Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Inspiratif dari Ketiga Atlet Peraih Beasiswa 4 Tahun dari Universitas Dian Nusantara Jakarta

Muhammad Faisal dan Sekar Ayu Putri Santoso.Dokumen Undira

Penulis: Fredy Suni

JAKARTA, Tafenpah.com - Kuliah sambil mengembangkan hobi adalah dambaan bagi setiap mahasiswa. Pemilihan Universitas pun menjadi hal yang penting dilakukan calon mahasiswa, sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.


Hal itulah yang dilakukan oleh Muhammad Faisal, mahasiswa semester 4, Prodi Manajemen di Universitas Dian Nusantara Jakarta


Sejak bergabung dengan Undira, karir profesional Muhammad Faisal pun berkembang. Karena Undira juga sangat mendukung atlet pencak silat ini.


World Festival Pencak Silat Open Virtual merupakan kejuaraan Internasional pertama yang diikutin Muhammad Faisal. Ia pun berhasil meraih medali Perunggu pada kejuaraan tersebut.



Berkat prestasi di bidang non akademik, Muhammad Faisal mendapatkan beasiswa dari Undira selama 4 tahun.


“ Karir profesional saya akan semakin berkembang bersama Undira. Karena, Undira selalu mendukung mahasiswa dalam mengembangkan hobinya. Saya pun melihat Undira sangat unggul dan berdaya saing global” Ujarnya.


Ia pun berpesan, sebagai mahasiswa, kita pun sudah dewasa dalam hal berpikir. Untuk itu, manajemen waktu sangat diperlukan sobat Undira selama mengenyam pendidikan di sini.


Karena manajemen waktu yang baik, akan membawa kebahagiaan, terutama dalam mewujudkan cita-cita.


“Rekan-rekan Undira tetap semangat dalam belajar dan mengembangkan bakatnya, meskipun secara virtual, dan berikan sesuatu yang terbaik untuk Universitas Dian Nusantara” harapnya.


Karategi Nata M. Londah: Gelar Sarjana itu Penting

Ibu Kornelia Johana Dacosta dan Nata M.Londah. Dokumen Undira

Nata M. Londah sudah tiga kali meraih medali emas di kejuaraan yang ia ikutin. Salah satu kejuaraan nasional yang pernah ia ikutin adalah “Kejuaraan Indonesia Karatedo.”


Prestasi tersebut tidak membuat dirinya berhenti, sebelum meraih gelar Sarjana. Ia pun memilih untuk melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Dian Nusantara Jakarta.


“Selama di Undira, saya tidak hanya sekadar mendapatkan ilmu, tetapi saya juga didukung dan diberi ruang ekspresi yang bebas untuk mengembangkan minat saya di bidang Karate” ujarnya.

Ia pun mengatakan, bersama Undira karirnya akan semakin berkembang. Karena Undira merupakan Universitas yang selalu peduli pada pengembangan sumber daya manusia, baik di bidang akademik, maupun non akademik.


“Untuk merealisasikan impian saya, baik di bidang akademik dan non akademi, saya selalu memegang prinsip membagi waktu dan konsisten” pungkas mahasiswa asal Manado ini.


Peraih beasiswa Undira ini juga membagikan pengalaman suka dan dukanya, selama berkecimpung di bidang Karakte.


Saya bisa menerima beasiswa 4 tahun di Undira, saya juga mendapat kemudahan, bisa mengunjungi berbagai daerah, tiket pun gratis, relasi baru, dan bangga pada diri sendiri. Terutama memberikan kontribusi bagi Manado.


Namun, satu hal yang menjadi kesulitan terbesar saya adalah ketika mengalami cidera. Aktivitas harian saya pun terganggu, entah di studi maupun di rumah.


Tetapi, saya selalu bersyukur, ketika berada dalam situasi tersebut, banyak rekan yang selalu membantu saya, terutama Undira.


Harapan saya adalah ke depan, saya bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi Undira, dan juga ikut membanggakan kota Manado.


Liu Ming Shen: Motivasi dan Inspirasi Tumbuh dari Kegagalan

Dokumen undira

Karir profesional Liu Ming Shen tidak semudah Muhammad Faisal dan Nata M. Londah. Karena Liu Ming Shen berkali-kali mengalami kegagalan untuk meraih medali di berbagai kejuaraan yang pernah ia ikutin.


Sejak usia 15 tahun, Liu Ming Shen mengikuti Kejuaraan “Gubernur Cup Jawa Barat.” Ia pun tidak mendapatkan medali. 


Mental juara pun mulai tumbuh dalam diri Liu Ming Shen. Ia berkesempatan untuk mengikuti ajang internasional “Thailand Sport School Games.” Lagi-lagi, Liu tidak mendapatkan satu pun gelar.


“Saya belum beruntung untuk mendapatkan medali” ujar mahasiswa semester 4, Prodi Manajemen, Universitas Dian Nusantara ini.


Pengalaman itu telah membangkitkan motivasi dan semangat juara dalam diri saya. “Dalam hati saya mengatakan, saya akan kembali dan bisa meraih medali di turnamen ini” pungkasnya.


Semangat juara dan juga latihan secara konsisten membawa Liu untuk mendapatkan medali Emas pada kejuaraan Thailand Sport School Games 2019, kategori lari 800 meter.


Karirnya terus berkembang, ia juga berkesempatan untuk mengikuti ajang PON PAPAU XX. Meski dirinya tidak meraih gelar. Namun, ia pun tetap optimis akan mendapatkan hasil terbaik di kejuaraan yang lainnya.


“Semoga Undira melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, di tingkat nasional, maupun internasional, dan tentunya mengharumkan nama Universitas Dian Nusantara” harapnya.








Frederikus Suni
Frederikus Suni Jurnalis, Penulis, Blogger, Konten Kreator Kompasiana, Pep News, Eskaber, Editor Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) Jakarta, Pegiat Literasi Digital Indonesia, dan co-Founder Komen Lida: Komunitas Melek Literasi Digital Indonesia. Lahir di Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Pernah Studi di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana, Malang, Jawa Timur. Eks/mantan Frater di Seminari Tinggi SVD Surya Wacana, Malang. Founder TAFENPAH

Posting Komentar untuk "Kisah Inspiratif dari Ketiga Atlet Peraih Beasiswa 4 Tahun dari Universitas Dian Nusantara Jakarta"