Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fanatisme Jiwa

Alodokter.com


Pikirmu mengamanatkan asumsi

Yang menguliti sebuah daging

Tentang birahi yang menjelajah

Menggerayang anak Adam

Darah Hawa dinistakan semesta


Lupa!! Tuan-tuan adalah bapaknya

Sampai hati hanya menjadi lapang

Kala malam ini mulai menurun


Hawa mengangkang disebut jalang

Pun lama merapat

Terwakili abjad lajang

Perkara menempatkan dua huruf

Banyak bangkai menyempatkan diri ke luar dari mulut


Logika dan akal sehat tersundut di satu sudut

Saat usai mulai menipis

Lawan politik hanya hewan dramatis


Jauh di balik kepungan komunis dan demokratis pada teorimu yang paling idealis

Perniagaan harga diri demi kuasa dianggap logis

Para tetua merapat meringis


Lalu pemuda menatap najis

Ah… urusan di bawah tudung cakrawala terlalu membelit

Berevolusi menjadi azab

Ambil dan emosi telah nyata

Memperbudak nurani dan hati suci


Pemuja persepsi menggerus kinerja empati

Kata Sukma dalam aksara

Barangkali… kita diberi kepala

Sebab mencerna tak cukup

Atas fanatisme jiwa.


Kontributor : Martinus Tumanggor


Kontributor setia Tafenpah Martinus Tumanggor

 

Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Fanatisme Jiwa"