Kajian Albertus Lake, Magister Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana terkait Potensi Lahan Tidur NTT dalam Meningkatkan Produktivitas Pakan Ternak

[ Penulis : Frederikus Suni ]

Kajian Albertus Lake terkait potensi lahan tidur untuk produktivitas pakan ternak NTT. Dok; Tafenpah.com



TAFENPAH.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur sejatinya memiliki potensi besar untuk menjadi gudang produksi ternak sapi bali atau sapi Timor.  

Mengapa demikian?

karena kawasan provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan negara Demokratik Timor Leste dan Australia dengan jumlah 21 kabupaten serta 1 kota memiliki luas lahan pertanian dan peternakan yang sangat cukup, apabila pemerintah daerah memiiki keseriusan untuk menjadikannya sebagai daerah produksi ternak sapi. 






Dari rezim ke rezim selalu mencanangkan bahwa NTT harus jadi gudang ternak
Namun itu hanya sebatas slogan  tanpa konsep yang jelas untuk jangka panjang. 



Pemerintah cenderung mengambil kebijakan yang aman dengan pengadaan ternak sapi jantan dengan jumlah banyak hanya untuk tujuan penggemukan, sementara yang sesungguhnya menjadi fokus adalah pembibitan atau breeding untuk meningkatkan produktifitas. 

Kita bisa melihat dan mengamati di NTT, di mana kabupaten yang memiliki produktifitas ternak sapi yang tinggi, tentu saja tidak ada. 

Hampir semua kabupaten memiliki lahan tidur jutaan hektar tapi tidak dimanfaatkan sebagai padang penggembalaan ternak. 

"Seharusnya pemerintah daerah bisa melihat ini sebagai masalah dan solusinya untuk menjadikan lahan non produktif menjadi lahan peternakan super produktif, dengan demikian project pengadaan sapi betina untuk tujuan pembibitan dengan pilihan sapi yang bagus akan mampu meningkatkan produktifitas ternak, dan tentu akan mampu meningkatkan sektor ekonomi masyarakat lewat usaha peternakan," jelas Albertus Lake kepada redaksi TAFENPAH, Minggu (15/3/2026).

Kajian Albertus Lake terkait potensi lahan tidur untuk produktivitas pakan ternak NTT. Dok; Tafenpah.com


Albertus Lake juga mengatakan problem yang sering kita temukan di lapangan yang berkaitan dengan usaha peternakan adalah masalah pakan ternak sehingga mengakibatkan masyarakat tidak mampu untuk memelihara ternak lebih dari dua ekor sapi, karena ketersedian pakan ternak khususnya pada musim panas. 

Kajian Albertus Lake terkait potensi lahan tidur untuk produktivitas pakan ternak NTT. Dok; Tafenpah.com


Namun apabila setiap pemerintah daerah bisa menggunakan lahan non produktif untuk dijadikan sebagai padang penggembalaan ternak terbatas sesuai kebutuhan pasti akan mampu menjawab kebutuhan pemenuhan pakan ternak.

Maka dengan demikian slogan jadikan NTT sebagai gudang ternak bisa terjadi bukan sekedar mimpi para pemimpin daerah.



TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Kajian Albertus Lake, Magister Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana terkait Potensi Lahan Tidur NTT dalam Meningkatkan Produktivitas Pakan Ternak"