Gubernur Melki Laka Lena, Gandeng 32 Peneliti Bangun NTT dengan Pendekatan Riset dan Data Ilmiah
[ Penulis : Frederikus Suni ]
Setiap program pemerintah harus memiliki parameter yang jelas dan terukur, sehingga capaian pembangunan dapat dinilai secara objektif dari tahun ke tahun. Target lima tahun ke depan harus dapat diterjemahkan dalam indikator yang konkret.
![]() |
| Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lene, saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi NTT. TAFENPAH.COM |
TAFENPAH.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur kaya akan keindahan alam, laut, budaya, dan sumber daya manusianya. Kekayaan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pemimpin di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste dalam membangunnya.
Kompleksitas persoalan yang ada di provinsi NTT tidak akan selesai hanya dengan pergantian pemimpin. Berdasarkan catatan TAFENPAH.COM, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penghalang maju dan berkembangnya NTT.
Pertama : Setiap kali pergantian pemimpin, pastinya ada format aturan baru
Kedua : Ketidakberlanjutkan program kerja dari pemimpin terdahulu
Ketiga : Tingginya ego pemimpin untuk selalu membuat kebijakan baru
Dengan ketiga persoalan tersebut, dan mungkin saja masih terdapat banyak kekurangan pemimpin dalam merealisasikan program/kebijakan yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ada satu informasi menarik sekaligus inspiratif di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma, kurang sebagai sebagai berikut :
Pemprov NTT Gandeng 32 Peneliti Bangun NTT dengan Pendekatan Riset dan Data Ilmiah
![]() |
| Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lene, saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi NTT. TAFENPAH.COM |
Gubernur Nusa Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena melibatkan 32 peneliti dari Bidang Riset dan Inovasi Bapperida provinsi NTT menyusun berbagai kajian yang akan menjadi dasar evaluasi sekaligus kebijakan pembangunan NTT hingga 2030 mendatang.
"Setiap program pemerintah harus memiliki parameter yang jelas dan terukur, sehingga capaian pembangunan dapat dinilai secara objektif dari tahun ke tahun. Target lima tahun ke depan harus dapat diterjemahkan dalam indikator yang konkret," ujar gubernur Melki, saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi NTT di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (10/3/2026).
Fokus Kajian 32 Peneliti
![]() |
| Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lene, saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi NTT. TAFENPAH.COM |
Ke-32 peneliti dari Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi Nusa Tenggara Timur akan difokuskan pada berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui informasi yang TAFENPAH.COM dapatkan, setidaknya ada 7 aspek penting dari konsentrasi/fokus kerja ke-32 peneliti, di antaranya
1. Analisis dampak program Makan Bergizi bagi anak terhadap peningkatan ekonomi lokal
2. Penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah
3. Penguatan koperasi dan usaha lokal
4. Pembangunan rumah layak huni
5. Pengembangan sektor maritim seperti garam dan rumput laut
6. Pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya
7. Upaya revitalisasi sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan di daerah
Dengan adanya ke-7 indikator di atas, Gubernur Melki Laka Lena berharap pendekatan ilmiah ini dapat memastikan kebijakan pemerintah tidak lagi berbasis asumsi, tetapi didukung data, analisis, dan rekomendasi yang kuat.
Manfaat Membangun NTT dengan Pendekatan Riset
![]() |
| Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lene, saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi NTT. TAFENPAH.COM |
Setiap program pemerintah harus memiliki parameter yang jelas dan terukur, sehingga capaian pembangunan dapat dinilai secara objektif dari tahun ke tahun. Target lima tahun ke depan harus dapat diterjemahkan dalam indikator yang konkret.
Untuk itu, para peneliti nantinya akan bekerja dalam beberapa kelompok sesuai sektor pembangunan dan menghasilkan rekomendasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah provinsi maupun perangkat daerah.
"Saya juga membuka ruang bagi tim untuk mengangkat isu-isu lain yang dinilai penting bagi kemajuan NTT," jelas Melki.
Harapan dan Solusi
Harapan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendukung kerja riset ini, termasuk memastikan akses data yang lebih terbuka.
Harapannya, hasil penelitian tidak hanya menjadi laporan, tetapi benar-benar menjadi dasar kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Solusi
Pertama-tama di sini, saya bukannya menggurui, apalagi mendikte pihak pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti kerangka berpikir saya.
Di sini, saya menawarkan satu perspektif humanis. Artinya; hasil penelitian dari ke-32 peneliti yang saat ini berkolaborasi dengan Gubernur, Wakil Gubernur beserta stafnya dalam mendeteksi akar persoalan pembangunan NTT, ke depannya entah siapa pun pemimpin berikutnya diharapkan untuk tidak sesuka hati membuat program baru, suapaya terlihat kerja dan hanya sebagai pemenuhan janji kampanye.
Melainkan, hasil penelitian dari ke-32 peneliti ini perlu dijadikan sebagai indikator pembangunan berkelanjutan Pemprov NTT.
Dengan catatan, pemimpin berikut boleh mengupgrade/memperbaharui hasil penelitian sesuai dengan tuntutan zaman, tapi DILARANG untuk meniadakannya!
Saya rasa, dengan sikap dan cara kerja seperti ini, kemajuan NTT dalam berbagai sektor kehidupan bukan hanya sebatas wacana. Melainkan, benar-benar terjadi dan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Demikian informasi yang kami sampaikan dari portal TAFENPAH.COM
Instagram :
Youtube :
Tiktok :
.heic)
.heic)
.heic)
.heic)
Posting Komentar untuk "Gubernur Melki Laka Lena, Gandeng 32 Peneliti Bangun NTT dengan Pendekatan Riset dan Data Ilmiah"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih