Dari NTT ke Yogyakarta: Julian Yusmar Dima Huda Sabet 4 Medali Emas KSSI 2026 di Bidang Bahasa, Sosiologi, Geografi dan Sejarah

[ Penulis : Frederikus Suni ]
 Instagram : @suni_fredy | 




17 Februari 2026. Nama 'Julian Yusmar Dima Huda, NTT' disebut empat kali di aula KSSI Yogyakarta. Bukan sekali. Empat kali. Bahasa Indonesia. Sosiologi. Geografi. Sejarah. Semua emas. Padahal sebulan sebelumnya, dia hampir menyerah.

Keadaan tidak menentukan masa depanmu. Selama kamu terus berusaha, kamu juga punya kesempatan yang sama. Julian Yusmar Dima Huda, Peraih 4 Emas KSSI 2026. Dok: TAFENPAH.COM


YOGYAKARTA, TAFENPAH.COM – Olimpiade KSSI (Kompetisi Sains se-Indonesia) yang digelar Gemanesia di bawah naungan PusKasnas jadi saksi: anak dari Nusa Tenggara Timur bisa libas panggung nasional. Julian Yusmar Dima Huda pulang bawa 4 medali emas sekaligus.

Jalur VIP, Bukan Jalan Tikus


Julian jujur, dia bukan juara bawaan lahir. 

"Awalnya, saya belum pernah juara olimpiade karena beberapa kali gagal," katanya. 

Titik baliknya datang dari tante yang daftarkan dia lewat jalur VIP KSSI. Bukan buat beli juara, tapi buat dapat akses pembahasan soal.

 "Itu jadi bahan bakar belajar saya."

Berapa lama Julian mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade KSSI?

Persiapan cuma 1 bulan. Itupun harus dibagi dengan tugasnya sebagai Duta Siswa Indonesia perwakilan NTT. 

"Setelah pulang dari Surabaya, masih ada koordinasi sana-sini. Saya sempat lelah dan hampir menyerah," ujar Julian. 

Keadaan tidak menentukan masa depanmu. Selama kamu terus berusaha, kamu juga punya kesempatan yang sama. Julian Yusmar Dima Huda, Peraih 4 Emas KSSI 2026. Dok: TAFENPAH.COM






Kunci: Paham Konsep, Bukan Hafal Mati


Rahasia Julian borong 4 bidang IPS?
 "Saya bukan tipe penghafal. Saya fokus paham konsep dasar. Kalau paham inti, variasi soal apapun bisa dijawab," jelasnya. 

Buat Julian, Bahasa, Sosiologi, Geografi, Sejarah itu satu benang merah: bahas manusia.

 "Dekat dengan realitas sehari-hari. Bikin saya paham dunia dari banyak sudut."

Minder? Ada. Tapi Dilawan


Liat peserta lain yang kelihatan siap, Julian sempat minder.
 "Tapi saya balik fokus ke diri sendiri. Ingat proses yang sudah saya jalani. Saya percaya setiap orang punya perjuangannya masing-masing."

Tips dari Julian buat adek-adek NTT yang mau ikut KSSI:

 "Mulailah belajar meskipun belum merasa siap. Waktu yang tepat itu tercipta saat kita mulai."

Emas Ini Buat Kampung


Siapa orang pertama yang Julian hubungi setelah menang?

 "Sekolah, khususnya kepala sekolah. Bentuk tanggung jawab dan terima kasih atas dukungan."

4 medali tersebut, Julian persembahkan untuk orang tua, sekolah, dan NTT. 

"Perasaan campur aduk. Kaget karena dulu saya tidak pernah juara, tapi saya bangga karena usaha saya akhirnya terbayar dengan hasil yang memuaskan."

PR Buat NTT: Akses Pembinaan Harus Rata
 
Kalau bisa ubah 1 hal di pendidikan NTT, Julian mau "meningkatkan akses pembinaan dan pendampingan belajar yg merata". Biar lebih banyak 'Julian' lain lahir.

Pesan Julian buat anak NTT 

"Keadaan tidak menentukan masa depanmu. Walaupun belajar dalam keterbatasan, selama kamu terus berusaha dan tidak menyerah, kamu juga punya kesempatan yang sama."


TAFENPAH percaya anak NTT sonde kurang pintar, cuman kurang panggung!

Menurut Julian, peran media kayak TAFENPAH buat lahirin lebih banyak juara KSSI apa? 

"Peran media, khususnya TAFENPAH sangat penting, yaitu dengan mengangkat cerita perjuangan pelajar, bukan hanya hasil akhirnya. Dengan begitu, akan semakin banyak anak muda yang merasa terinspirasi dan percaya bahwa mereka juga bisa."

Penutup dari TAFENPAH


Julian sonde cuma bawa medali. Dia bawa bukti: anak NTT sonde kurang pintar, cuma kurang panggung dan kurang akses informasi. Julian sudah buka jalan. Tugas kita kawal.

Kenal anak NTT lain yang diam-diam berprestasi? Tag di komen. Biar Tafenpah kasih panggung.



INFO KSSI: SYARAT IKUT BUAT ADE-ADE NTT


Kriteria Peserta KSSI:

1. Minat dan kemampuan akademik

 Suka belajar, nilai tidak harus sempurna.  

2. Disiplin & tekun

Mau konsisten latihan soal.  

3. Jujur & sportif

Menang kalah tetap hormat.  

4. Dukungan sekolah

Minta restu kepsek dan guru pembina.  

Motivasi:Buat uji diri di level nasional dan kembangin potensi. Bukan cuma cari medali.

Penulis : Frederikus
Editor : Tafenpah
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Dari NTT ke Yogyakarta: Julian Yusmar Dima Huda Sabet 4 Medali Emas KSSI 2026 di Bidang Bahasa, Sosiologi, Geografi dan Sejarah "