Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prof Yu Mengubah Wajah Perkotaan China dengan Konsep Pembangunan Tradisional

Konsep pembangunan kota Spons ala Prof. Yu di China.bbc.com

JAKARTA, TAFENPAH.COM - “Saya bukan orang Barat, saya tradisionalis China,” kata Prof Yu sambil tertawa. Kami memiliki pengalaman ribuan tahun, kami memiliki solusi yang tidak dapat Anda abaikan. Kami harus mengikuti cara China kami. Kamis (11/11/2021).


Keberanian Prof Yu untuk menentang konstruksi pembangunan kanal-kanal perairan China yang diadopsi dari dunia Barat dan Eropa memantik tudingan dari berbagai pihak kepadanya. Bahkan pribumi pun sebagian yang menaruh sikap skeptis (ragu) akan kemampuan dan ide Prof Yu dalam membangun perairan China dengan cara tradisional.


Salah satu cara tradisional Prof Yu adalah membangun kanal-kanal perairan China dengan model kota Spons.


Apa itu kota Spons? Dilansir dari British Broadcasting Corporation (bbc.com), Pengelolaan air banjir konvensional sering kali melibatkan pembangunan pipa atau saluran pembuangan untuk mengalirkan air secepat mungkin, atau memperkuat tepian sungai dengan beton untuk memastikan tidak meluap. 

Model kota Spons dari Prof Yu.bbc.com

Akan tetapi, kota Spons melakukan sebaliknya. Di mana kota Spons berusaha untuk menyerap curah hujan dan memperlambat limpasan permukaan.


Pro Yu melakukannya di tiga bidang yakni; pertama pada sumbernya, kedua melalui aliran, dan ketiga wastafel.


Yang pertama adalah pada sumbernya, di mana seperti spons dengan banyak lubang, sebuah kota mencoba untuk menampung air dengan banyak kolam.


Yang kedua adalah melalui aliran, di mana alih-alih mencoba mengalirkan air dengan cepat dalam garis lurus, sungai yang berkelok-kelok dengan vegetasi atau lahan basah memperlambat air - seperti di sungai yang menyelamatkan hidupnya.


Ini memiliki manfaat tambahan untuk menciptakan ruang hijau, taman dan habitat hewan, dan memurnikan limpasan permukaan dengan tanaman yang menghilangkan racun dan nutrisi yang mencemari.


Yang ketiga adalah wastafel, di mana air bermuara ke sungai, danau atau laut. Prof Yu menganjurkan untuk melepaskan tanah ini dan menghindari pembangunan di daerah dataran rendah. "Anda tidak bisa melawan air, Anda harus melepaskannya," katanya.


Sementara konsep serupa ada di tempat lain, kota spons terkenal karena menggunakan proses alami untuk memecahkan masalah kota, kata pakar desain berkelanjutan Dr Nirmal Kishnani dari National University of Singapore. 


Dari mana sajakah sumber ide Prof Yu untuk mendesain kanal perairan China dengan model kota Spons? Tentunya ide ini berasal dari pengalaman hidupnya. Lebih jelasnya, ide ini berangkat dari konsep pertanian kuno yang dipelajari oleh Prof Yu di provinsi pesisir timur Zhejiang, seperti menyimpan air hujan di dalam kolam.

Desainer ternama negeri China Prof Yu.bbc.com

Jebolan Universitas Harvard ini ketika kembali dari studinya di luar negeri, ia semakin kaget dengan konsep pembangunan kota yang tak bernyawa. Lalu, ia menawarkan solusi pembangunan kota dengan filosofi tradisional Tiongkok. 


Bagaimana konsep pembangunan kanal perairan di Jakarta? Setipa tahun kita selalu melihat dan merasakan banjir. Ketika banjir kita semua kalang kabut untuk berlindung di mana. Apakah ada yang salah dengan model pembangunana kota Jakarta? Bisa ia dan bisa tidak! Karena kita tidak bisa memprediksikan peristiwa alam. Akan tetapi, Jakarta akan lebih bagus jika mengadopsi konsep pembangunan yang ditawarkan oleh Prof Yu tentang kota Spons.


Mengapa kita perlu mengadopsi model pembangunana kota Spons dari Prof Yu? Karena selama ratusan tahun kita dijajah oleh bangsa Eropa. Tentunya segala cara pun mereka berusaha untuk menerapkannya di dalam bangsa kita. Termasuk konsep pembangunan kota. Memang ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi, teknik yang berkembang di negara-negara Eropa tidak dapat beradaptasi dengan iklim di negara kita. 


Sekian dan terima kasih. Artikel ini tidak bermaksud apa-apa. Selain sebagai edukasi untuk pembaca di mana pun.


Fredy Suni





Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Campus Ambassador Internasional at MUN

4 komentar untuk "Prof Yu Mengubah Wajah Perkotaan China dengan Konsep Pembangunan Tradisional"