Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menikmati Sunset Di Balik Keindahan Fulan Fehan

Anna sementara duduk menikmati perbukitan indah Fulan Fehan.@kolysemanaanabella28
Penulis: Fredy Suni

TAFENPAH.com - Pulau Timor memang dikenal kering dan tandus. Namun, pulau Timor telah menyediakan wisata alam yang masih sangat perawan.


Selain wisata alam, ada wisata religi, wisata adat, dan sosial budaya mama-mama di pasar tradisional atau di berbagai ruang publik lainnya.


Satu hal yang sobat harus lakukan adalah masuk dan tinggal bersama dengan masyarakat setempat. Sarana yang paling tepat dan efektif adalah makan sirih pinang sebagai tradisi kebudayaan masyarakat suku Timor (Atambua) dan Pulau Timor pada umumnya.


Tentu saja masih ada keindahan alam yang harus sobat kunjungi, yakni; Bukit Tuamese, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, PLBN Wini yang menawarkan sejuta landscape keindahan pantai dan perbukitan yang sangat menggoda untuk ditelusuri oleh pelancong nusantara dan dunia.


Menikmati Sunset di Balik Fulan Fehan

Anna lagi menikmati matahari terbenam di balik keindahan Fulan Fehan.@Kolysemanaanabella28


Kala sore datang menjemput, ada langit berawan yang mulai perlahan-lahan berubah warna menjadi kekuning-kuningan emas.


Liburan sobat belum saja cukup, jika belum menyaksikan langsung, di kala Matahari terbenam di balik perbukitan pulau Timor dengan sejuta lembah sabananya. Apalagi di atas ketinggian bukit Fulan Fehan. 



Fulan Fehan adalah salah satu lembah sabana yang persis berada di bawah kaki gunung Lakaan, Kabupaten Belu, Atambua, NTT. Panorama alam sabananya sangat menggoda siapa pun untuk sekadar bersantai ria bersama keluarga tercinta, tambatan hati, gebetan, maupunn kolega kerja.


Padang sabananya kurang lebih seperti tempat-tempat yang berada di pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Jika sobat mengunjungi Fulan Fehan pada bulan Januari – Mei, tentu saja sobat akan mendapatkan view yang hijau permai.


Akan tetapi, cuaca di bulan tersebut tidak akan bersahabat dengan para pendatanag. Karena NTT masih dilanda musim hujan.


Namun, jika sobat yang sudah terbiasa dengan musim dingin, boleh lah berkunjung, sembari mengabadikan momen bersama hijaunya padang sabana dan langit biru pulau Timor.



Transportasi Menuju Fulan Fehan

Daihatsu


Bagi sobat yang datang dari Jakarta dengan menggunakan moda transportasi udara, tentunya masih harus membutuhkan kurang lebih 8 jam dari kota Kupang menuju kota Atambua, jika memilih jalur darat. Namun, bagi yang badgetnya cukup bahkan lebih, sobat bisa transit di Bandara Internasional El Tari Kupang dan menuju ke Bandara Haliwen, Belu, Atambua.


Akan tetapi, bagi sobat yang ingin menikmati pemandangan indah dan menggoda, mulai dari Kupang, Soe, Kefamenanu sampai Fulan Fehan (Atambua), sebaiknya menggunakan jalur darat saja.


Apalagi bagi seorang fotografer, tentunya pasti memotret banyak keindahan sepanjang jalan. Karen jalan trans Kupang menuju Atambua itu sangat berkelok-kelok, menyusuri tebing-tebing yang indah dan menantang serta  hutan  yang masih asri dan indah pula.


Sobat bisa menggunakan bus antar kota, jika ingin mengenal karakter dan keramahtamahan masyarakat suku Timor. Atau jika sobat ingin menikmati quality time, ya sobat bisa menggunakan travel antar kota yang harganya sangat murah dan pelayanan yang aman dan nyaman untuk mengeskplorasi keindahan padang sabana pulau Timor.


Frederikus Suni
Frederikus Suni Hello pembaca Tafenpah...! Salam kenal dari saya Fredy Suni ya | Menulis adalah bagian dari kegiatan berbagi dan sarana mengabadikan setiap momen yang kita lalui setiap hari || Selamat membaca!! Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @Fredy_Suni18

Posting Komentar untuk "Menikmati Sunset Di Balik Keindahan Fulan Fehan"