Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Takbir Menggema di Masa Pandemi

Cantika.com


Terik mentari menusuk ke pori-pori

Lemah lunglai tak berenergi

Kerongkongan kering tandus

Bagai sawah di musim kemarau


Menahan lapar tak mudah

Rasa haus tak terkirakan

Namun inilah ibadah yang harus ditaati

Tak sekadar membalik hari


Bukannya siang diganti malam

Namun ada makna tersirat di dalamnya

Tidak sesederhana menahan lapar dan haus

Tapi bagaimana mencuci hati menjadi putih bersih


Takbirpun menggema

Tak terasa Hari Idul Fitri telah tiba

Suasana lebaran di masa pandemi

Tak mengurangi kebahagiaan 


Maria Agnes Indah Puspitowaty
Kompasianer

Malioboro,22/4/2021
Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Takbir Menggema di Masa Pandemi"