Piche Kota: Apa yang Media Duga tidaklah Benar

[ Penulis : Frederikus Suni ]

Piche Kota apa yang media duga dan sangka kepada saya tidaklah benar! Foto Ig @pichekota_


TAFENPAH.COM - Piche Kota akhirnya bersuara terkait tuduhan pemberitaan media lokal hingga nasional yang selalu menyudutkannya.

Pelantun lagu viral BAHAGIA LAGI tersebut dengan tegas mengatakan bahwasannya apa yang disangkakan dan dituduhkan media kepada dirinya tidaklah benar.


"Apa yang disangkakan dan dituduhkan kepada saya tidaklah benar," tegas Piche Kota melalui video reels instagram pribadinya @pichekota_, Minggu (22/2/2026).

Piche Kota Top 6 Indonesian Idol musim ke-13 2025 lalu asal kota Atambua, kabupaten Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini masih mengikuti proses hukum.

"Saya sangat menghargai proses hukum yang sedang berjalan di Kepolisian. Dan saya sebagai warga negara yang baik akan mengikuti setiap proses hukum yang ada," tambah Piche.




Piche Kota Bersuara Demi Keadilan Dirinya

Keberanian Piche Kota untuk bersuara atau melakukan klarifikasi, perihal penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sebagai pledoi atau pembelaan. Tapi, Piche bersuara untuk mendapatkan keadilan untuk dirinya sendiri.

"Saya bersuara saat ini untuk keadilan saya sendiri." terang Piche Kota.

Piche Kota juga kembali menegaskan bahwasannya, ia tidak pernah melakukan apa yang selama ini media lokal dan nasional beritakan.


Piche Kota Sampaikan Terima Kasih Kepada Fansnya

Sebagai figur publik yang sedang naik daun, alias terkenal dengan lagu-lagu terhitsnya, tentu saja pemberitaan media memberikan dampak negatif terhadap kesuksesan karir profesional Piche Kota di industri musik nasional.

Bahkan ketika kita melihat beragam postingan di media sosial, seperti Instagram dan sejenisnya, netizen secara terang-terangan memberikan penilaian kurang terpuji kepada Piche.

Tak sampai di situ saja, netizen juga mentag atau menandai akun instagram Indonesia Idol dengan komentar pedas.

Okeylah, siapa pun boleh bersuara. Tapi, suara dalam bentuk kritik juga perlu data. Melalui data, netizen bisa menyampaikan keluhan, kritik, dan apa pun, karena dasarnya ada.

Akan tetapi, apa yang dituduhkan dan disangkakan media, termasuk netizen selama ini tidaklah benar. Karena sejauh ini, pihak Kepolisisan Daerah Belu masih mendalami kasus pemerkosaan seorang siswi SMA.

Memang sejauh ini, Piche Kota dan dua rekannya berinisial RM dan RS resmi ditetapkan sebagai tersangka. 

Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa juga membenarkan penetapan tersangka Piche Kota dkk.

Jauh dari persoalan di atas, Piche Kota menyampaikan ucapan terima kasih kepada siapa pun, terutama fansnya. Karena di balik dugaan kasus pemerkosaan siswi SMA di Belu, masih ada orang baik yang percaya pada dirinya.

Stop Menghakimi Piche Kota

Sebagai manusia yang tak luput sari kesalahan, sebaiknya mulai dari saat ini, terlebih para hatters atau pembenci Piche Kota berhenti untuk menyerang dengan beragam dalil.

Karena berkali -kali Piche Kota mengatakan, dirinya tidak pernah melakukan apa yang disangkakan media terhadap dirinya.

Untuk itu, STOP MENGHAKIMI PICHE KOTA!

Sumber: Instagram @pichekota_

Instagram Penulis @suni_fredy 

@tafenpahtimor

TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Piche Kota: Apa yang Media Duga tidaklah Benar"