Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mantra Surat Cintamu

Ilustrasi manta surat cintamu. RadarSurabaya.JawaPos.com

Enam belas hari yang lalu, hari itu mentari menyapa pagiku dengan kemilau sinar lembutnya. Tak dapat kuhindari, akhirnya kuterjatuh dalam tatapannya yang menerobos relung-relung jiwaku, seberkas cahaya mengetuk memori tentangmu, iya hari ini kegiatan Penutupan Ordik akan dilaksanakan, bangunlah Putra Sang Fajar, tidurmu terlalu miring, gumam hati nurani berbisik lembut menyengat rasa.


Kutinggalkan segala mimpi manisku tentangmu ferguso, dengan langkah gontai kumulai ritual pagiku, hmmm apalagi kalau bukan membangunkan saudaraku air dari tidur nyenyaknya, kukira ia marah padaku baru ternyata matakulah yang melotot, tak sampai lima menit diriku keluar dari arena pertempuran, menggigil menahan malu sampai tujuh turunan, karena ia tak terkalahkan. Besok kankupastikan dakulah yang menang, tunggu saja.


Telah menunggu Sepeda Motor Beat Pop kepunyaan kakak perempuanku, yang sudah satu tahun setengah lebih menemani diriku yang jomblo tak karuan. Kasih sayang seorang kakak, memberikan semua yang kubutuhkan, rice cooker, printer, kuota internet, sepeda motor, uang saku, nasehat, motivasi. 


Elisabet Elfiran Harefa demikianlah nama aslinya tertera dalam KTP tak dapat diganggu gugat. Rasanya bahagia, gembira memiliki kakak perempuan, penuh perhatian, mau membantu dan segalanya selalu ada. Makasih ya kak, dua minggu lagi kuota saya akan habis…….hehehehe hanya sekedar mengingatkan,,,, tau toh…. Ok bosku saatnya go to kampus 


Aduh,,,, teman-teman panitia pada belum nongol, udah banyak yang harus dipersiapin lagi…ini nih kebiasaan yang tidak boleh ditiru, hanya boleh dilakukan oleh orang profesional….


Sejenak mata memandang cama-cami STP Dian Mandala, serentak mengenakan putih hitam lengkap dengan dasi bak melamar CPNS saja, kumencari ‘sosoknya’ mungkin dia terselip diantara puluhan masker tameng covid-19, atau….tunggu siapakah gerangan yang datang mendekati tubuhku yang terpaku bisu, bahkan menatap wajahnyapun aku tak sanggup, mungkinkah ini dia…sedetik berlalu aku diam membisu mendengarkan dia berbisik di telingaku “bang, dipanggil Pastor Nus, ada yang ingin disampaikannya kepada abang” ya elah,,,,kirain apa

gangguin orang aja……..

Oke sekarang ceritanya mulai serius ya….. 

Sebagai Sie Liturgi, sudah menjadi tanggung jawabku untuk mempersiapkan agar Perayaan Ekarisiti Penutupan Ordik dapat berjalan dengan baik. Setelah selesai latihan dengan misdinar, giliran mempersiapkan arang untuk keperluan dupa. Aku sungguh senang pada tugas ini, selain


bisa santai tapi juga harus jeli karena harus menjaga apinya tetap bernyala dan mempersiapkan

apinya dengan tepat waktu. Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan baik, kubersyukur karena

Tuhan memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan-kesalahan yang

terjadi selama beberapa hari ini sehingga tidak terulang pada hari ini.


Aku tidak menduga sama sekali bahwa akan ada orang yang memberikan ‘surat cinta’ untukku. Alasannya karena aku emang jarang berada di dalam ruangan dan cenderung menjaga jarak dengan cama-cami. Setelah selesai mengumumkan untuk mengumpulkan tugas, kulangsung bergegas pergi ke ruangan 1 untuk mengatur alat-alat liturgi. Dan betapa bahagianya diriku mendapatkan lima orang cama-cami memberikan surat cinta untukku dan salah satunya ialah kamu. 


Sebagai bentuk penghargaan, saya membuka dan membaca surat dari cama-cami dan kamulah yang berbeda, mampu membuatku merasa bahagia, senyum-senyum sendiri dan mau dikatakan apalagi sepertinya kutelah……….padamu…… Jikalau dari awal kuketahui bahwa kamu memiliki hubungan yang cukup dekat dengan ‘dia’ yang adalah sahabatku juga, tak akan kubiarkan perasaan ini bertumbuh dalam diriku.


Padahal saat itu ada juga orang lain yang tengah kukagumi diantara kami panitia, tapi kucoba menempatkannya bukan sebagai prioritas, itu demi kamu. Tapi belakangan kusadari bahwa semuanya ini harus kujalani dengan bahagia.


Kucoba melihat ‘sisi lain’ dari dirimu. Pertama, kubelajar darimu tentang pentingnya hidup mandiri, bekerja dan belajar keras meraih cita-cita. Aku yang malas bangun pagi kini dapat bangun sendiri, mengisi waktu dengan baik dan juga tentunya belajar untuk peduli padamu. Satu tekad yang telah kulakukan hingga saat ini ialah selalu mendoakanmu, agar segala usaha dan perjuanganmu diberkati Tuhan. 


kuyakin dan percaya dengan kamu dalam meraih cita-cita, sebab kamu mampu menghadapi hidup dengan tabah dan terus berjuang, jujur kusendiri bahkan tak mampu menggapai seperti apa yang sudah kamu lakukan saat ini.


Harapanku, dimanapun kamu berada saat ini, ingatlah bahwa diriku pernah berjanji untuk

selalu menolong kamu, jangan lupa parang yang selalu kuusahakan untuk kamu, rasanya

bahagia melakukannya demi untuk kamu.


Terkahir, untuk ‘dia’ yang selalu chatingan dengan kamu, jagalah dia dan hargailah perjuangannya, dia sahabatku dan kuyakin dia mampu menjaga hatimu dengan baik, urusan hatiku biarlah kuselesaikan sendiri dengan seksama dan dalam tempo yang belum ditentukan. Makasih dan jangan lupa bahagia.


Penulis: Ignasius Harefa
Mahasiswa



Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

1 komentar untuk "Mantra Surat Cintamu"

  1. Positifnya ialah ketika kita dtuntut berubah menjadi pribadi yg tangguh......
    Mantap broo

    BalasHapus