Pasalnya mega bintang eks PSG ini, sejatinya punya beragam opsi untuk tetap merumput di Eropa.


Tapi, Lione Messi tahu bahwasannya industri sepakbola Eropa pada waktunya akan tenggelam dengan kebangkitan sepakbola Asia dan Amerika Serikat.


Taruhlah, dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan, pemain-pemain top dunia akan menyusul jejak CR7 dan Lionel Messi di Liga Asia dan Amerika Serikat.


Di situlah, era keemasan sepakbola terbaik Eropa berakhir. Maka, terciptalah new renaisans atau era perubahan dan pertumbuhan sepakbola Asia dan Amerika.


Sumber: Analisa dan Opini Penulis


Penulis: Frederikus Suni

Frederikus Suni Admin Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group Frederikus Suni (Fredy Suni) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia (Asia Cyber University) | Frederikus Suni pernah DO dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta || Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @suni_fredy || @tafenpahcom || @pahtimorcom || Youtube: @Tafenpah Group

Posting Komentar untuk "Tren Kepindahan Bintang Sepakbola Top ke Asia dan Amerika menandakan New Renaisans dan berakhirnya Dominasi Liga Eropa"