Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stephanie Riady Luncurkan Perpustakaan Digital BukuAku sebagai Solusi Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

Penulis: Fredy Suni

Stephanie Riady founder aplikasi Perpustakaan digital BukuAku | sumber foto; Ayu Sianipar mitra Tafenpah Group | Dokumen Tafenpah.com


Tafenpah.com - Kecakapan digital dewasa ini terus dikembangkan oleh berbagai pihak, baik swasta maupun instansi pemerintahan.

Tujuannya adalah meningkatkan budaya membaca masyarakat Indonesia, khususnya pelajar milenial dan generasi z yang lebih familiar dengan konten-konten audio visual (gambar bergerak seperti video, dll).

Menanggapi fenomena ini, Stephanie Riady berinisiatif untuk menghadirkan aplikasi Perpustakaan Digital yang diberi nama 'Buku Aku.'

Stephanie Riady | Tafenpah.com

BukuAku adalah sebuah aplikasi perpustakaan digital untuk para pembaca muda, dimulai dari usia balita hingga 14 tahun.  BukuAku dirancang untuk menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan untuk membangun rasa cinta membaca sejak dini.

Lantaran jika kita merujuk pada 'Program for International Student Assessement (PISA), Indonesia termasuk 10 negara dengan peringkat literasi rendah.

Tercatat Indonesia menempati posisi 62 dari 70 ini.

Bincang-bincang seputar aplikasi perpustakaan digital BukuAku | Tafenpah.com

Fenomena ini saya pernah menuliskannya di Kompasiana.com yang kini ditayangkan ulang oleh Universitas Nusa Mandiri Jakarta di portal resmiKampusnya https://elibrary.nusamandiri.co.id dengan judul "Indonesia Pemilik Perpustakaan Sekaligus Pengoleksi Buku Terbanyak Kedua Dunia."

Penyebab dari minimnya budaya membaca adalah belum menjamurnya budaya membaca di kalangan masyarakat.

“Kebiasaan membaca sejak dini merupakan bagian penting dalam tahapan perkembangan kognitif anak. Kemampuan literasi merupakan bekal fundamental seseorang dalam berpikir, mengolah, dan menerima informasi, hingga mengambil keputusan. Untuk menarik minat para pembaca muda ini, diperlukan pendekatan yang sesuai agar menjadikan kegiatan membaca menjadi sebuah kegiatan yang seru, menyenangkan, dan dapat memancing rasa keingintahuan anak-anak untuk menjelajahi dunia imajinasi bersama karakter seru dari buku-buku favoritnya,” tutur Stephanie Riady kepada Tafenpah.com yang baru mendapatkan gelar S3 dalam bidang pendidikan dan teknologi dari University of Southern California .

Untuk membangun budaya cinta membaca sejak dini, BukuAku memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan komprehensif bagi anak-anak. Dilengkapi dengan fitur unggulan seperti Read-to-me Books, fitur audio agar kegiatan membaca lebih interaktif. Setiap kata yang sedang dibaca diberi tanda kotak saat audio diputar untuk membantu si kecil menghubungkan suara dan teks.

Dictionary Look-up membantu menerjemahkan buku cerita anak berbahasa Inggris yang langsung dihubungkan dengan kamus Oxford, Quizzes berisi berbagai pertanyaan dari buku yang sudah dibaca untuk mengasah daya ingat dan imajinasi anak, dan Badges Award memotivasi anak untuk membaca lebih banyak buku, dengan memberikan hadiah badges digital atas prestasi mereka dalam membaca di aplikasi BukuAku.

BukuAku juga memiliki fitur untuk membantu orang tua dan guru agar proses belajar dan perkembangan membaca anak semakin optimal.

Melalui Data Analytic for Personalized Library, orang tua bisa melihat di profil anak jumlah buku yang dibaca, total durasi membaca, dan lainnya. Guru bisa melihat data baca per kelas, seperti: total buku yang ditugaskan, total durasi membaca, dan lainnya. Yang terakhir adalah Classroom Assignment, untuk membantu guru membuat koleksi buku dan memilih buku untuk dibaca bersama muridnya di kelas.

Bincang-bincang seputar aplikasi perpustakaan digital BukuAku | Tafenpah.com

“Budaya membaca adalah kegiatan esensial yang perlu ditanamkan pada setiap anak, sedini mungkin. Membaca adalah proses membangun literasi sebagai jalan untuk menyingkap pengetahuan, memantik potensi, dan membentuk kualitas diri. Sudah saatnya membaca menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak,” tutur Chief Operating Officer BukuAku Catherine Mulyana.

BukuAku memiliki ribuan koleksi buku yang dikurasi dari penerbit buku lokal dan internasional, seperti Scholastic, Kuark Internasional, Literaloka dan Mizan Publishing. Seluruh buku yang tersedia di aplikasi telah melewati proses  kurasi dari tim ahli yang terlibat seperti education expert advisor dan library development advisor dari berbagai institusi pendidikan. 

Telah tersedia di App Store dan PlayStore, aplikasi BukuAku dapat diakses dengan model berlangganan secara freemium. Paket berlangganan terdiri atas 3 opsi yaitu keluarga, standard, dan sekolah mulai dari harga Rp39.000/bulan.

Tentang BukuAku

BukuAku adalah platform perpustakaan digital dengan ribuan koleksi buku cerita anak berkualitas. BukuAku hadir untuk membangun daya imajinasi dan rasa #CintaMembaca kepada generasi muda, khususnya anak-anak usia balita hingga 14 tahun.

Koleksi buku yang tersedia di BukuAku tersedia dari berbagai subjek dan genre bebahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Seluruh buku telah diseleksi oleh tim pendidik dan pakar literatur dari berbagai penerbit dan institusi pendidikan.

 Sumber; Ayu Sianipar mitra Tafenpah Group


Ikutin juga media sosial penulis di Instagram @suni_fredy

Youtube dan TikTok: @Tafenpah Group




Frederikus Suni Admin Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group Frederikus Suni (Fredy Suni) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia (Asia Cyber University) | Frederikus Suni pernah DO dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta || Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @suni_fredy || @tafenpahcom || @pahtimorcom || Youtube: @Tafenpah Group

Posting Komentar untuk "Stephanie Riady Luncurkan Perpustakaan Digital BukuAku sebagai Solusi Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini"