Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Bukan Ilusi

 

Fimela

Penulis: Narky Leu | Editor: Fredy Suni

Aku tulis di wajahku tentang buih-buih di lautan dan arak yang memabukkan 

kubungkus kisah ini di telinga untuk meletakan segala gelisah


Aku menertawai mulutku tentang harapan, juga tentang senyum paling dusta

Meskipun waktu telah memberiku setangkup kejujuran

Namun engkau melukai senja dengan mengajarkan aku tentang berbohong.


Baca Juga: Popekano, Hadiah Yang Jatuh Dari Langit Timor, NTT


Aku sudah membaca air matamu yang penuh keraguan, seakan-akan air mata ini di berikan untuk menghapus hari-hari indah. 


Aku tahu hati ini memang letih, tapi kejujuranku tak'kan mati, meskipun ragumu sulit untuk memahami tentang kejujuranku.


Aku menginginkanmu dengan segenap harapan, namun engkau membunuh dengan menghancurkan harapanku.


Aku bukan ilusi keindahan yang terukir oleh hipokrasi, aku bukan sandiwara yang berisi janji-janji palsu. Aku hanyalah aku, lelaki yang tidak pernah ragu untuk mengatakan tentang kejujuran selalu mencintaimu.



Frederikus Suni
Frederikus Suni Hello pembaca Tafenpah...! Salam kenal dari saya Fredy Suni ya. Selamat membaca!! Terkait kerja sama bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @Literasi_Tafenpah

Posting Komentar untuk "Aku Bukan Ilusi"