Syukurku Memerah Di Ujung Bibir Dua Wanita

Ronny Manas

Syukurku Memerah Di Ujung Bibir Dua Wanita. Gambar Freepik


Rejekiku bukan sebatas angka
Namun terlahir dari rahim doa
Di ujung bibir dua wanitaku
Yang memeluku segala keutuhanku

Yang pertama 
Mengajarkanku mengeja dunia
Dengan sabar dan peluh atas nama kasih harap kembali
Petuahnya adalah sarapan pagi
Lantas menguatkan langkahku pergi

Yang kedua
Menunggu senja dengan setia
Menyulam harap di antara lelah dan percaya
Setiap larik ujarannya adalah air
Lantas menenangkan dahagaku pulang





Dari keduanya
Rejekiku mengalir lembut
Enggan berisik, namun sangat dalam
Memberiku alasan untuk bersujud syukur
Juga belajar setia pada jalan yang kutempuh

Dan keyakinanku penuh
Kelak aku goya dan ragu
Aku tahu kemana harus menoleh
Ke ujung bibir dua wanitaku
Tempat doa dan berkat terasal
Juga cinta menemukan rumahnya. 

UntukMu
Blandinaku
MyAntonia



TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Syukurku Memerah Di Ujung Bibir Dua Wanita"