Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Suku Dawan Yang Mendiami Timor Barat

Penulis: Fredy Suni

Masyarakat Atoin Meto (Etnis Dawan) Timor Barat | Foto: Albertus Lake


Tafenpah.com - Etnis Dawan merupakan salah satu suku bangsa terbesar di daratan pulau Timor.


Mereka mendiami wilayah Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan sebagian di Distrik Ambenu (Timor Leste).



Baca Juga: Mengenal Gereja Katolik Sasi, Kefamenanu yang Didanai oleh Del Piero


Ditilik dari segi geografis, suku Dawan atau yang dikenal dengan sebutan Atoin Meto (masyarakat yang mendiami wilayah tanah kering dan gersang) memiliki dua musim, yakni musim panas dan kemarau.



Musim panas berkisar dari bulan Juni sampai pada pertengahan Desember.



Sementara musim hujan dimulai dari akhir Desember hingga Mei.



Mata pencarian utama masyarakat Dawan saat ini masih di bidang pertanian (sistem berpindah lahan) dan pertanian.



Namun, bila kita melihat kekayaan alam, daratan pulau Timor ini kaya akan sumber daya alamnya.



Salah satunya yang pernah dikenal hingga mancanegara adalah batu mangan.



Agama Mayoritas Suku Dawan


Masyarakat Dawan (Atoin Meto) mayoritas menganut kepercayaan Katolik.



Selebihnya Kristen Protestan, Islam dll.



Catatan penting: Masyarakat Dawan yang menganut kepercayaan Islam itu karena pernikahan silang yang terjadi di tanah rantau.



Meskipun demikian, namun masyarakat Dawan sangat menghargai perbedaan.


Hal itu termanivestasi dalam komunikasi dan persahabatan yang terjalin antara Etnis Dawan dan diaspora (pendatang) dari Etnis Tionghua Jawa, Bugis (Makassar), Sumatera, dll.



Pulau Timor Terkenal dengan Eksotisme Alam dan Lautnya


Keindahan alam daratan Timor mulai terbentang dari tepi barat daya Timor (Kupang), bergerak ke Timor Tengah Selatan (Soe), lalu bermuara pada tempat-tempat wisata alam dan religi yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara (Kefamenanu).



Salah satu tempat wisata instagramable di Kefamenanu adalah Bukit Tua Mese.



Setelah wisatawan berada di Bukit Tua Mese, dan bila ada hasrat untuk mengejar ombak di tepian pantai, jelajahilah Pantai Wini.



Karena di sanalah ada PLBN Wini yang berbatasan langsung dengan Timor Leste (bila dikaji atau dilihat dari Laut).



Sementara, untuk mengejar eksotisme alam, bergeraklah ke Cagar Alam Budaya Gunung Mutis.



Lembah Bikomi ini juga menyimpan keindahan alam sabananya.



Berbicara soal padang sabana, hampir sebagian besar Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki padang sabananya yang mendunia.



Tergantung sobat wisatawan mau mengunjungi dan mengeksplorasi padang sabana yang mana.



Tak lupa juga, bila sobat kaki kereta, alias wisatawan ingin mengunjungi Distrik Ambenu, wilayah Oekusi, pergilah ke wilayah yang berada di Kecamatan Bikomi Utara, khususnya Desa Napan yang sementara terkenal dengan PLBN-nya.



Wisata Kebudayaan


Ketika sobat wisatawan berada di Timor Barat (Kefamenanu), ada pun kesempatan untuk berwisata kebudayaan Atoin Meto, di antaranya; mengikuti tradisi Lol Ton/Foa,ton (Penyembahan kepada leluhur di tempat-tempat yang dikeramatkan, seperti; sumber mata air suci (Oe Le'u, Bno'ko (Pegunungan) dll.



Bagi wisatawan yang pingin mengikuti tarian daerah, tentu saja bisa diacara pembuatan rumah adat maupun peresmiannya dengan tarian tradisional "Tab So'o" yang diiringi dengan Leko Sene, Tepo Ke'e dll.



Nah, bagi yang pingin melihat langsung sistem bercocok tanam, saat ini adalah momen yang tepat untuk mengikuti tradisi 'Sen' proses menanam tanaman di ladang milik masyarakat Dawan.



Tentu saja masih banyak hal unik seputar wisata kebudayaan. Namun, penulis juga memiliki keterbatasan waktu untuk mengolahnya.


Terima kasih dan selamat menjelajahi daratan Timor Barat









Frederikus Suni
Frederikus Suni Hello pembaca Tafenpah...! Salam kenal dari saya Fredy Suni ya |Instagram: @Fredy_Suni18 | TikTok: @TafenpahNew | SnackVideo: @TafenpahNews | Facebook: @Tafenpah Selamat membaca!! Terkait kerja sama dan informasi iklan bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @Fredy_Suni18

Posting Komentar untuk "Mengenal Suku Dawan Yang Mendiami Timor Barat"