Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapakah Tamu Yang Tak Diundang Itu?

Ilustrasi gambar dari idntimes.com

Terik Matahari di negeri Timor Barat sangat menyengat, ku berjalan menyusuri  pohon jati dan mahoni menuju rumah temanku. Tetiba di sana, diriku menikmati canda tawa bersama temanku.


Tampak dari luar rumah, ada segerombolan orang yang tak dikenal oleh kami. Temanku berbisik, “Nita pejamkan matamu, dan jangan hiraukan mereka!.”


Nada tegas dari ucapan temanku seakan tidak memberikan ruang ekspresi bagi diriku. Ah, sudahlah. Celoteh dalam diriku.


Akan tetapi, orang-orang yang berada di luar rumah temanku itu sangat berisik. Aku dan temanku tidak bisa beristirahat malam.


Tak lama sesudah itu, temanku membuka jendela kamarnya. Dan ia berusaha untuk mencari sumber suara itu. Tetapi, di luar rumah tidak ada seorang pun. Kecuali hamparan pohon jati dan mahoni.


Keadaan menjadi hening dan sepi tak bertuan. Aku mendekati temanku dan ikut berbisik, jangan-janagn setan! Lalu, temanku berusaha untuk mengibas kekhawatiranku dengan pertanyaan berikut;


“Nita kamu kok takut banget sih. Emangnya kamu sudah pernah lihat setan?

“Jawabku, belum pernah!

“Lalu, ngapain kamu berbicara demikian?

“Ya, itu kan sekilas pikiran yang terbersit dari dalam diriku.”

“Ah, kamu bisa aja.


Aku pun tak meladeni sumpah serapah dari temanku itu. Tiga puluh menit sudah berlalu, aku dan temanku tidak mendengar suara itu. Tetiba, tamu yang tak diundang itu masuk ke dalam kamar temanku.


Temanku pun merasa bingung dengan sikap dan tingkah laku dari tamu yang tak diundang itu. Lalu, ia bertanya, “ hei, kamu tahu sopan santun atau tidak? Berani-beraninya masuk ke rumah orang tak pamit ataupun menyapa!


Tamu tak diundang itu hanya tersenyum sinis dan menuju ruang makan dan mengambil segelas air putih untuk melepaskan dahaganya.


Siapakah tamu itu?

Inilah pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Karena aku tidak tahu, nama tamu itu. Apalagi dari mana asalnya. Yang jelas, aku tahu bahwa ia berasal dari rasku yakni; suku Timor.


Ya sekilas jawaban yang aku berikan untuk pembaca ya.


Karena tujuan aku berkunjung ke rumah temanku hanyalah untuk mengambil barang  yang dititipkan oleh mama dari temanku kepada tanteku.


Selebihnya aku tidak tahu. Akan tetapi, di dalam benak pikiranku masih ada satu pertanyaan misteri terkait dengan sosok tamu tak diundang itu.


********************   


Esok harinya, ketika aku berada di sekolah, aku kembali mengungkit tamu tak diundang itu, melalui pesan singkat via WhatsApp. Ya, harapannya aku bisa mengetahui siapakan tamu itu?

Aurel temanku ini berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. Akan tetapi, aku terus memaksanya. Akhirnya, Aurel menceritakan bahwa tamu itu adalah mantan kekasih dan juga ketua Osis di sekolahnya.


Aku begitu kaget. Karena selama ini, Aurel mengatakan bahwa ketua Osis di SMA Nusantara adalah kakak angkatnya. Tapi, ternyata di balik itu, ada perang batin antara Aurel dan mantan kekasihnya.




Kontributor cilik Tafenpah : Nita Suni



Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Posting Komentar untuk "Siapakah Tamu Yang Tak Diundang Itu?"