Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Senyum Rindu

Senyum rindu.Foto oleh Maria


Hari masih petang

Ketika mata ini harus kubuka

Dalam keremangan pagi


Kuangkat raga ini

Dorongan semangat menuntun jiwa

Kubasahi kelopak penuntun langkah


Halo pagiku

Kusapa lewat putaran roda

Batu fajar hiruk pikuk insani


Menemani segarnya mentari

Yang tersenyum di ufuk Timur

Jiwaku haus akan damai


Manggapai kesejukan alam

Masih tidurkah bungaku

Kuhirup kuat-kuat nafasku


Swaramu menyapa lewat aksara

Mahligai kata-katamu menuntun jiwa

Maafkan aku bisikanmu menyapa


Kabut jiwa seketika hilang musnah

Bibir ini kutarik lebar-lebar

Ohh alam usai sudah


Kemeluk jiwa nan merana

Berganti senyum rindu bahagia


By : Maria Agnes Indah Puspitowaty

Kompasianer


Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

2 komentar untuk "Senyum Rindu"

  1. Waooo Kren kk ini berarti tulisan ini punya org lain Bru krm ke kk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, bila mau publikasikan tulisanmu, silakan

      Hapus