Gubernur Melki Laka Lena Soroti Kualitas SDM NTT di Tengah Fenomena Kenaikan Kelas
[ Penulis : Frederikus Suni ]
![]() |
| Gubernur Melki Laka Lena Soroti Kualitas SDM NTT di Tengah Fenomena Kenaikan Kelas. TAFENPAH.COM |
TAFENPAH.COM - Di tengah angka kenaikan kelas siswa yang tinggi, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengingatkan bahwa kualitas SDM belum tentu ikut meningkat. Menurutnya, pendidikan di NTT masih menghadapi tantangan serius yang tidak bisa ditutup dengan statistik kelulusan semata.
"Kita sudah berusaha untuk membantu semua orang, khususnya siswa-siswi naik kelas, lama-lama kualitas pendidikan NTT model begini saja. Berdasarkan data terbaru, kualitas pendidikan NTT berada di urutan ketiga terbawah dari jumlah keseluruhan SDM di seluruh provinsi Indonesia," tegas Gubernur Melki Laka Lena, saat bertatap muka dengan para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite serta ketua Osis SMA/SMK/SLB se-kabupaten Malaka, Minggu (29/3/2026).
Persoalan kualitas pendidikan NTT yang berada di urutan ketiga terbawah se-provinsi Indonesia, tentunya sangat ironis atau berbanding terbalik dengan kontribusi sumber daya manusia tanah air yang bekerja dan melayani di Vatikan, Roma.
"Padahal 80% dari total pelayanan Biarawan/Biarawati di kota Abadi Roma, Vatikan berasal dari NTT," jelas gubernur Melki Laka Lena.
Artinya saat ini terdapat 1800-an SDM NTT yang berprofesi sebagai Pastor dan Suster dan mereka bekerja atau melayani di Vatikan, Roma.
Sayangnya tes kemampuan akademik SDM NTT berada di urutan ketiga terbawah.
![]() |
| Gubernur Melki Laka Lena Soroti Kualitas SDM NTT di Tengah Fenomena Kenaikan Kelas. TAFENPAH.COM |
Sebenarnya, faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pendidikan NTT berada di urutan ketiga terbawah se-Indonesia?
Berdasarkan analisis TAFENPAH.COM, persoalan rendahnya kualitas pendidikan NTT, sejatinya dilatarbelakangi oleh berbagai faktor.
Di antaranya: keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, tenaga pengajar yang berkualitas tidak merata di setiap sekolah, sistem pendidikan yang berfokus pada wacana-wacana pejabat publik, tapi tiada aksi atau tindakan nyata di lapangan, kecenderungan pengajar profesional lebih memilih mengabdi di sekolah-sekolah unggul yang ada di setiap kota, ketimbang desa, keterbatasan akses informasi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Lebih memprihatinkan adalah KESEJAHTERAAN TENAGA PENGAJAR (GURU), termasuk HONORER tidak terjamin!
Para guru termasuk tenaga honorer di setiap sekolah, khususnya mereka yang berada di pedalaman selalu kekurangan biaya hidup.
Sederhananya begini, ketika urusan perut guru dan tenaga honorer terjamin, maka mereka pun akan lebih tenang untuk mengajar.
Kita berbicara realitis saja, siapa sih yang tidak membutuhkan uang? Apalagi tenaga pengajar di pedalaman yang tidak seberuntung dengan para pengajar di perkotaan.
Mereka (guru dan tenaga honorer) di sekolah pedalaman NTT kehidupannya jauh lebih menderita!
Fakta ini berbanding terbalik dengan gaji serta tunjangan perwakilan rakyat yang berkali lipat dan mereka hidup serba berkecukupan.
Untuk itu, bila pemprov NTT di bawah kepemimpinan gubernur Melki Laka Lena dan wakil gubernur Johni Asadoma beserta stafnya menginginkan peningkatan kualitas SDM NTT, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah KESEJAHTERAAN GURU dan TENAGA HONORER.
Persoalan para guru dan tenaga honorer di pedalaman NTT mengajar di bawah gedung sekolah yang serba memprihatinkan, seperti; atap bolong, bangunan tidak layak huni dll menurut TAFENPAH.COM itu tidak menjadi persoalan.
Karena para guru dan tenaga honorer NTT sudah teruji dengan sistem yang memiskinkan mereka!
Karena mereka adalah pahlawan yang jasanya tidak hanya dibayar dengan janji, apalagi wacana manis para pejabat publik, agar terkesan pemerintah pro tenaga pengajar di pelosok NTT.
Meskipun suara guru dan tenaga honorer di pelosok NTT sering kali dibungkam dengan janji manis soal kesejahteraan, namun mereka terus melayani siswa-siswi dengan sepenuh hati.
Untuk itu, Sekali lagi, pemprov NTT tolong perhatikan kesejahteraan guru dan tenaga honorer di setiap pelosok FLOBAMORATA.
Gubernur NTT Menyerahkan SK Tenaga PPPK Paruh Waktu sebagai Jawaban dari Kepastian Kesejahteraan SDM NTT
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena pada tanggal 31 Maret 2026 telah menyerahkan SK kepada sekitar 4.551 tenaga PPPK Paruh Waktu lintas sektor publik sebagai jawaban dari pemenuhan kesejahteraan SDM di kawasan FLOBAMORATA.
Di antara 4.551 tenaga PPPK Paruh Waktu tersebut, juga terdapat tenaga pengajar yang telah bekerja dan berkontribusi dalam pembangunan SDM NTT .
Melalui penyerahan SK tersebut, khususnya tenaga pengajar di setiap sekolah NTT, pemerintah provinsi berharap seluruh pegawai dapat bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat.
Peta atau Roadmaps Pendidikan NTT Era Kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma
Transformasi pendidikan NTT di era kepeminpinan gubernur Melki Laka Lena dan wakil gubernur NTT, Johni Asadoma dapat kita lihat bersama melalui beberapa aspek berikut;
1. Pemerintah NTT berkomitmen untuk mendorong transformasi pendidikan menegah di 21 kabupaten dan 1 kota administrasi Kupang sesuai kebutuhan tenaga kerja global tanpa meninggalkan potensi lokal
2. SMK di kawasan perbatasan didorong menjadi pusat pengembangan SDM berdaya saing internasional, termasuk peluang kerja sama dengan Timor Leste
3. Potensi besar di bidang kejuruan (seperti; Keperawatan) untuk pasar global, dengan dukungan pemerintah melalui fleksibilitas anggaran pendidikan
4. Penekanan pada peningkatan kualitas akademik; disiplin, karakter, dan kenaikan kelas berbasis kualitas
5. Penggunaan HP pelajar perlu dikontrol bersama sekolah dan orang tua agar mendukung pembelajaran
6. Dorongan program One School One Product (OSOP) di setiap sekolah untuk penguatan kewirausahaan
7. Rencana pengembangan NTT Mart by sekolah untuk pemasaran produk siswa yang berdampak pada peningkatan ekonomi
8. Pendidikan diarahkan untuk membuka peluang kerja luas, termasuk luar negeri, dengan keterampilan dan kemampuan bahasa
9. Target mencetak generasi NTT yang unggul, mandiri, berdaya saing global, tanpa kehilangan jati diri.



Posting Komentar untuk "Gubernur Melki Laka Lena Soroti Kualitas SDM NTT di Tengah Fenomena Kenaikan Kelas"
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih