Jejak Juang dari Sumba Timur: Menjemput Takdir sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia 2026

[ Redaksi TAFENPAH | Frederikus Suni


Tak ada yang sia-sia jika segala usaha dan kerja keras dibarengi dengan doa. Saya percaya, Tuhan telah menakar segalanya dengan adil sesuai dengan porsi perjuangan kita.
Frengky Fernando Malo. Tafenpah.com

TAFENPAH.com - Sobat TAFENPAH! Setiap cerita perjalanan itu sangat bermakna. Dari kepingin makna tersebut, kita mendapatkan inspirasi, motivasi, dan semangat hidup untuk terus berjuang dalam mengejar cita-cita.

Perjuangan untuk sampai ke puncak, memang serba dilema. Di satu sisi kita dihadapkan dengan persoalan ekonomi keluarga, rasa minder, dan persoalan psikologis lainnya. Di saat yang bersamaan, kita pun berhadapan dengan berbagai rintangan eksternal (sesuatu yang berada di luar jangkauan kita.

Kendati begitu, kisah perjuangan dari generasi muda NTT selalu menjadi magnet untuk kita pelajari.

Di edisi spesial ini, kita akan mendengarkan cerita perjuangan Frengky Fernando Malo dari Sumba Timur dalam mengejar mimpinya.

Lantas, seperti apakah kisah perjuangan Frengky Fernando Malo, silakan sobat TAFENPAH selami di bawah ini!


Desember Kelabu

Desember 2025 menjadi saksi bisu awal mula perjalanan ini. Di suatu malam yang tenang, jemari saya terhenti pada sebuah unggahan di beranda Instagram: Pendaftaran Duta Potensi Pemuda Indonesia 2026. Ada getaran aneh di dada, sebuah ketertarikan yang sulit dijelaskan. 

Dalam hati, saya berbisik, "Mungkin inilah pintu pembuka perubahan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar."

Tanpa menunda, saya telusuri setiap alur pendaftaran. Lembar demi lembar persyaratan saya lengkapi dengan penuh ketelitian. 

Saya masih ingat betul, gawai saya baru beristirahat tepat pukul 02.30 WITA setelah seluruh berkas terkirim. 

Sebuah ikhtiar dini hari yang menjadi awal dari segalanya.



Melewati Badai Keraguan

Frengky Fernando Malo. Tafenpah.com


Tanggal 14 Januari 2026 menjadi momen yang mendebarkan. Pengumuman Tahap 1 tiba. Antara rasa takut dan penasaran yang membuncah, saya memberanikan diri membuka tautan pengumuman. Puji Tuhan, nama saya tertera di sana. Saya berhak melangkah ke Tahap 2.

Memasuki tahap kedua, nyali saya sempat menciut. Melihat deretan peserta hebat dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), rasa tidak percaya diri sempat menyapa. 

Namun, saya memilih untuk tetap berjalan. Tugas demi tugas saya lahap dengan sebaik mungkin, meski di balik layar, ada kecemasan yang menyelinap.




Tantangan nyata hadir saat pertemuan via Zoom

Dengan hanya mengandalkan satu unit ponsel pribadi yang kondisinya sudah tidak prima, saya dihantui ketakutan jika tiba-tiba perangkat itu error di tengah jalan. Namun, semesta tampaknya berpihak pada niat baik. Semua proses terlewati hingga saya dinyatakan lolos ke tahap Focus Group Discussion (FGD).

Air Mata di Ambang Batas

FGD menjadi palagan yang menguras emosi. Kami ditantang menyampaikan argumen kritis terkait permasalahan daerah yang berkelindan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Jujur, saya takut. 

Namun, doa dan dukungan orang tua yang mengalir tanpa putus menjadi bahan bakar bagi tekad saya yang membara.

Puncaknya adalah tahap wawancara (interview)

Ini adalah fase paling emosional. Berkali-kali air mata saya jatuh karena rasa takut yang hebat. Saya takut mengecewakan orang tua, sekaligus menaruh harapan yang sangat besar pada pundak sendiri. 

Pertempuran saya bukan hanya soal argumen, tapi juga melawan kendala teknis. 

Ponsel yang sering lag karena panas dan koneksi internet yang tidak stabil menjadi teman setia dalam perjuangan itu.

Kado Terindah di Usia 17

Frengky Fernando Malo. Tafenpah.com



Semua peluh dan air mata itu terjawab tepat pada 17 Februari 2026. Kabar bahagia itu datang: Saya resmi dinyatakan lolos sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia Delegasi Provinsi NTT.

Perasaan saya campur aduk. Sedih, haru, dan bahagia melebur menjadi satu. Saat kabar ini sampai ke telinga orang tua, mereka memeluk saya dengan rasa bangga yang tak terlukiskan. 

Bagi saya, pencapaian ini adalah kado ulang tahun terindah dari Tuhan, mengingat saya baru saja menginjak usia 17 tahun pada 9 Februari sebelumnya.

Tak ada yang sia-sia jika segala usaha dan kerja keras dibarengi dengan doa. Saya percaya, Tuhan telah menakar segalanya dengan adil sesuai dengan porsi perjuangan kita.


Jejak Juang dari Sumba Timur: Menjemput Takdir sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia 2026. Tafenpah.com

 

Kini, tugas mulia itu sedang saya emban. Saya, Frengky Fernando Malo, pemuda dari Kabupaten Sumba Timur, siap memberikan kontribusi terbaik bagi Bumi Flobamora sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur 2026.

Salam Pemuda, Salam Perubahan!
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Jejak Juang dari Sumba Timur: Menjemput Takdir sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia 2026"