Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pergulatan Batin Seorang Remaja Memasuki Dunia Kerja

Pergulatan batin seorang remaja di dunia kerja.Shutterstock.com


Masalah akan berakhir, bila kehidupan pun ikut berakhir dalam hidup kita, alis kematian.

Memasuki usia remaja, seseorang akan dihadapkan dengan banyak hal. Mulai dari perkembangan hormonnya, perasaannya dan kecenderungan untuk mencari kecocokan pada minat dan bakatnya.

Di sini seorang remaja sudah mulai mengenal apa itu masalah. Terutama mereka yang sudah tamat SMA dan langsung bekerja. Hal ini akan berbanding terbalik, tatkala mereka masih di bangku sekolah.

Masa kebebasan mereka seketika ikut dihadapkan dengan bejibun pekerjaan. Apalagi seorang anak SMA yang langsung diberi tanggung jawab untuk orangtua dan keluarganya. Ia pasti merasa frustrasi, stres dan banyak pikiran.

Bila hal ini tak dikonsultasikan kepada orang yang tepat, individu yang bersangkutan akan semakin menyalahkan dirinya. Ia menganggap dirinya kurang pantas dan perasaan-perasaan bersalah yang tak pernah berkesudahan.

Kasus seperti ini mudah kita temukan dalam kehidupan lingkungan kita. Kita pun pernah mengalami hal demikian. Apalagi kita berasal dari keluarga yang secara taraf ekonomi menengah ke bawah, tentunya pilihan untuk bekerja setelah tamat SMA sangat berat.

Tatkala kita melihat teman SMA kita sangat antusias untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi, kita pun merasa dunia tak adil dengan kehidupan kita.

Sobat, tak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Karena kita semua memiliki jalan hidup sendiri.  Bila kita mengalami perasaan demikian, menagislah. Tapi, bila kita senang, tersenyumlah. Dan bangkit menatap masa depan yang sedang kita lalui.

Bila saat ini kita diterima untuk bekerja di manapun, syukurilah. Karena tidak semua orang bisa bekerja di tengah Pandemi. Emosi pun sering mengobrak-abrik diri kita.

Memang semakin bertambahnya usia kita, tanggung jawab pun semakin berat di pundak kita. Saya tekankan sekali lagi ya, masalah akan selalu ada sejauh kita masih hidup di dunia ini.

Berikut adalah langkah-langkah yang tepat untuk kamu yang sedang berada di fase ini.

1. Bersyukur

Bersyukur adalah obat terlaris, tatkala kita berada pada fase kesulitan. Memang terkesan sulit untuk bersyukur di tengah permasalahan hidup. Tapi, cara ini sangat ampuh untuk sekadar melupakan masalah-masalah kehidupan.

Bersyukur artinya berdoa kepada Pencipta untuk memberikan jalan bagi permasalahan yang kita hadapi. Karena setiap orang juga punya masalahnya. Bedanya setiap orang punya cara tersendiri untuk menyelesaikan permasalahannya.

2. Carilah orang yang tepat untuk sharing/curhat

Sejak zaman dahulu, sharing/curhat adalah pilihan terbaik untuk melepaskan hormon stres,depresi, sakit hati dan ketidakpuasaan dengan segala sesuatu.

Berbagi cerita dengan orang yang tepat akan membawa kita pada problem solving (penyelesaian masalah). 

Orang yang tepat untuk kita sharing adalah sahabat, orangtua, kakak dan adik sendiri. Tak perlu memandang siapa pun untuk sharing/curhat. Karena dengan curhat, beban kita akan ikut berkurang.

Sharing/curhat sama saja kita mengakui dosa dan penyesalana kita kepada pemimpin spiritual. Dari sana kita akan dimotivasi bahwa kehidupan ini sangat berharga.

Bila kehidupan berharga, mengapa kita tidak berani untuk terus melangkah? 

3. Optimis akan hari esok

Kesusahan kita saat ini, bukan berarti besok kita akan alami lagi. Dari sini kita akan memiliki keberanian untuk terus melangkah dalam menciptakan kehidupan kita.

Jack Ma pernah mengatakan bahwa,’Hari ini sangat sulit, Besok akan lebih sulit dan hari esok akan menjadi lebih baik.”

Sobat tafenpah, apapun masalah kita saat ini, orang lain juga punya masalah. Karena masalah tak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Semakin bertambahnya usia kita, masalah atau tantangan semakin besar pula. Yang terpenting kita selalu yakin akan kehidupan yang lebih baik di esok dan lusa.

Sehabis hujan ada pelangi. Sehabis masalah ada kehidupan yang lebih baik yang sedang menanti kita di depan.

Jangan lupa senyum dan bahagia. Sebelum senyum dan kebahagiaan direnggut dari kehidupan kita.


Salam tafenpah


Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Pergulatan Batin Seorang Remaja Memasuki Dunia Kerja"