Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pandangan Musik dari Filsuf Friedrich Nietzsche dan Arthur Schopenhauer

Penulis: Fredy Suni

@Ariel Noah

Tafenpah.com - Makna kehidupan hanya bisa ditemui dalam musik. Musik ibarat tempat pelarian sementara manusia dari kenyataan hidup (Friedrich Nietzsche).

Perpaduan ritme, melodi dan harmoni melahirkan keteduhan sesaat. Musik adalah bagian dari seni berfilsafat. Emosi saja tak bisa mengungkapankan perasaan manusia. Tetapi melalui sentuhan instrumen yang terkandung dalam setiap bidikan notasi angka, melahirkan cita rasa yang nyaman, teduh dalam melakoni kehidupan.

@arielnoah



Berkaca dari filsuf berkebangsaan Jerman, Arthur Schopenhauer, Musik sebagai jalan keluar manusia dari penderitaan. Karena kehidupan manusia hanya melalui dua jalan yakni, seni (estetis) dan etis (perbuatan baik).

Antara pandangan filsuf Friedrich Nietzsche dan Arthur Schopenhauer, saya menarik kesimpulan sementara tentang arti musik yakni seni untuk melepaskan beban di tengah situasi perubahan iklim dunia yang tak jelas arahnya.

Lebih tepatnya, setelah bulan Ramadan ini, kita akan dihadpkan dengan beragam persoalan bangsa dan negara, di antaranya: persiapan tahun politik, mulai dari persaingan antar Cakades, Pilbup, Pilgub hingga Pilpres 2024.

Belum lagi situasi perekonomian dunia yang belum stabil, gegara pencaplokan beberapa wilayah di Ukraina oleh Rusia, perang teknologi dan ekspansi pasar global antar negara adikuasa seperti Amerika dan China beserta sekutunya.

Di tengah beban psikologis ini, musik adalah pilihan tepat untuk melepaskan hormon-hormon pemicu stres, depresi dan tekanan hidup.

Musik itu bersifat universal. Universal artinya setiap orang bisa menikmati irama musik. Musik adalah bagian dari perbuatan baik manusia. Perbuatan baik (etis) melahirkan nilai estetis.

@arielnoah

Antara nilai etis dan estetis membawa persatuan dalam kehidupan beragama. Korelasi atau hubungan ini memberikan arti atau makna kehidupan dalam memahami dunia saat ini dan nanti.

Meskipun umat Muslim merayakan bulan suci ini di tengah situasi dan bangsa yang kurang kondusif, tapi seenggaknya melalui pesan seni yang terkandung dalam musik bisa menyampaikan perasaan, kerinduan kepada orangtua, kerabat, sahabat dan kenalan di mana saja.

Pesan apapun akan disampikan dengan jelas hanya melalui seni musik. Karena bahasa lisan dan tertulis saja tidak bisa menggugah hati setiap orang. Tetapi, melalui seni musik, setiap orang ikut bersenandung dan hanyut dalam perasaannya. (Fredy Suni) 

Seni musik membuat orang lebih rileks, santai dalam menikmati kehidupan. Meskipun pada kenyataannya, kehidupan selalu memberikan tantangan yang tiada hentinya. Tapi, melalui perpaduan ritme, melodi dan harmoni, kita bisa mendapatkan kekuatan spiritual untuk kembali menata kehidupan.

Akhirnya, selamat menikmati musik religi bagi siapa pun. Sekiranya melalui seni musik, jiwa kita pun dicerahkan dalam mempersiapkan amal bagi bagi semua orang tanpa memandang latar belakang apapun.

Instagram Penulis : @suni_fredy
Youtube & TikTok: @Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group
Frederikus Suni Admin Tafenpah Group Frederikus Suni (Fredy Suni) Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia (Asia Cyber University) | Frederikus Suni pernah DO dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta || Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @suni_fredy || @tafenpahcom || @pahtimorcom || Youtube: @Tafenpah Group

Posting Komentar untuk "Pandangan Musik dari Filsuf Friedrich Nietzsche dan Arthur Schopenhauer"