Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Romantika Perjalanan Mahasiswa Undira


Romantika Perjalanan rekan-rekan penulis. Kameramen; Yayos

Romantika perjalanan sudah ada sejak nenek moyang kita. Di balik romantika itu pasti ada deburan rindu untuk kembali merajut serpihan rasa yang pernah terjadi di antara Laurensi dan Kimi.


Ah, lebay kamu! Begitulah respon yang kau lemparkan ke jantung semesta. Padahal, semesta mampu mendesain dirinya sendiri, tanpa memerlukan bantuan kita. Begitulah pepatah dalam filsafat Kosmologi.


Anyway, malam Minggu adalah dunianya kawula muda. Terutama rekan-rekan penulis yang memilih untuk menerbangkan angan mereka menuju salah satu Villa di Puncak Bogor, Jawa Barat.


Tujuan perjalanan mereka adalah melepaskan rasa penat selama seminggu di dunia pekerjaan maupun dunia perkuliahan.


Lebih jauhnya, mereka ingin merekatkan rasa persaudaraan sebagai sesama angkatan Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta.


Siapakah aktor di balik perjalanan itu?

Rekan-rekan penulis. Kameramen; Yayos

Salah satu aktor terheboh dalam perjalanan romantika itu adalah Heriska. Partner sejatinya adalah Ilyas.


Mereka berdua adalah roda penggerak bagi yang lainnya. Meskipun jarum jam tangan Ika sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, tapi rombongan yang lainnya pun belum menunjukkan batang hidungnya.


Gelisah mengejar hati Ika. Apalagi Laurensi dan Kimi yang sudah menahan bara asrama selama beberapa pekan.

Malam semakin di telan oleh gelapnya kota metropolitan Jakarta. Sementara, hujan kelap-kelip pun semakin meninggalkan goresan rindu bagi pasangan muda yang memilih untuk menghabiskan malam mingguan dengan si doinya di setiap pinggiran jalan maupun tempat-tempat nongkrong yang bernuasa melankolis.


Di samudera perjalanan, Intan semakin heboh dengan kejadian yang ia alami. Rasanya absurd ya. Ya, penulis sengaja cut adegan sebenarnya. Mengingat di tengah malam begini, ilusi Kris semakin liar dan tajam.


So, perjalanan menuju puncak Bogor sempat diguyur hujan deras. Tapi, semangat untuk menaklukkan rintangan itu menjadi nilai plus bagi Novri, Cici, Zara, Ibong, Winda, Amah, Yayos, Adit, Deo dan big bos Iast.


Romantika perjalanan semakin terasa, tatkala mereka tiba di Villa dengan segudang tanya tanya (?). Sebab, area Villa tersebut tak ada lampu. Lagi-lagi si Intan yang mau boker makin memusingkan kakak Iast yang masih mengusir jalanan yang begitu macet.


Tanpa terasa pagi kembali menjemput mereka untuk segera menikmati pemandangan romantisme di kota Bunga tersebut.


Yayos yang suka mencari spot-spot menarik untuk diabadikan sibuk dengan dunianya. Begitu pun dengan yang lainnya. Semenatra kakak Iast bersama tambatan hatinya, tampak dari kejauhan sangat menikmati pemandangan di salah satu pohon besar. Keduanya pun terlena dengan sejuta kenangan di masa muda mereka.


Berjalan-jalan dalam landscape kamera, ikut memberikan potretan rindu bagi Novri dkk untuk bercerita bebas di hari tua.


Rekan-rekan penulis. Kameramen; yayos








Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Campus Ambassador Internasional at MUN

Posting Komentar untuk "Romantika Perjalanan Mahasiswa Undira"