Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya

Penulis: Frederikus Suni


Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya. Sumber/foto: Freepik


Tafenpah.com - Provinsi Nusa Tenggara Timur akan terus menjadi magnet pertumbuhan pariwisata, ekonomi, religi, kuliner, politik, dan kearifan lokal budaya.

Sayangnya, pertumbuhan pasar pariwisata, kuliner, dan ekonomi UMKM saat ini masih dikuasai oleh para pendatang.

Sementara, warga lokal (pribumi) hanya berperan sebagai konsumen atau penikmat.


Sejatinya, ada segelintir pengusaha asal NTT yang sudah berani mencoba hal baru di bidang entreprenership bahkan bidang usahanya su go publik, baik dalam skala nasional hingga mancanegara. Namun, jika dihitung dan dinilai berdasarkan angka 1-10, admin Tafenpah memilih angka 2.

Artinya: hanya ada 2% warga pribumi yang memiliki usaha sendiri. Selebihnya tetap memilih untuk menjadi penikmat/pemakai bahkan menjadi penonton setia di tanah airnya sendiri.

Karena keterbatasan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi, teknologi, dan entrepreneurship.

Jiwa atau hasrat menjadi pengusaha tergolong sangat minim. Karena berbagai faktor penghambatnya.

Untuk itu, pada kesempatan ini, admin Tafenpah Group kembali membuka ruang diskusi dengan topik utamanya, "Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya."

Pertama-tama, ruang diskusi ini tidak bermaksud untuk memprovokasi seluruh warga yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, baik penduduk pribumi (warga asli) maupun pendatang.

Namun, diskusi ini sebagai mediasi atau jalan pencerah bagi kita warga NTT untuk berefleksi dalam mencari berbagai solusi untuk memanfaatkan peluang emas NTT di tengah pertumbuhan bidang pariwisata dan ekonomi dengan tetap meletakkan pertumbuhan tersebut dalam kearifan lokal budaya NTT sebagai kekuatan dalam menghadapi arus perubahan zaman.

Untuk itu, mari kita bersama-sama membahas potensi pariwisata, pertumbuhan ekonomi UMKM, dan kesiapan Sumber Daya Manusia NTT di bidang Teknonologi dan Entrepreneurship.

NTT Magnetiknya Pariwisata Dunia

Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya. Sumber/foto: Freepik


Nama provinsi Nusa Tenggara Timur bukan menjadi hal asing lagi bagi wisatawan di nusantara dan mancanegara.

Karena NTT memiliki kekayaan alam yang mempesona, ribuan pulau-pulau kecil yang diapit oleh samudera lautan dan dijembatini oleh Selat Timor (selat yang memisahkan laut Timor NTT dan negara Timor Leste, Selat Lamakera (selat yang memisahkan pulau Lomblen di sebelah Timur dan dua pulau di bagian Barat, Pulau Adonara dan Pulau Solor, Selat Flores yang memisahkan NTT, NTB dan Bali, Selat Australia yang memisahkan tanah Timor NTT dan Timor Leste serta Pulau Pasir di Selatan Pulau Rote, NTT.

NTT juga unik dalam kearifan lokal budaya masyarakatnya yang kian mendunia.

Tak hanya itu, ribuan padang sabana yang menampilkan kecantikkan hakiki dan naturalnya NTT, juga menggoda jutaan wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmatinya di waktu liburan akhir pekan, Lebaran, Natal dan Tahun Baru serta perjalanan wisata lainnya.

NTT juga menyajikan cita rasa kulinernya yang membuat lidah para wisatawan sulit melupakannya, menjadi daya tarik sendiri di mata wisatawan mancanegara.

Persoalan keindahan bumi NTT, layaknya serpihan surga yang diberikan Sang Pencipta kepada warga NTT.

Jutaan keindahan alam NTT juga didukung dengan 2 musim yakni musim hujan dan kering, memungkinkan wisatawan mengatur liburannya ke NTT dengan pasti dan tentunya sangat efektif.

Dahaga atau hasrat travelling para wisatawan selalu tersampaikan atau terpuaskan selama pelesiran di bumi Flobamora manise.

Pertumbuhan Ekonomi UMKM

Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya. Sumber/foto: Freepik



Terkenalnya pariwisata NTT juga berdampak pada menjamurnya UMKM di tanah NTT.

Sayangnya, dari jutaan pelaku UMKM di NTT, mayoritas dikuasai oleh investor dari luar dan juga para pendatang.

Persoalan ini, sejatinya sudah tidak menjadi rahasia lagi dalam kehidupan manusia.

Pasalnya, setiap daerah atau wilayah, biasanya berkembang karena kontribusi pengusaha dari luar daerah, lebih tepatnya pendatang membuka akses pertumbuhan bagi wilayah tertentu, khususnya di NTT.

Solusi

Nah, sebagai jalan penetrasi dalam skala yang lebih besar, terutama maju dan bertumbuh serta ikut meningkatkan kesejahteraan warga NTT tanpa terkecuali, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan instansi pengembangan sumber daya manusia dan juga lembaga-lembaga swasta, entah mereka itu pakar atau ahli di bidang pendidikan, teknologo, ekonomi, politik, religi, dan segala aspek yang mendukung kemajuan wilayah NTT untuk terus menghadirkan workshop, pelatihan karakter, pengembangan diri di bidang teknologi dan entrepreneurship.

