Isyarat Dua Sahabat

Ronny Manas

Isyarat Dua Sahabat. Tafenpah.com


Di bangku sunyi, kita pernah bermimpi, 
menabur benih harapan pada ladang pada bidang tapak sendiri - sendiri.
tentang hidup yang selalu memanggil dengan cara sendiri.
Dan saat itu menghampiri.
Kau melangkah ke altar, aku ke halaman rumah,
namun persahabatan tak pernah berpindah arah.

Kau membagi doa di pagi yang sunyi,
aku membagi peluh demi meja yang terisi.
Kau menguatkan jiwa yang letih mencari terang,
aku menguatkan rindu di pelukan yang pulang.

Dalam canda, kita masih saling mengerti,
dalam diam, kita tahu cara menguatkan hati.
Isyarat kecil, anggukan, dan senyum sederhana,
cukup untuk berkata: kau tak sendiri di sana.

Panggilan kita tak serupa jalannya,
namun tujuannya sama: setia dalam cinta.
Kau menjaga umat, aku menjaga keluarga,
namun persahabatan menjaga kita berdua.

Jika lelah menepi di bahu hari,
kita belajar lagi tentang arti berbagi.
Dua sahabat, dua ladang pengabdian,
saling menopang dalam kesetiaan.
TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Isyarat Dua Sahabat"