Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perihal Menunggu

 

Dokumen tafenpah


Entah berapa banyak dari kita yang sudah bosan mendengar kata imbuhan “Menunggu.”  Jujur, menunggu itu perihal membosankan. 


Bagaimana tidak? Kekasih ataupun gebetan kita tak pernah menanggapi chattingan kita. Rasanya dunia seakan berhenti bernafas. Pikiran kita kacau. Akibatnya, kita marah, kecewa, cemburu dengan siapa pun yang sedang mendekati tambatan hati kita.


Akan tetapi, sobatku, Sang Pencipta tahu apa yang kita butuhkan bukan tentang apa yang kita inginkan. 


Konsep atau diskursus ini dalam dunia filsafat saya akan memasukkannya dalam cinta eros. Apa itu cinta eros? Cinta eros adalah cinta yang bertujuan pada kepuasan seksual.


Di mana pasangan kita ataupun gebetan kita hanya dijadikan sebagai pelampiasan semata. Padahal mencintai dan dicintai adalah dua hal yang seharusnya berjalan beriringan. Ibarat jarum jam dinding yang berada di rumah kita.


Sobatku, “menunggu itu perihal membosankan! Terkadang keadaan ataupun gebetan kita mempermainkan perasaan kita. Namun, dibalik itu ada hal yang jauh lebih dashyat yakni cinta Philia.


Apa itu cinta philia? Cinta philia adalah cinta yang mengarahkan kita pada penghargaan terhadap siapa pun yang berada di sekita kita. Cinta yang tak pernah membedakan manusia berdasarkan ras, suku, budaya, agama maupun ideologi tertentu.


Ya, saya menamakan cinta philia sebagai cinta kehidupan. Cinta yang tak pernah mengenal embel-embel di belakangnya.


Dan akhirnya, kedua cinta itu, eros dan philia mengarah pada cinta agape yakni cinta yang sangat sakral. Cinta itu hanya dimiliki oleh segelintir orang di dunia ini.


Karena cinta ini merupakan cinta tertinggi dalam kehidupan. Contohnya kita bisa lihat cinta Tuhan yang kita anut dalam iman kepercayaan kita masing-masing.


Salam tafenpah



Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Posting Komentar untuk "Perihal Menunggu"