Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Salahkah Lelaki Menangis?

Salahkah lelaki menangis? Indozone.id


Tertawalah jika kita senang. Menangislah jika kita memiliki masalah. Dan bangkitlah untuk mencari solusi.

Tradisi kita, lelaki yang menangis dianggap cengeng. Sedari kecil, orangtua kita sudah menanamkan ajaran yang keliru. Sebagai anak lelaki, ketika kita menangis, orangtua (ayah) akan mengatakan bahwa jadi laki-laki itu jangan mudah cengeng dan menangis dihadapan perempuan.

Tradisi cuci otak ini semakin lama semakin menggunung di dalam diri kita. Pertumbuhan kita diiringi dengan logika atau pikiran bahwa menangis bagi seorang lelaki adalah salah.

Bagaimanapun juga kita semua adalah manusia lemah. Untuk apa kita menahan rasa sedih? Jika menangis itu tidak dipungut biaya oleh siapapun.

Perjalanan setiap orang itu unik dan berbeda. Karena berasal dari keluarga yang berbeda pula. Sekalipun anak kembar, belum tentu memiliki kepribadian yang sama.

Jika hari ini, esok dan lusa seorang lelaki menangis dihadapan pasangannya, jangan menghakimi. Karena menangis itu adalah bagian dari pelepasan hormon stres dan sedih. Lelaki yang menangis bukan termasuk kelompok yang cengeng. Melainkan menangis adalah bagian dari ekspresi manusia.

Mari kita mengingat kembali peristiwa masa kecil kita. Ketika seorang bayi yang baru dilahirkan, tentu suara pertama yang kita dengar adalah tangisan. Tangisan adalah hal pertama yang kita dengar dalam kehidupan ini.

Tangisan berawal dari kelahiran, masa pertumbuhan anak-anak menuju remaja, dewasa, masa tua dan berakhir pada kematian. 

Jika kita memiliki masalah yang benar-benar sangat berat, duduklah dan menangis sepuas-puasnya. Karena menangis adalah bagian dari kehidupan.

Kehidupan adalah perjuangan. Dalam perjuangan ada canda tawa, tangisan dan semangat yang menggebu-gebu untuk mengejar sesuatu yang belum kita raih.

Jika kita melihat seorang lelaki yang dirundung rasa sedih dan menangis, biarkan ia meluapkan kesedihannya. Toh, ia menangis juga tak mengganggu kita.

Sebaliknya, jika kita menganggu dan mengejeknya, itulah awal mula dari perang batin. Terakhir jangan pernah untuk menangis, jika itu adalah sarana yang tepat untuk mengekspresikan kesedihan. 

Lelaki yang menangis itu tidak salah. Karena kehidupan berawal dari suara tangisan dan berakhir pun dengan suara tangisan.



Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Salahkah Lelaki Menangis?"