Mengingat bidang teknologi dan entrepreneurship atau jiwa wirausahawan belum dilirik oleh sebagian besar warga NTT.

Karena pengaruh dari ajaran keluarga, sosial masyarakat dan lingkungan sekolah yang fokus pada pendekatan lama, yakni menumbuhkembangkan mindset peserta didiknya pada pengetahuan menghafal, ketimbang menganalisa, berpikir kritis, kreatif, inovatif, berdaya saing, berani mengambil keputusan dan mencoba hal baru di bidang teknologi dan entrepreneurship.

Penguasaan peserta didik terhadap bidang teknologi itu sangat penting di era 21.

Karena saat ini, teknologi telah menjelma menjadi pemain utama dalam segala bidang kehidupan manusia.

Siapa pun yang berusaha untuk melawan dominasi teknologi dan tetap mempertahankan cara lama, maka selamat tinggal. Karena dunia terus berubah. Kita pun dituntut untuk mengikutinya.

Demikian pula, peningkatan sumber daya manusia di bidang entrepreneurship perlu ditanamkan orang tua, tenaga pendidik, pemerintahan daerah, praktisi ekonomi, pegiat literasi digital, tokoh adat, tokoh agama, dan siapa saja yang peduli pada kemajuan generasi muda NTT untuk terus berkembang di era pertumbuhan teknologi dan informasi.

Relevansi dari Kesiapan Sumber Daya Manusia NTT di Bidang Teknologin dan Entrepreneurship

Belakangan ini, kita sering dibombardir dengan isu terseksi dan terhangat seputar pemekaran provinsi Nusa Tenggara Timur, kan?

Meskipun proses pemekaran provinsi NTT sejatinya masih lama dan membutuhkan berbagai aspek pendukungnya.

Namun, sebagai warga NTT kita pun perlu mengantisipasinya.

Pasalnya, ketika tiba waktunya pemekaran provinsi NTT, di situlah momen yang tepat bagi mereka yang sejauh hari sudah menyiapkan diri dengan baik.

Menyiapkan diri dengan baik tidak hanya melalui bangku pendidikan formal. Melainkan kita bisa mengupgrade diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dengan cara lebih banyak membaca, mengamati, perkaya pengalaman kerja, berdiskusi dengan lintas profesi, mencari tahu kelebihan dan kekurangan pribadi sendiri, berefleksi, menganalisa dan mengelaborasikan pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan karya seni dan lain sebagainya, mengikuti kursus, workshop, seminar, dan berani mencoba hal baru.

Niscaya, apapun yang terjadi dalam pemekaran provinsi NTT, kita pun sudah siap untul menjadi aktor kemajuan wilayah NTT dengan ilmu dan pengalaman kita masing-masing.


Terakhir, setiap zaman punya kisahnya, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Meskipun begitu, kita pun harus terus belajar hal-hal positif dari setiap kemajuan zaman, di samping menguasai teknologi dan mendorong diri untuk berani menjadi wirausawan, entah di bidang fashion, kuliner, pariwisata, peternakan, pertanian, ekonomi kreatif, seni, budaya, kemampuan bahasa asing, kemampuan komunikasi budaya, kemampuan teknologi, menciptakan teknologi, website, youtuber, vlogger, selebram, tiktoker, blogger, data analist, menulis, dan lain sebagainya.

Karena semuanya akan dan terus dibutuhkan seluruh warga NTT untuk memajukan NTT di waktu yang akan datang.

Terpisah dari problematika di atas, perlu digarisbawahi bersama, bahwasaannya kecintaan terhadap kearifan lokal budaya NTT memiliki kedudukan penting, di samping penguasaan terhadap bidang teknologi dan entrepreneurship.

Demikian analisan Tafenpah pada kesempatan ini. Sekian dan terima kasih.

Ikutin juga instagram penulis @suni_fredy

Youtube: Tafenpah Group





































Frederikus Suni Admin Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group Hi salam kenal ya!!! Saya Frederikus Suni, biasanya disapa Fredy Suni adalah pendiri dari Tafenpah. Profesi: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia (Asia Cyber University). Saya adalah mahasiswa Droup Out/DO dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang dan Universitas Dian Nusantara (Undira). Saat ini bekerja sebagai Talent Management di PT. Sunstar Media Indonesia sekaligus Kreator Konten Tafenpah Group, Kompasiana, Eskaber, Terbitkanbukugratis, Inspirasiana, PepNews. Saya pernah menjadi Wartawan/Jurnalis di Metasatu.com dan NTTPedia.id || Saya pernah menangani proyek dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI || Saya pernah magang sebagai Copywriter untuk Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta. Saat ini fokus mengembangkan portal yang saya dirikan yakni: www.tafenpah.com || www.pahtimor.com || www.hitztafenpah.com || www.lelahnyahidup.com || www.sporttafenpah.com || Mari, kita saling berinvestasi, demi kebaikan bersama || Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @suni_fredy || @tafenpahcom || @pahtimorcom || Youtube: @Tafenpah Group

Posting Komentar untuk "Analisa Tafenpah: NTT Menuju Era Kejayaan, Perkuat Sumber Daya Manusia di Bidang Entrepreneurship, Teknologi dan Kearifan Lokal Budaya"